Kemungkinan Negatif Atas Arah Harga Pada Perdagangan Emas

Kemungkinan Negatif Atas Arah Harga Pada Perdagangan Emas

gold-emas-forex-exchangePara pelaku pasar memperkirakan sebelumnya bahwa harga emas akan naik. Benar saja, pada akhir minggu lalu, harga emas telah bergerak naik sekitar $ 13 US/ ons. Para pelaku pasar yang berasumsi dan melihat kenaikan harga emas pada hari-hari mendatang mengatakan, bahwa gerakan harga menunggu hasil dan akan terpengaruh besar oleh proyeksi kenaikan suku bunga Amerika. “Penurunan terparah untuk ekuitas dan obligasi pekan lalu dan berlajutnya penundaan potensi kenaikan suku bunga Amerika telah mengubah sentimen di pasar emas dari melemah menjadi netral,” demikian menurut Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank. Pada sesi perdagangan pasar hari Jum’at (17/ 10/ 2014) lalu, dilaporkan bahwa harga emas diperdagangkan flat dan telah mencatatkan kerugian kurang dari $1 US. Beberapa data Amerika yang telah dirilis dengan hasil yang cukup baik, akan tetapi para pelaku pasar sepertinya masih belum berminat untuk melakukan sentimen. Emas tngeh kehilangan data tarik bagi para pelaku pasar, karena terlalu banyak faktor yang berpotensi mempengaruhi pasar secara negative selama sesi perdagangan minggu lalu.

Dalam kaitanya dengan estimasi pergerakan harga ke depan, terdapat beberapa isu yang juga harus menjadi pantauan para pelaku pasar seperti referendum Swiss untuk pasar emas. Para pelaku pasar yang masih melihat pelemahan harga emas mengatakan, harga emas tak akan naik melampaui US$ 1.250 per ounce. “Setelah beberapa hari menguat, emas akan berbalik dan kembali melemah pekan ini. Itu merupakan akibat dari meredanya risiko geopolitik dan meningkatnya isu virus Ebola,” ungkap pakar strategi pasar senior Phillip Streible. Harga emas diprediksi tak akan naik dari level US$ 1.200 per ounce. Para pelaku pasar yang saat itu tengah terfokus pada hasil press conference dari Kepala Federal Reserve, Yanet Yellen, pada Jum’at lalu, ternyata memnyikapi hal tersebut dengangn imbas ke pasar yaitu kondisi gerak harga ternyata tidak mengalami banyak perubahan bahkan setelah hasil press conference dirilis. Harga emas berjangka kontrak Desember pada sesi perdagangan pasar hari Jum’at (17/ 10/ 2014) lalu di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, tetlah tercatatkan angka kerugian sebesar $2.20 US atau 0.2% berakhir pada $1,239.00 US/ troy ons. Harga emas spot ditutup turun sebesar $ 60 sen US atau 0.05% berakhir pada $1,238.50, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,241.60 dan serendah $1,231.50. Dalam sesi perdagangan minggu lalu,harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $13.70 US atau 1.12% dan sebesar $14.60 US atau 1.19% di pasar spot emas. Dalam press conference tersebut, Yanet Yellen hanya mengungkapkan seputar kondisi ekonomi Amerika. The Fed melihat bahwa ekonomi Amerika masih mengalami pertumbuhan namun tidak merata. Dalam pertemuan tersebut, Yanet Yellen tidak membahas tentang QE. Telah dilaporkan bahwa, data Housing Starts Amerika naik sebanyak 6.3% menjadi 1.017M selama periode September. Hasil ini lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar dan data sebelumnya pada 1.004M (F) dan 0.956M (P). Data Ekonomi menunjukkan laporan Building Permits Amerika naik sebanyak 1.5% menjadi 1.018M selama periode September. Hasil ini lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan data sebelumnya pada 1.029M (F) dan 1.003M (P). Para pelaku pasar diharapkan untuk memperhatikan perkembangan seputar Yunani, yang selama minggu lalu imbal hasil obligasi jangka panjang Negara naik diatas 7%, dan berada mendekati level 10% pada Jum’at. Kenaikan yang signifikan ini telah membawa spekulasi bahwa Yunani akan kembali mencari dana segar/ bailout dari Uni Eropa. Hal ini juga telah membawa Uni Eropa, untuk mengadakan pertemuan di Berlin selama 2 hari, yang akan dimulai pada 23 Oktober 2014. Apabila ternyata yield obligasi Yunani terus meningkat maka potensi emas menerima aliran safe-haven karena krisis keuangan akan meningkat pada perdagangan minggu ini.

Pada sesi perdagangan hari ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan dengan kisaran yang sempit, mengingat tidak ada jadwal pertemuan maupun data ekonomi yang akan berpengaruh pada pasar emas. pasar akan kembali melihat perkembangan seputar pertemuan FOMC pada akhir Oktober mendatang, untuk menentukan trend lanjutan, setelah rebound dua minggu ini. Harga emas hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,242.00 - $1,221.0. Jika isu seputar Yunani mampu membawa angina segar bagi pasar emas maka emas diperkirakan akan mampu menguji level tertinggi pekan lalu pada $1,249.55. Harga emas tetap berpotensi mengejar level support kuatnya yaitu pada level harga $1,180 yang merupakan level terendah sejak tahun lalu. Apabila ternyata harga mampu menembus level supports di $1,180.00 maka gerak harga emas berpotensi untuk melanjutkan gerak penurunan hingga target jangka panjang pada kisaran level harga $926.70.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Gerak Harga Emas Dibayangi Penguatan USD

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup dengan mencatatkan angka keuntungan tipis selama sesi perdagangan hari Jum’at (13/ 03/ 2015) minggu lalu. Kondisi ini merupakan kondisi dimana perdagangan emas telah bisa

Forex News 0 Comments

Yen Kian Terpuruk Pasca Pidato Yellen di Jackson Hole

Mengawali perdagangan awal pekan (Senin, 25/8), nilai tukar yen terpuruk cukup dalam terhadap dollar AS dan menyentuh level terlemahnya sejak Januari silam. Tergerusnya yen hari ini terutama setelah Pimpinan Federal

Koreksi USD Terhadap Major, Response Dini Pasar Jelang Data Rilis

Mata uang Amerika,USD, pada perdagangan kemarin mengalami gerakan anjlok tajam terhadap mata uang utama termasuk juga mata uang yen. Kondisi ini dipicu adanya rilis laporan yang menyatakan bahwa mantan Menkeu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image