Komentar Taro Aso Picu Koreksi Atas Yen, Kerusuhan Di Kuwait Dukung Gerak Nilai Harga Minyak

EXID_1447386582_af_orgGerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bergerak melemah pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, setelah adanya komentar dari Menteri Keuangan Jepang Taro Aso.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/JPY dilaporkan sempat bergerak naik sebesar 0.24% ke kisaran level 109.07. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY memiliki level support terdekat di kisaran level 108.30 dan level resisten terdekat di kisaran level 109.65.

Taro Aso pada hari Selasa telah mengatakan bahwa, dia akan mengambil “berbagai langkah” untuk meredam pergerakan mata uang yang terlihat berlebihan. Meski demikian, namun dia juga menolak memberikan komentar terhadap kemungkinan adanya intervensi untuk meredam penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen.

Taro Aso kepada wartawan setelah pertemuan kabinet mengatakan bahwa “pergerakan mata uang yang kencang, apakah itu naik atau turun, tetaplah tidak disukai, karena kami lebih nyaman dengan mata uang yang stabil. Taro Aso juga menambahkan bahwa kami akan mengambil beberapa langkah terhadap pergerakan yang cepat terhadap yen baik sedang menguat maupun sedang melemah.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang dilaporkan bergerak positif, menguat, rebound dari gerak penurunan nilai harga terbesar dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei dilaporkan sempat bergerak menguat sebesar 540 poin atau 3.31% di 16.850.

Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga komoditas minyak mentah menguat naik untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lima hari terakhir. Selain hal tersebut, kondisi di pasar ekuitas Amerika yang mengabaikan pergerakan yang mengguncangkan pasar ekuitas Asia pada sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Senin semalam, gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah ditutup di level tertinggi sejak 20 Juli. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar membalikkan gerak pelemahan nilai harga komoditas minyak sebelumnya. Hal tersebut terjadi, karena akibat dari kegagalan pembicaraan di Doha mengenai produksi komoditas emas hitam tersebut, yang sempat membuat gerak nilai harga komoditas minyak bergerak melemah turun sekitar 6% pada sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Meski demikian, namun gerak penguatan nilai harga indeks saham Nikkei tersebut berpotensi terbatas. Hal tersebut terasumsikan, karena para pelaku pasar masih mempertimbangkan kondisi kejatuhan ekonomi di Jepang, akibat dampak dari karena gempa pada pekan lalu.

Diketahui bahwa gempa pada pekan lalu telah menewaskan setidaknya 44 orang dan menyebabkan 1.000 orang terluka. Gempa tersebut memaksa beberapa perusahaan menutup pabrik mereka. Kawasan pariwisatan di kawasan tersebut juga menderita karena para agen perjalanan dari Korea dan China dan operator penerbangan membatalkan penerbangan dan tur kesana.

Perusahaan-perusahaan yang harus menutup pabrik mereka tersebut antara lain seperti perusahaan raksasa Sony Corp dan perusahaan otomotif Toyota Motor Corp. Berkenaan dengan perusahaan otomotif Toyota Motor Corp, salah satu laporan teloah mengestimasikan bahwa laba operasional perusahan otomotif mungkin akan turun sebesar 30 miliar Yen atau setara dengan $274 juta US.

Beralih ke Amerika. William Dudley, Presiden The Fed bagian New York dalam suatu kesempatan pada konferensi di federal Reserve New York, telah menyampaikan bahwa, kondisi gerak laju perekonomian Amerika “cukup baik”. Meski demikian, namun Federal Reserve masih cemas dalam menaikkan suku bunga mengingat sejumlah ancaman, demikian menurut William Dudley pada hari Senin.

