Kemungkinan Harga Emas Bergerak Saat Sesi Pasar Eropa, Aussie Masih Tertekan

Gerak harga emas dilaporkan sedikit melemah pada pembukaan sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (19/ 05/ 2015) pagi ini. Adanya gerak perlemahan pada gerak harga emas karenai dipicu oleha adanya perselisihan geopolitik di wilayah Timur Tengah dan para pelaku pasar juga masih terus mengamati dan berfokus kepada negosiasi utang Yunani. Panjangnya perundingan seputar deal bailout negara Yunani yang masih belum terselesaikan hingga detik ini, membawa para pelaku pasar mencoba mencari aset lain sebagai aleternatif safe-haven yakni komoditas emas dan mata uang USD.

Indeks mata uang USD pada sesi perdagangan Senin (18/ 05/ 2015) kemarin, dilaporkan telah mencatatkan keuntungan sebesar 92 poin atau 0.98% berakhir pada level 94.22, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 94.31 dan serendah 93.30. Dilaporkan tadi malam, bahwa harga emas bergerak naik sederhana dari aksi sell off pada akhir perdagangan minggu lalu, seiring di tengah-tengahnya konflik di Irak dan kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika oleh Federal Reserve. Di Irak, sekitar 3.000 militan pejuang shiite telah dikerahkan di tempat dekat wilayah Ramadi, setelah kota di wilayah barat di Irak sudah diambil alih oleh ISIS pada pekan lalu. Sementara, pesawat tempur milik Amerika melakukan serangan udara di dekat ibukota provinsi Anbar atas permintaan dari pasukan keamanan Irak, seperti yang dikutip dari Reuters. Selama sesi perdagangan kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas mulai naik menjelang pembukaan sesi perdagangan pasar Eropa. Kenaikan gerak harga pada sesi perdagangan pasar Eropa karena merespon hasil press conference salah satu member The Fed yaitu Charles Evans yang merupakan Presiden Federal Reserve Bank di Chicago, yang mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga Amerika nampaknya harus ditunggu setidaknya hingga awal tahun 2016. Evans juga menyatakan bahwa ekonomi Amerika yang mengalami penurunan selama kuartal pertama tahun ini, nampaknya akan mulai menguat pada kuartal berikutnya. Sepanjang sesi perdagangan berlangsung kemarin, harga emas naik bersama dengan keuntungan pada mata uang utama Amerika meski gerak harga emas hanya bertahan dengan keuntungan tipis.

Gerak harga emas kembali cetak level tertinggi baru sejak tanggal 17 Februari lalu, meski emas diperdagangkan dengan faktor fundamental yang tidak terlalu besar, namun para pelaku pasar nampaknya masih mencoba peruntungan mereka di perdagangan pasar emas meski mata uang USD juga dirperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi. Pada sesi perdagangan Senin (18/ 05/ 2015) kemarin, gerak harga emas spot menyelesaikan sesi perdagangan dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $2.30 US atau 0.19% berakhir pada level $1,225.3.00 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,1,23.250 US dan serendah $1,221.471 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $35.80 US atau 3.02%. Mengenai gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange pada sesi perdagangan Senin (18/ 05/ 2015) kemarin, telah menyelesaikan sesi perdagangannya dengan mencatatkan angka keuntungan tipis sebesar $2.30 US atau 0.20% berakhir pada level $1,227.60 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $36.40 US atau 3.06%. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Selasa (19/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 559 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam tetap di angka Rp 499 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari hari Selasa (19/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 259.800.000, pecahan 250 gram - Rp 130.000.000, pecahan 100 gram - Rp 52.050.000, pecahan 50 gram - Rp 26.050.0000, pecahan 25 gram - Rp 13.050.000, pecahan 10 gram - Rp 5.250.000, pecahan 5 gram - Rp 2.650.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 559.000.

Nilai apresiasi mata uang USD diperdagangkan lebih tinggi pada hari Senin (18/ 05/ 2015) kemarin, dimulai dengan penguatan setelah kejatuhannya pada pekan lalu terhadap sebagian besar major currencies. Mata uang USD atau greenback, mampu pertahankan penguatannya meskipun indeks kepercayaan diantara pembangun rumah turun dua poin menjadi 54 di bulan Mei. Para pelaku pasar yang disurvei oleh Dow Jones Newswires perkirakan hasil bulan Mei di level 58. Serangkaian data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil lemah, seperti penjualan retail yang mengecewakan dan turunnya indeks kepercayaan konsumen, telah mendorong mata uang USD lebih rendah nilai apresiasinya terhadap mata uang euro untuk lima pekan beruntun pada hari Jumat lalu, dan ditambah pandangan bahwa reboundnya pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua belum terlihat. Beberapa pelaku pasar merasa khawatir bahwa data ekonomi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan sejak awal tahun ini akan menyebabkan para pembuat kebijakan Federal Reserve mungkin akan menunda kenaikan suku bunga pertama sejak 2006. Para pembuat kebijakan sudah berulang kali mengatakan bahwa keputusan mereka tergantung pada data. Para pelaku pasar saat ini memandang ke depan untuk beberapa data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini. Data penjualan rumah dan indeks harga konsumen untuk bulan April akan dirilis pada hari Selasa dan Jumat. Minutes dari pertemuan pembuat kebijakan Federal Reserve 29 April diperkirakan akan dirilis pada hari Rabu.

