Komentar Yellen Pengaruhi Gerak USD, Gerak Yen Tertekan Di Pasar

Komentar Yellen Pengaruhi Gerak USD, Gerak Yen Tertekan Di Pasar

world regionsPergerakan mata uang USD melemah dan menyentuh level rendah dalam sepekan apresiasinya terhadap mata uang euro. Hal ini terjadi, setelah calon gubernur Federal Reserve, Janet Yellen mengatakan performa perekonomian dan pasar tenaga kerja “jauh dari potensi.”
Indeks USD bergerak anjlok menyusul penurunan terbesar dalam 3 pekan setelah wakil gubernur The Fed mengatakan bahwa outlook harus menguat terlebih dahulu sebelum melakukan pemangkasan stimulus moneter. “Keteragangan dari Yellen dovish dan tercermin pada pelemahan USD.

Komentarnya benar-benar memangkas peluang akan terjadi tapering di bulan Desember,” demikian menurut Joseph Capurso, strategis mata uang pada Commonwealth Bank of Australia di Sidney. Gubernur the Fed Ben S. Bernanke kemarin mengatakan bahwa bank sentral Amerika kehilangan mandatnya pada pekerjaan dan inflasi. The Fed diperkirakan akan memangkas program pembelian obligasi menjadi 70 milyar USD pada pertemuan tanggal 18-19 Maret tahun depan dari laju saat ini sebesar 85 milyar dollar per bulan. “Pemulihan yang kuat akan memperbolehkan The Fed untuk memangkas stimulus moneter dan ketergantungan pada kebijakan yang tidak konvensional seperti pembelian asset. Saya yakin dengan mendukung pemulihan hari ini adalah jalan terbaik untuk mengembalikan pendekatan yang normal bagi kebijakan moneter,” demikian kata Yellen dalam pidato persiapan nominasinya pada Senate Banking Committee. Sementara itu, sterling masih nampak kokoh setelah Bank of England merevisi naik outlook untuk tingkat angka pengangguran. Sterling menguat tajam apresiasinya terhadap USD pada hari Rabu setelah Bank of England mengatakan jika tingkat pengangguran 7%, yang menjadi ambang dimana bank sentral akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga, mungkin akan tercapai paling cepat pada kuartal ke-4 tahun 2014. Namun BoE juga menegaskan jika pencapaian target itu tidak akan secara otomatis memicu kenaikan suku bunga. Para pelaku pasar menilai jika perlambatan inflasi tahunan harga konsumen yang lebih tajam dari perkiraan mungkin telah mengurangi tekanan terhadap BoE untuk memperketat kebijakan moneter. Dari Jepang, mata uang yen bergerak melemah terhadap semua mata uang utama seiring penguatan pada bursa saham Asia dan setelah data menunjukkan tingkat pertumbuhan negeri Jepang melambat di kuartal ketiga, menguatkan peluang penambahan stimulus oleh bank sentral. Yen Jepang melanjutkan pelemahan setelah Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, mengatakan penting bagi negara untuk memiliki intervensi sebagai opsi kebijakan. “Menurutku trend pelemahan mata uang yen akan terus berlanjut. Ada peluang besar penambahan pelonggaran moneter akan diluncurkan tahun depan” oleh Bank of Japan,” kata Marito Ueda, direktur manajer senior pada FX Prime Corp., di Tokyo.

Dari zona eropa, mata uang euro mengakihiri penguatan selama 3 hari setelah anggota dewan eksekutif European Central Bank, Peter Praet, mengatakan ECB dapat menembus jalan tingkat suku bunga negatif. Faktor teknikal berhasil membantu mata uang euro untuk rebound ke level puncak 4-hari apresiasinya terhadap USD pada hari Rabu. Mata uang euro diperdagangkan melemah setelah anggota Dewan Eksekutif ECB, Peter Praet, mengatakan bahwa bank sentral dapat mengadopsi suku bunga negatif atau membeli aset bank-bank sebagai upaya mendongkrak pemulihan ekonomi kawasan. Mata uang tunggal ini juga sempat tertekan oleh laporan Eurostat, yang menunjukkan output pabrik zona eropa merosot 0,5% pada bulan September. “Pembicaraan tentang suku bunga negatif telah menghadirkan kecemasan di pasar. Sejauh ini belum ada bank sentral utama yang telah mengadopsi suku bunga negatif, sehingga konsekuensi tak terduga yang mungkin ditimbulkan oleh opsi kebijakan tersebut membuat investor tidak nyaman,” kata Marc Chandler, analis Brown Brothers Harriman di New York.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Emas Tampak Perkasa Minggu Lalu, Index USD Bisa Menguat Kembali

Telah dilaporkan bahwa dalam sepanjang minggu lalu, gerak harga harga emas di divisi Comex New York Exchange berhasil naik 2,31 % ke level $ 1.184,6 US/ ons. Gerak harga emas

Fundamental 0 Comments

FOMC Pengaruhi USD, Para Pelaku Pasar Pertimbangkan Lirik Pasar Lain

Pada sesi perdagangan hari ini, dilaporkan bahwa indeks USD kembali diperdagangkan melemah. Hal ini menandai kerugian dalam empat sesi perdagangan berturut-turut, setelah Federal Reserve menungkapkan bahwa kenaikan mata uang USD

Forex News 0 Comments

Aussie Melempem Di Tengah Koreksi Teknikal dan Fundamental

Mata uang aussie terpantau mengalami penurunan yang signifikan terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini (11/4). Dollar Australia tersebut mengalami koreksi teknikal setelah pada perdagangan kemarin melejit kencang hingga

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image