Kebijakan Pajak China Dongkrak Otomotif, USD Masih Pertahankan Keperkasaannya

11057224_10153408949211291_7705247966950387866_nDilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD masih tetap mempertahankan gerak penguatannya. Para pelaku pasar tampak masih menunggu untuk melihat apakah data kerja Amerika yang akan dirilis pada malam nanti waktu sesi perdagangan pasar Amerika, data rilis tersebut akan cukup kuat dan mampu untuk mendorong naiknya ekspektasi atas langkah kenaikan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan bulan depan.

Ketua Utama Federal Reserve, Janet Yellen, pada hari Rabu lalu telah mengatakan bahwa “kenaikan” di dalam suku bunga di bulan Desember saat ini masih mungkin. Pernyataan tersebut telah menggiring asumsi para pelaku pasar global, untuk berpikir bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada bulan depan kecuali indikator ekonomi Amerika melemah secara drastis dalam beberapa pekan.

Dilaporkan bahwa gerak nilai indeks USD dilaporkan pada sesi perdagangan di hari Kamis kemarin, dilaporkan tercatat naik ke level tertinggi dalam kurun waktu tiga bulan. Angka yang dicapai indeks USD adalah ke kisaran angka 98.13. Angka indeks USD tersebut berada di dekat level puncak bulan Agustus di 98.33. Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat bahwa gerak nilai indeks USD sempat bergerak di kisaran 97.96.

Shinichiro Kadota, kepala analis forex di Barclays mengatakan bahwa para pembuat kebijakan Fed tampaknya akan mencoba untuk mempertahankan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember sejak pertemuan terakhir mereks.Kadota mengatakan bahwa ada beberapa komentar dari pejabat Fed yang tampaknya menurunkan rintangan di dalam kenaikan payroll. Jika kenaikan payroll sekitar 170.000 - 180.000, seperti perkiraan pasar, maka ekspektasi kenaikan suku bunga akan semakin besar.

Dari Australia, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak positif. Nilai apresiasi mata uang Aussie menguat moderat pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini. Kondisi tersebut terjadi, setelah pihak berwenang RBA mengatakan bahwa pertumbuhan di Asia masih menjadi kunci ketidakpastian terhadap kebijakan moneter di masa depan.

Reverse Bank of Australia (RBA) telah merilis pernyataan tentang kebijakan moneter yang menyoroti masih adanya resiko serta berikan catatan bahwa ruang lingkup untuk pelonggaran kebijakan masih pada tempatnya. Juga telah dilaporkan dari Australia sebelumnya bahwa, indeks konstruksi dari AIG mencapai level 52.1 di bulan Oktober dari 51.9 pada bulan sebelumnya. Data tersebut juga berikan sentimen positif terhadapmata uang Aussie. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat diperdagangkan di kisaran 0.7148. Angka tersebut telah naik sekitar 0.18%.

Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, bahwa apresiasi USD/ JPY bergerak di kisaran level 121.62. Angka tersebut turun sekitar 0.07%, menjelang perilisan minutes dari BoJ dan komentar dari gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda.

Dilaporkan dari China bahwa, angka penjualan kendaraan berpenumpang di negara mitra dagang utama Autralia tersebut, telah meningkat dengan laju paling cepat dalam 7 bulan. Hal tersebut terjadi, setelah pihak berwenang pemerintah China memangkas pajak pembelian mobil. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah China, guna mendorong tingkat permintaan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

Penjualan ritel mobil, SUV, dan MPV telah dilaporkan naik sebanyak 11.3% menjadi 1.85 juta unit pada bulan lalu. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Maret, demikian menurut China Passenger Car Association. Penjualan ritel hingga Oktober naik sebanyak 6.4% menjadi 16.2 juta unit.

Langkah kebijakan pemerintah China yang telah melakukan pemangkasan pajak efektif mulai akhir tahun depan. Kebijakan pemerintah China tersebut menurunkan pajak kendaraan dengan mesin 1600cc atau lebih kecil sebanyak separuh hingga 5%. Terakhir kali China merilsi stimulus di tengah krisis keuangan global, saat subsidi pembelian mobil membantu mendorong tingkat penjualan tahunan China melampaui Amerika pada tahun 1009.