Dilaporkan mengenai mata uang New Zealand, bahwa kiwi sempat melemah akibat buruknya data indeks harga produsen, akhirnya kiwi kini berbalik menguat terhadap mata uang USD setelah rilis naikknya ekspektasi inflasi dalam dua tahun kedepan. Laporan yang dirilis Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tersebut menujukkan ekspektasi inflasi dua tahun kedepan naik menjadi 1,85% dari sebelumnya 1,8%. Kenaikan ekspektasi tersebut setidaknya memberikan sinyal positif akan perekonomian Selandia Baru, dan untuk sementara meredam spekulasi pemangkasan suku bunga oleh RBNZ bulan depan. Sebelumnya pada pagi tadi, biro statistik Selandia Baru melaporkan indeks harga produsen turun 1,1% di kuartal pertama, lebih rendah dari ekspektasi penurunan 0,6%, dan kuartal sebelumnya yang turun 0,4%. Indeks tersebut juga telah turun dalam empat kuartal secara beruntun. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang NZD/ USD sempat diperdagangkan dikisaran 0.7416, setelah sempat turun ke level terendah harian 0.7357. Sedangkan hal lain terjadi pada mata uang Australia, atau lazim disebut dengan aussie.

Mata uang negeri kanguru, aussie, bergerak melemah dalam tiga hari beruntun hingga hari Senin (18/ 05/ 2015) kemarin, dan kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Selasa (19/ 05/ 2015) ini, setelah minutes rapat terakhir Reserve Bank of Australia ( RBA) menunjukkan bank sentral tersebut masih membuka peluang untuk menurunkan suku bunga. Apresiasi mata uang AUD/ USD sempat ditransaksikan pada kisaran 0.7964, setelah sempat menyentuh level terendah harian 0.7955, dan tertinggi 0.7998. Dalam minutes/notulen yang dirilis beberapa saat lalu, anggota dewan RBA disebutkan sempat mendiskusikan apakah akan menurunkan suku bunga di bulan Mei atau bulan menunggu sampai di bulan Juni. RBA sendiri pada akhirnya kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,0% pada 5 Mei lalu. Para anggota dewan RBA merasa meski tidak memberikan panduan mengenai kebijakan kedepannya, namun penurunan suku bunga dalam beberapa rapat kebijakan moneter selanjutnya masih mungkin terjadi. Sama seperti pernyataan sebelumnya, RBA masih menginginkan turunnya nilai tukar aussie, pertumbuhan ekonomi dikatakan dibawah tren, dan tingginya tingkat pengangguran akan berlangsung lama. Untuk pasar properti, yang menjadi perhatian utama RBA berada di Sydney, namun wilayah lainnya masih cenderung stabil. China yang merupakan mitra dagang utama Australia juga menjadi perhatian akibat melambatnya pasar properti di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Selasa (19/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan masih akan diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar. Banyaknya data yang akan dirilis hari ini akan membawa range pergerakkan harga emas menjadi membesar. Diperkirakan bahwa adanya lonjakan volume perdagangan akan mulai membesar saat memasuki sesi perdagangan pasar Eropa nanti.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Menjelang Pertemuan ECB Euro Optimis

Euro terapresiasi versus Dollar AS pada awal pekan ini seiring investor menyesuaikan posisi menjelang pertemuan European Central Bank pekan ini. Namun setiap indikasi akan adanya stimulus moneter atau komentar tentang

Forex News 0 Comments

Euro Flat Pasca Penguatan Tajam

Euro diperdagangkan flat pada perdagangan sesi Asia, setelah pada perdagangan mengalami penguatan harian terbesar dalam dua minggu terakhir. Keputusan European Central Bank untuk mempertahankan tingkat suku bunga, pada level 0,25%,

Forex News 0 Comments

China dan Yunani Senasib, Emas Sedikit Dapat Angin

Pada sesi perdagangan pasar hari ini gerak harga emas spot masih bergerak dengan skeptis. Harga emas tampak berada di level $ 1.157,80 US, turun terbatas dari posisi harga penutupan sesi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image