Kemungkinan Emas Cenderung Flat, Harga Minyak Bisa Menguat Di Pasar

10462515_293497884157725_8549784081553402379_nEmas diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar baik dipasar berjangka maupun pasar spot. Harga emas diperdagangkan bergerak anjlok selama awal sesi pedagangan pasar kemarin (17/ 06/ 2014), setelah hembusan berita seputar ketegangan di Irak mulai sedikit mereda. Diakhir sesi harga emas beringsut naik, sebagai aksi profit taking dan ditutup dengan kerugian tipis. Dalam sesi perdagangan minggu ini, Pelaku pasar nampak lebih berhati-hati menjelang pertemuan FOMC Meeting Minutes Amerika malam ini pada pukul 01.00 GMT+7 dini hari. Pada perdagangan di pasar Asia hari ini, harga emas masih dibayangi tekanan sebagai antisipasi FOMC meeting dini hari nanti yang diprediksi akan melakukan pengetatan kebijakan moneternya. Membaiknya data inflasi Amerika semalam semakin menguatkan spekulasi akan kelanjutan pengurangan stimulus Federal Reserve Amerika dan wacana akan kenaikan suku bunga Amerika seperti apa yang telah di gagas oleh pimpinan Federal reserve, Janet Yellen, sebelumnya. Para pelaku pasar melihat indikator ekonomi Amerika dalam beberapa pekan terakhir secara umum mendukung adanya perubahan kebijakan moneter The Fed bisa lebih cepat dari perkiraan semula. Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah dana yang diberikan The Fed untuk program pembelian asset tersisa hanya 45 miliar USD perbulan.

Isu politik dan ekonomi Amerika akan memainkan peranan vital pada perdagangan emas di pekan ini. Harga minyak dunia kembali merangsek naik lagi dipicu oleh penurunan cadangan minyak di Amerika yang telah dirilis tadi malam. Amerika sebagai salah satu konsumen terbesar minyak dunia cukup berperan mempengaruhi ten pergerakan minyak dunia. Namun terkoreksinya nilai harga emas hari ini tetap masih dibayangi krisis politik di Irak, beberapa negara tengah berupaya menemukan solusi damai mengenai krisis politik di Irak ini diantaranya pertemuan yang tengah digagas oleh negara-negara yang memiliki hak veto seperti Amerika, Inggris, Perancis, Rusia dan Tiongkok dan diharapkan ada solusi yang bisa meredakan ketegangan di kawasan timur-tengah ini. Disisi lain masalah krisis politik di Irak masih terus berlanjut meskipun berbagai upaya tengah ditempuh untuk meredakan ketegangan, namun pasar cukup khawatir akan meningkatnya eskalasi positik di Irak yang dikhawatirkan bisa mengganggu pasokan minyak dari kawasan vital ini. Namun demikian, faktor fundamental dari Irak berpotensi membawa emas untuk terus menguat, tetapi hanya pada saat-saat dimana ketegangan di Irak kembali meningkat, dan pelaku pasar diharapkan untuk memperhatikan setiap penembusan level support dan resistance emas yang cukup kuat. Pasar emas akan banyak diuntungkan jika pemberontakan di Irak semakin memanas. Ketegangan yang terjadi di Irak akan mendorong harga minyak mentah dunia melonjak dan secara langsung akan meningkatkan aliran safe-haven pada emas sebagai aset pelindung nilai.

Harga emas berjangka kontrak Agustus menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (17/ 06/ 2014) dengan keuntungan tipis sebesar 3.30 USD atau 0.3% berakhir pada 1,272.00 USD di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sedangkan di pasar spot, harga emas ditutup tidak berubah dari sesi perdagangan Senin tetap berada pada level 1,271.80 USD, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 1,273.10 USD dan rendahnya di level harga 1,258.60 USD. Emas spot mencatatkan keuntugan sebesar 24.20 USD atau 1.93% selama sesi perdagangan minggu lalu. Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan emas masih rawan mendapatkan tekanan kembali karena sentimen jelang FOMC akan tetap berperan dominan mempengaruhi tren emas pada pekan ini. Sinyalemen perubahan kebijakan moneter The Fed jelas akan berdampak signifikan terhadap penurunan emas. Pada sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan cenderung flat jelang pertemuan FOMC Meeting Minutes Amerika dan emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran level harga 1,273.50 - 1,257.50. Secara teknis, setelah harga emas beranjak naik pada pekan ini, maka harga emas berpotensi untuk mengakhiri masa rebound menyusul beberapa indikator telah menunjukkan masa overbought. Dimana harga berada pada fase titik jenuh beli. Sedangkan harga minyak dunia tetap berpotensi mempertahankan tren kenaikannya karena akumulasi masalah politik di Irak serta menurunnya cadangan minyak di Amerika.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Sterling Sempat Tertekan, Yellen Harapkan Kenaikan Suku Bunga Bertahap

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah sempat berada dalam tekanan di sesi perdagangan pasar di awal pecan. Hal tersebut terjadi, karena dipicu oleh hasil

Forex News 0 Comments

Laporan Amerika Tidak Sesuai Perkiraan Pasar Minggu Lalu, Bursa Eropa Turut Terimbas

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah diperdagangkan secara melemah. Hal tersebut terjadi, setelah indikator inflasi Australia dari Melbourne Institute (MI) telah menurun pada bulan Mei. Indikator inflasi

Komoditas 0 Comments

Pergantian Mentri Energi Arab Saudi Tak Merubah Kebijakan Strategi, Intervensi Verbal Taro Aso Berdampak Pada Yen

Telah teramati sejak sesi perdagangan pasar di pekan lalu, Taro Aso, Menteri Keuangan Jepang, tampak gencar melakukan intervensi verbal terhadap gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Hal tersebut telah membuat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image