Kecenderungan Pelaku Pasar Beresiko Tak Lirik Emas, Indonesia Rilis Kebijakan

419526_411072608947528_255875050_nTelah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari kamis (27/ 08/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Yen, mata uang milik Jepang, tengah tertekan terhadap USD. Hal ini terjadi di tengah kondisi gerak rebound nilai harga baik di pasar saham global maupun di komoditas minyak mentah.

Gerak nilai harga di perdagangan pasar saham dan komoditas minyak mentah merupakan aset yang dianggap berisiko. Namun sebaliknya, mata uang Yen milik Jepang adalah merupakan salah satu aset yang dianggap sebagai aset safe haven. Apresiasi aset berisiko cenderung melemahkan aset safe haven.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah bergerak kembali ke rentang atas, yaitu berada di kisaran level 120/ USD. Kondisi tersebut terjadi setelah kemarin dirilis data pesanan barang tahan lama Amerika dilaporkan masih mempertahankan angka kenaikannya di bulan Juli. Selain itu juga sekaligus membantu meningkatkan nilai apresiasi mata uang USD meskipun di hari yang sama seorang pejabat dari The Fed memberikan komentar dovish.

Pada hari Kamis ini, Gubernur Bank of Japan (BoJ) berkomentar bahwa, yang mengindikasikan usaha pemerintah menahan nilai apresiasi mata uang Yen untuk mendukung pemulihan ekspor Jepang, turut menjaga valuasi mata uang Yen di atas level 120/ USD. Pihak Gubernur BoJ optimis akan mencapai target inflasi 2% dengan tingkat stimulus saat ini dan siap menaikkan stimulus jika diperlukan terutama di tengah ketidakstabilan pasar finansial saat ini.

Negara Indonesia pada hari Kamis ini dilaporkan akan mengumumkan paket kebijakan guna membantu mendongkrak nilai apresiasi mata uang Rupiah (IDR). Paket kebijakan yang akan diumumkan tersebut terkait dengan beberapa sektor penting. Sektor - sektor tersebut adalah sektor riil, keuangan, dan juga deregulasi, kebijakan baru serta penghapusan pajak, menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution pada wartawan setelah usai bertemu dengan Presiden Indonesia, yaitu presiden Joko Widodo.

Menurut Darmin Nasution, kepala kementerian ekonomi, yang termasuk dalam paket kebijakan tersebut antara lain juga adalah penghapusan pajak untuk para investor. Darmin Nasution juga mengingatkan bahwa sebagian besar kebijakan baru, yang memiliki tujuan utama memperkuat rupaih, diperkirakan akan efektif mulai pekan depan.
Manfaat yang diharapkan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut ada beberapa hal. Pertama, kebijakan tersebut akan membuat aktivitas ekonomi berjalan lebih lancer.

Manfaat yang ke dua adalah bahwa, kebijakan tersebut akan membuat mata uang asing terus berdatangan, demikian menurut yang disampaikan oleh Darmin Nasution. Rincian lebih lanjut terhadap paket kebijakan akan diklarifikasikan oleh Menteri Keuangan pada hari Kamis, tambahnya. Pada hari Kamisini, dilaporkan bahwa Bank Indonesia (BI) dengan secara langsung menjual USD, dan tidak melalui bank-bank agen.

Hal tersebut dilakukan oleh BI, adalah untuk mengangkat nilai apresiasi mata uang Indonesia, yaitu mata uang Rupiah, demikian menurut persepsi dan asumsi para pelaku pasar.Langkah kejutan tersebut menunjukkan adanya determinasi kuat dari pihak pemeirntah Indonesia untuk menopang mata uang Asia dengan performa terburuk yang ke dua sejauh ini pada tahun ini dengan menunjukkan kehadirannya pada pasar.

Nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, Euro, dilaporkan telah diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan Rabu (26/ 08/ 2015) kemarin, dan telah mencatatkan angka kerugian lebih dari 200 poin. Hal tersebut terjadi, menyusul pernyataan dari pihak ECB yang siap untuk menggelontorkan dana yang lebih banyak dalam program pembelian aset (QE).

Nilai apresiasi mata uang EUR/USD dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Rabu (26/ 08/ 2015) dengan mengalami kerugian sebesar 206 poin atau 1.82% dengan gerak harga berakhir pada level 1.13125 , setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 1.15604 dan serendah 1.12904.

Executive Member dari ECB, Peter Praet, telah mengungkapkan bahwa penurunan gerak harga komoditas dan pelemahan ekonomi global memiliki resiko bagi pencapaian target inflasi kawasan Uni Eropa. Peter mengindikasi bahwa ECB tengah mempersiapkan skala baru yang lebih tinggi dalam program pembelian aset (QE) jika dibutuhkan.

Nilai Index mata uang USD dilaporkan bergerak positif adalah juga karena diperkuat oleh hasil rilis data Durables Goods Order Amerika yang telah dirilis dengan hasil yang lebih tinggi. Dilaporkan bahwa nilai Index USD telah naik sebanyak 133 poin atau 1.40% berakhir pada level 95.29 , setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 95.42 dan serendah 93.69.

