Komoditas Minyak Kembali Koreksi, Pasar Global Terimbas

1011207_726734294026755_701284739_nGerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap Greenback dan major currencies lainnya. Hal tersebut terjadi, setelah dipicu oleh gerak penurunan tajam nilai harga komoditas minyak.

Kondisi tersebut telah memicu sentimen risk aversion serta data defisit perdagangan yang secara mengejutkan melebar pada bulan Desember. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie tengah menuju pada gerak pelemahan dalam 2-sesi beruntun, baik terhadap mata uang USD, maupun terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan mata uang Uni Eropa, yaitu mta uang Euro.

Hal tersebut terjadi, meskipun kemarin pihak berwenang dari Reserve Bank of Australia (RBA) masih menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga yang sudah berada di rekor terendah 2%. Sebagai salah satu mata uang berbasis komoditas, gerak nilai apresiasi Aussie sensitif dengan kondisi perdagangan sektor tersebut. Telah dilaporkan bahwa pada hari Rabu ini, gerak nilai harga komoditas minyak kembali jatuh ke bawah $30 per barel.

Tampaknya gerak penurunan dari nilai harga komoditas minyak telah berpengaruh kuat atas sektur mekanisme perdagangan pasr global. Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak Amerika telah menghapus sebagian besar angka penguatan pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu. Gerak nilai harga komoditas minyak berbalik melemah tajam untuk hari ke-2 berturut-turut pada hari Selasa kemarin, seiring memudarnya harapan para pelaku pasar atas adanya kesepakatan antara OPEC dan Iran untuk mengatasi salah satu kelebihan pasokan terburuk dalam sejarah.

Harapan akan adanya kerjasama di antara negara-negara produsen kian menyusut pasca pembicaraan antara Menteri Energi Rusia dan Menteri Perminyakan Venezuela pada awal pekan ini gagal menghasilkan rencana yang jelas untuk mengurangi output. Sentimen di perdagangan pasar komoditas minyak juga terbebani oleh kekhawatiran tentang melemahnya permintaan, setelah proyeksi cuaca terbaru di Amerika menunjukkan potensi suhu yang lebih hangat selama 8 minggu terakhir musim dingin.

Para pelaku pasar tengah juga bersiap menanti rilis data mingguan Amerika yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan besar dalam persediaan minyak Amerika. Pihak berwenang dari Energy Information Administration (EIA) diperkirakan akan melaporkan peningkatan 4,8 juta barrel dalam stok minyak mentah Amerika di pekan lalu.

Gerak penurunan atas nilai harga komoditas minyak telah terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini. Kondisi tersebut juga diekspektasikan akan memengaruhi industri Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair dalam negeri yang sedang bertumbuh.

Angka defisit perdagangan negara Australia secara mengejutkan telah melebar menjadi sekitar 3,54 miliar Dollar Australia pada bulan Desember. Angka defisit Australia adalah senilai 2,73 miliar Dollar Australia pada bulan sebelumnya. Angka tersebut lebih buruk dari ekspektasi defisit yaitu 2,45 miliar Dollar Australia.

Nilai ekspor Australia dilaporkan anjlok sekitar 5%. Nilai penurunan ekspor yang terbesar berasal dari komoditas utamanya, yaitu bijih besi. Nilai impor Australian dilaporkan hanya turun sekitar 1%.

Gerak perlambatan laju ekonomi China, telah mengguncang perdagangan internasional negeri Kangguru. Meski demikian, namun pelemahan Aussie mampu membatasi hambatan perdagangan tersebut. Perlu diketahui bahwa negara China adalah merupakan rekan dagang utama negara Australia.

Selanjutnya para pelaku pasar akan menantikan laporan pertumbuhan tenaga kerja Amerika versi organisasi swasta ADP pada sesi perdagangan pasar nanti malam. Para pelaku pasar mengestimasikan bahwa, angka tenaga kerja Amerika hanya bertambah sebanyak 193.000 pekerja pada bulan lalu. Angka tersebut lebih rendah dari laporan penambahan 257.000 pekerja pada akhir tahun lalu. Aussie membutuhkan data aktual yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan ekspektasi untuk dapat mengikis kerugiannya di sesi perdagangan pasar Asia hari ini.

Gerak nilai apresiasi mata uang Korea Selatan, yaitu mata uang Won, tampaknya juga turut bergerak melemah. Gerak nilai apresiasi mata uang Won dilaporkan telah bergerak anjlok ke level terendah dalam 2 pekan. Hal tersebut juga terjadi di pergerakan nilai harga di bursa saham Asia. Hal tersebut terjadi, seiring penurunan gerak nilai harga komoditas minyak yang telah menekan selera resiko para pelaku pasar.