Pada kesempatan kali ini, stimulus dilakukan setelah dilobi oleh asosiasi otomotif, seiring menumpuknya suplai di musim panas dan melambatnya pertumbuhan ekonomi menekan tingkat penjualan mobil. Ada dua efek tambahan di bulan Oktober, produsen otomotif memberikan potongan harga untuk mendorng penjualan dan pemangkasan pajak adalah bonus lainnya, demikian menurut asumsi analis. Pemulihan tingkat permintaan untuk otomotif nampaknya akan berlanjut di kuartal ke empat hingga memasuki kuartal pertama di tahun depan.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham Standart Chartered Plc, bergerak negatif. Gerak nilai harga saham Standart Chartered Plc terkoreksi melemah dan anjlok di bursa Hong Kong.

Saham StanChart dilaporkan terkoreksi anjlok sebanyak 7.1% pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat ini di lantai bursa Hong Kong, sementara indeks Hang Seng juga dilaporkan terkoreksi dan anjlok sekitar 0.7%. Kondisi tersebut terjadi, setelah terkena downgrade oleh Fitch Ratings. Downgrade tersebut terkait dengan profitabilitas dan trend kualitas aset yang buruk.

Kebijakan yang dilakukan oleh CEO Standart Chartered, Bill Winters, untuk merestrukturisasi bank dan menambah modal mengatasi sejumlah kecemasan, penerapan rencana tersebut mungkin akan menemui hambatan mengingat resiko ponjaman dan turnover manajemen dan pegawai yang tinggi, menurut Fitch. Agensi rating tersebut pada hari Kamis kemarin telah memangkas rating kredit StanChart sebanyak 1 peringkat menjadi A+ dari AA-, dengan outlook negatif.

Standart Chartered Bank yang bermarkas di London tersebut pada pekan ini merilis rencana untuk mengumpulkan modal. Rencana angka yang ingin diraih sebagai modal Standart Chartered adalah senilai $ 5.1 milyar US. Langkah yang diambil guna penghimpunan modal tersebut adalah dengan menghilangkan ribuan pekerja dan memangkas aset beresiko di kawasan Asia.

Gerak nilai harga minyak dilaporkan telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini. Para pelaku pasar melihat ke depan menjelang perilisan jumlah rig aktif di Amerika.

Pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis kemarin malam, gerak nilai harga minyak berjangka Amerika bergerak melemah, dan melanjutkan gerak penurunan dari sesi perdagangan pasar sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar energi masih mencerna laporan suplai bearish dari level cadangan nasional dari pekan lalu untuk bulan Oktober. Dilaporkan dari New York Mercantile Exchange bahwa, gerak nilai harga minyak WTI untuk kontrak bulan Desember telah naik sebesar 0.20% sehingga menjadi $45.40 US/ barel.

Para pelaku pasar minyak pada saat ini tengah mengalihkan perhatiannya, tertuju ke hasil laporan jumlah rig mingguan dari perusahaan Baker Hughes untuk indikasi lebih lanjut terhadap tren produksi di Amerika Serikat. Pada level saat ini, jumlah rig domestik berada di level terendah sejak Juni 2010. Sejak bulan Agustus, para pengebor secara nasional telah menutup hampir 100 rig minyak, berikan sinyal lebih lanjut bahwa produksi telah turun tajam.

Pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu, perusahaan melaporkan bahwa jumlah rig aktif Amerika turun sebanyak 16 pada pekan sebelumnya sehingga menjadi 578. Penurunan tersebut adalah merupakan angka penurunan dalam kurun waktu Sembilan pekan secara berturut-turut.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Data Negatif Amerika Perkuat Gerak Emas

Pada sesi pasar Asia di hari Kamis (16/ 10/ 2014) ini, gerak harga emas telah diperdagangkan lebih rendah. Harga emas dilaporkan telah membukukan kenaikan di sesi sebelumnya akibat melemahnya data

Fundamental 0 Comments

Greenback Tampak Masih Tekan Major Currencies, Pasar Perhatikan Rilis Laporan Ekonomi Amerika Mendatang

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak masih mempertahankan gerak penguatannya terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah sempat

Komoditas 0 Comments

Euro Dilaporkan Bergerak Menguat, Minyak Tampak Terus Menguat Naik

Telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD telah sempat bergerak menguat ke

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image