Laporan hasil data ekonomi Amerika telah menunjukkan bahwa nilai Durables Good Order Amerika telah mencatatkan kenaikan sebesar 2.0% selama periode Juli. Hasil rilis data tersebut dirilis lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya dan dari data sebelumnya yaitu pada kisaran -0.5% (F) dan 3.4% (P). Kuatnya gerak nilai index USD pada sesi perdagangan pasar hari Rabu semalam telah membawa major currencies termasuk komoditas Emas juga terkoreksi lemah dan turut terpuruk.

Gerak harga minyak dilaporkan telah mulai bergerak positif, mulai bergerak merangkak naik pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (27/ 08/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi seiring adanya isu laporan kejutan di pasar, yaitu adanya laporan penurunan pada suplai minyak mentah Amerika pada pekan lalu. Meski demikian, namun gerak penguatan nilai apresiasi mata uang USD masih kuat untuk membatasi gerak kenaikan harga minyak.

Suplai minyak mentah Amerika telah dilaporkan tengah berkurang sebanyak 5.5 juta barel pada pekan lalu. Angka penurunan tersebut merupakan angka penurunan mingguan terbesar sejak awal Juni, demikian menurut data dari Energy Information Administration pada hari Rabu malam kemarin. Angkat tersebut sesuai dengan laporan grup industri American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa malam lalu. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa angka kenaikan yang akan terjadi adalah sebanyak 1 juta barel.

Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar Rabu (26/ 08/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $15.50 US atau 1.36% dengan gerak harga berakhir pada level $1,124.800 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,146.370 dan serendah $1,117.610. Dalam pergerakan harga dalam kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas spot telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $50.40 US atau 4.5%.

Gerak harga mas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Desember dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar Rabu (26/ 08/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $13.70 US atau 1.20% dengan gerak harga berakhir pada level $1,124.600 US/ ons. Dilaporkan bahwa dalam kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas berjangka kontrak Desember telah mencatatkan angka kerugian sebesar $46.90 US atau 4.2%.

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (27/ 08/ 2015) ini, gerak harga emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada di kisaran harga Rp. 558.000/ gram. Harga buyback emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada pada kisaran harga 495.000/ gram. Berikut merupakan daftar harga emas Antam untuk sesi perdagangan pasar hari Kamis (27/ 08/ 2015) ini, antara lain yaitu, untuk pecahan 500 gram - Rp 259.300.000, pecahan 250 gram - Rp 129.750.000, pecahan 100 gram - Rp 51.950.000, pecahan 50 gram - Rp 26.000.000, pecahan 25 gram - Rp 13.025.000, pecahan 10 gram - Rp 5.240.000, pecahan 5 gram - Rp 2.645.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 558.000.

Dilaporkan bahwa adanya gerak rebound dari nilai saham pada bursa Wall Street telah membantu meredakan kecemasan para pelaku pasar. Pasar saham globa bergerak rebound, karena adanya isu pasar dari China. Isu pasar tersebut adalah adanya laporan bahwa pihak Public’s Bank of China (PBoC) telah menyuntikan sebanyak 140 Miliar Yuan dana ke pasar saham di China. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (27/ 08/ 2015) ini, minat beli para pelaku pasar tampaknya masih akan cukup kuat pasalnya PBOC kembali akan menyuntikkan 150 miliar yuan dana kepasar.

Dengan memudarnya sentimen risk aversion maka memicu gerak rally dari nilai apresiasi mata uang USD. Data yang dirilis pada hari Rabu lalu menunjukkan bahwa, pesanan barang modal non-pertahan di luar pesawat terbang naik sebanyak 2.2% di bulan Juli. Kenaikan tersebut merupakan angka kenaikan terbesar sejak Juni tahun lalu dan jauh di atas ekspektasi dari para pelaku pasar.

Para pelaku pasar komoditas minyak tengah mengabaikan dampak pergerakan nilai apresiasi mata uang, dan mengantisipasi penurunan suplai serta outlook industri yang membaik.Para pelaku pasar hendaknya waspada selalu, tetap memperhatikan kondisi perdagangan pasar global. Komoditas emas tampaknya akan kembali kurang diminati oleh para pelaku pasar, jika pasar saham mencoba untuk rebound setelah anjlok sejak awal pekan ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (27/ 08/ 2015) ini, rilis data GDP, Klaim Pengangguran dan Pending Homes Sales Amerika akan menjadi fokus para pelaku pasar

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Index USD Tengah Terkoreksi, Harga Emas Masih Akan Alami Tekanan

Tercatatkan bahwa gerak harga emas telah mencetak rekor tertinggi dalam kurun waktu satu bulan setengah terakhir ini, yang terpenuhi pada sesi perdagangan pasar hari Kamis atau hari Jumat pagi. Rekor

Forex News 0 Comments

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan

Berita 0 Comments

Aussie Kembali ke Level 0.9400

Buruknya data produk domestik bruto AS membuat aussie berbalik menguat pada perdagangan Rabu terhadap dollar setelah hari sebelumnya merosot tajam. Mata uang Australia tersebut kini kembali diperdagangkan stabil dikisaran 0.9400.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image