Keputusan FOMC Pertahankan Suku Bunga, Kebijakan BoJ Limbungkan Nikkei

0a1y01e8735Telah dilaporkan bahwa pada hari Rabu, pihak Federal Reserve memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek. Dilaporkan bahwa suku bunga acuan jangka pendek The Fed tidak berubah yaitu di angka 0,50%. Dalam hal ini, The Fed tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Federal Open Market Committee (FOMC) di akhir pertemuan kebijakan 2 harinya, telah menyatakan jika “kondisi pasar tenaga kerja telah meningkat lebih lanjut bahkan di saat pertumbuhan aktivitas ekonomi terlihat melambat”. Mengacu pada pernyataan tersebut, ekonomi Amerika diperkirakan masih akan tumbuh dengan kecepatan moderat.

Pihak The Fed juga kembali menegaskan bahwasannya, kondisi ekonomi global yang masih lemah membuat kenaikan suku bunga hanya bisa dilakukan secara bertahap. Esther George, Presiden Fed Kansas City, untuk ke-2 kalinya kembali menjadi satu-satunya anggota voting kebijakan yang masih menyerukan untuk dilakukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD relatif tidak banyak berubah meskipun sempat berfluktuasi sesaat setelah pengumuman kebijakan tersebut. Respons major currencies atas dirilisnya hasil FOMC juga rata-rata cenderung menetap atau melemah tipis.

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD, setelah laporan FOMC tersebut, terpantau masih diperdagangkan pada kisaran $1.1325, bergerak naik sekitar 0,22%. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan setelah rilis FOMC, bergerak cenderung menetap.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dan mata uang AUD/ USD juga tetap tertahan di zona merah, dengan masing-masing turun 0,2% dan 2,1%. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CHF setelah rilis FOMC dilaporkan bergerak melemah sekitar 0,15%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY sempat anjlok ke bawah level 109, turun lebih dari 2%. Hal tersebut terjadi, setelah dirilisnya keputusan Bank of Japan (BoJ) untuk tetap mempertahankan kebijakan moneternya. Pihak BoJ memilih untuk melihat efek dari tingkat suku bunga negatif yang diperkenalkan di bulan Januari dan mempertahankan program quantitative dan qualitative easing miliknya.

Gerak nilai harga indeks Nikkei 225 dilaporkan bergerak melemah, berbalik turun setelah sempat menguat pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Gerak nilai harga indeks spot Nikkei bergerak terkoreksi kuat, anjlok lebih dari 500 poin, atau lebih dari 3%, berada di kisaran 16,754.56 setelah sempat menguat sekitar 1.8% sebelum pengumuman dari pihak BoJ.

Menurut salah satu pelaku pasar keputusan BOJ mengejutkan pasar, dimana para pelaku pasar di bursa saham kecewa terhadap keputusan tersebut. Meski demikian, para pelaku pasar di mata uang menyambut baik, terbukti dengan penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen sebesar 2% terhadap hampir semua mata uang utama.

Pihak Bank of Japan diperkirakan akan mengambil langkah stimulus baru pada pertemuan hari ini, meningat penurunan laju inflasi dan penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Bagaimanapun juga, tingkat suku bunga deposit tetap berada pada level -0.1% sementara laju tahunan program pembelian asetnya tetap pada 80 trilyun Yen. BoJ dilaporkan juga tidak mengubah kebijakan suku bunga negatif miliknya atau program pembelian ETF.

Pada bulan Januari lalu, pihak BoJ telah mengadopsi tingkat suku bunga negatif untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, sembari mempertahankan program quantitative dan qualitative easing miliknya. Begitu juga untuk pertemuan bulan Maret. Data inflasi inti Jepang yang dirilis pada tadi pagi berada pada -0.3% di bulan Maret, dan 0 di bulan Februari, berada jauh dari target bank sentral pada level 2%.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah mampu kembali bergerak positif untuk ditutup hampir 3% lebih tinggi pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah sempat tertekan oleh data resmi persediaan Amerika.

Penguatan gerak nilai harga komoditas minyak mentah terjadi, setelah Federal Reserve mengatakan akan meninggalkan suku bunga tidak berubah. Kenaikan suku bunga biasanya akan memicu penguatan gerak nilai apresiasi Greenback, sehingga bisa membebani komoditas berdenominasi mata uang USD.

Sentimen pasar minyak juga mendapat dukungan tambahan dari berita yang menyebutkan jika Arab Saudi dan Kuwait masih belum akan memulai kembali kerjasama di ladang minyak Khafji, yang menghasilkan 280.000 sampai 300.000 barrel/ hari. Hal tersebut terjadi, sebelum masalah lingkungan memaksa penghentian operasional pada bulan Oktober 2014.

Sementara laporan dari pihak Energy Information Administration (EIA) telah menunjukkan bahwa, stok minyak mentah Amerika kembali menyentuh rekor tertinggi, menyusul kenaikan 2 juta barrel menjadi 540,6 juta barrel pada pekan lalu.

Di sisi teknikal, pergerakan bullish komoditas ini masih mungkin berlanjut setelah kembali berhasil mengakhiri perdagangan di atas MA-21 pada grafik 4-jam. Meski demikian, namun stochastic dan RSI yang terlihat telah overbought mensinyalkan potensi kenaikan yang cenderung terbatas dalam jangka pendek. Dibutuhkan konsistensi di atas area 45.30 untuk mendorong keberlanjutan rally menuju setidaknya area 46.35.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Kondisi Positif Ekonomi Amerika Tekan Yen

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (08/ 12/ 2014) ini, dilaporkan bahwa apresiasi mata uang yen masih terpantau melemah terhadap USD. Hal ini dipicu oleh terjadinya melambatnya pertumbuhan ekonomi

Berita 0 Comments

USD Masih Perkasa, Kredit Perumahan Australia Tekan Aussie

Mata uang USD diperdagangkan menguat ke level tertinggi apresiasinya terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini karena imbas serangkaian data ekonomi di minggu lalu, yang mendukung mata uang negeri Paman

Forex News 0 Comments

Euro Nantikan Komentar Petinggi ECB

Euro diperdagangkan di dekat level terendah dalam 3 bulan terhadap yen menjelang pidato dari petinggi European Central Bank pada konferensi di Frankfurt, di tengah spekulasi mereka akan melonggarkan kebijakan moneter

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image