William Dudley, yang adalah merupakan anggota voting kebijakan permanen dan merupakan kawan baik Gubernur The Fed Janet Yellen, kembali menegaskan pandangannya. William Dudley mengatakan bahwa penyesuaian kebijakan kemungkinan akan dilakukan secara bertahap dan berhati-hati, seiring Amerika terus menghadapi ketidakpastian dan hambatan terhadap laju pertumbuhan dari krisis keuangan masih belum sepenuhnya hilang.

Tampil pada konferensi di federal Reserve New York, William Dudley kembali mengatakan bahwa dirinya optimis bahwa laju inflasi akan naik. William Dudley optimis bahwa laju inflasi akan naik hingga target 2% dalam beberapa tahun kedepan. William Dudley juga optimis bahwa kondisi perekonomian Amerika akhirnya telah memperbolehkan dimulainya normalisasi kebijakan moneter.

The Fed menaikkan tingkat suku bunga secara perlahan dari dekat nol di bulan Desember, yang merupakan pengetatan kebijakan untuk pertama kalinya dalam hampir selama 1 dekade. Sejumlah ekonom memprediksikan kenaikan selanjutnya akan terjadi di bulan Juni.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan bergerak menguat kembali. Gerak nilai harga komoditas minyak bangkit dari level terendah harian pada sesi perdagangan pasar di hari Senin setelah terjadi kerusuhan di Kuwait.

Kerusuhan tersebut menurunkan jumlah produksi minyak Kuwait hingga 60%, yang membantu minyak rebound. Berita kerusuhan Kuwait tersebut datang bersamaan dengan kegagalan tercapainya kesepakatan pembatasan produksi antara Rusia dan produsen minyak besar lainnya baik dari OPEC maupun non-OPEC di Doha, Qatar.

Kegagalan tercapainya kesepakatan pembatasan produksi antara Rusia dan produsen minyak besar lainnya baik dari OPEC maupun non-OPEC di Doha, Qatar tersebut, sebelumnya telah berakibat imbas negatif atas gerak nilai harga komoditas minyak. Akibat dampak dari kegagalan pertemuan tersebut, membuat gerak nilai harga komoditas minyak langsung anjlok begitu sesi perdagangan pasar hari Senin dibuka.

Pertemuan yang dilangsungkan oleh para negara produsen besar minyak dunia, kecuali Amerkia, baik anggota OPEC maupun non-OPEC di Doha, Qatar tersebut, sebelumnya direncanakan untuk menyepakati langkah pembatasan jumlah produksi. Diharapkan bahwa jumlah produksi yang akan dating setelah kesepakatan tersebut, adalah setara dengan level produksi minyak di bulan Januari lalu, untuk mengurangi oversupply global.

Kegagalan mencapai kesepakatan dalam pertemuan di Doha terjadi, setelah pihak Arab Saudi mengatakan untuk tidak akan membatasi jumlah produksi jika Iran tidak melakukan hal yang sama. Pihak Iran berulang kali telah mengatakan untuk tidak akan melakukan pembekuan sampai jumlah produksi hariannya mencapai level pra-sanksi.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Sterling Rebound Pasca Merosot 3 Sesi Beruntun

Sterling mulai bangkit terhadap dollar pada perdagangan sesi Asia setelah merosot dalam tiga hari beruntun. Sterling mulai tertekan pada perdagangan Jumat setelah data non-farm payrolls AS dirilis lebih tinggi dari

Fundamental 0 Comments

Kondisi Global Dukung Geliat Emas

Gerak harga emas kembali diperdagangkan menguat diawal sesi perdagangan hari Selasa (21/ 10/ 2014) ini, setelah kekhawatiran seputar ekonomi zona eropa kembali meningkat. Meskipun demikian keuntungan yang tercatatkan dalam perdagangan

Komoditas 0 Comments

Aussie Tertekan Akibat China, Minyak Sedikit Menguat Di Awal Sesi Perdagangan Pasar

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah mengalami awal terbaik diantara major currencies sejak di awal sesi perdagangtan pasar di tahun ini. Gerak nilai apresiasi mata

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image