Resiko pelemahan bagi ekspor Korea Selatan mungkin akan meningkat. Hal tersebut terjadi, seiring dengan keadaan dimana gerak laju perekonomian China dan gerak nilai harga komoditas minyak kemungkinan akan sulit pulih dalam waktu dekat, demikian menurut menurut pernyataan Joo Hyung Hwan, Menteri Perdagangan pada hari Rabu. Gerak nilai harga komoditas minyak kembali turun ke bawah level $30 US/ barel pada sesi New York semalam, turun sekitar 20% tahun ini.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika berjangka ditutup turun $1.74 US, atau sekitar 5.5%, di kisaran harga $29.88 US/ barel. Kondisi tersebut terjadi karena dibebani oleh kecemasan para pelaku pasar terhadap permintaan dan meningkatnya pasokan, karena menurunnya harapan untuk adanya kesepakatan antara OPEC dan Rusia terhadap pemangkasan output.

Menurut analisa dari analis, ada kecemasan yang menghinggapi para pelaku pasar. Hal tersebut dipicu oleh adanya arus modal keluar seiring berlanjutnya penurunan gerak nilai harga komoditas minyak yang telah menekan sentimen dari para pelaku pasar.

Kondisi semakin berat, ditambah dengan berita dari Korea Utara, meski dampaknya hanya akan sementara. Dilaporkan bahwa, pihak Korea Utara telah mengatakan akan meluncurkan roket jarak jauh antara 8 - 25 Februari untuk menempatkan satelit pada orbit. Kondisi tersebut menyusul uji coba nuklirnya yang keempat pada tanggal 6 Januari lalu.

Morgan Stanley merekomendasikan untuk menjual mata uang Won terhadap Greenback. Hal tersebut direkomendasikan, karena mengingat stimulus moneter Bank of Japan (BoJ) pekan lalu meningkatkan peluang langkah yang serupa oleh Bank of Korea (BoK). Morgan Stanley memperkirakan bahwa pihak berwenang dari BoK akan memangkas tingkat suku bunga tahun ini. Hal tersebut dilakukan, seiring laju pertumbuhan akan berada di bawah target BoK yaitu sebesar 3% di tahun 2016.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Amerika telah ditutup dengan kondisi turun tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin. Kondisi tersebut terjadi, karena dibebani oleh penurunan terbaru pada gerak nilai harga komoditas minyak mentah di tengah reaksi yang beragam terhadap beberapa laporan earnings utama.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah ditutup turun sekitar 295 poin setelah anjlok 340 poin di sesi perdagangan tengah sesi. Perusahaan Goldman Sach menyumbang sekitar 53 poin untuk gerak kejatuhan nilai harga indeks saham Dow Jones Average. Sektor bisnis keuangan adalah yang terburuk kedua di indeks S&P 500 dan sektor yang paling terburuk untuk tahun ini sampai saat ini, turun hampir 12%.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah ditutup turun sekitar 1.87%. Meski demikian, namun gerak nilai harga indeks saham S&P masih bertahan di atas level psikologis 1,900. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 sempat bergerak melemah turun di bawah level tersebut.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq tampaknya adalah indeks saham Amerika dengan kinerja yang buruk. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nasdaq turun sebesar 2.2%. Kondisi trsebut terjadi, karena gerak nilai harga saham Apple, bioteknologi dan beberapa perusahaan teknologi raksasan terkoreksi anjlok.

Gerak nilai harga saham Alphabet, perusahaan induk Google, telah memangkas lebih dari setengah penguatan yang dicetak. Meski demikian, namun gerak n ilai harga saham Alphabet masih ditutup naik 1.3% untuk lampaui gerak nilai harga saham perusahaan Apple, yang adalah sebagai perusahaan yang paling bernilai. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham Facebook menyerahkan penguatan mereka dan ditutup turun 0.4%, sementara itu gerak nilai harga saham Amazon ditutup turun hampir 4%.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Jelang Natal Tiba, Aussie Di Bawah 1.04 Jelang Natal

Dengan bursa S&P500 yang bergerak turun sebanyak 0.55% sejak pembukaan, seluruh pasar Asia ditutup, dengan bursa Singapura dan Hong Kong yang hanya dibuka setengah hari, bersiap menyambut Natal, bersama Aussie

Komoditas 0 Comments

Sudah Mencapai 10 Hari Federal Shutdown, Emas Bukan Idola Pasar Lagi Saat Ini

Pasar emas bergerak terkoreksi negative dan anjlok menjelang pertemuan FOMC Minutes Amerika semalam. Harga hampir tidak bergerak pada saat menjelang even dan setelah pertemuan FOMC Minutes berlansung. Janet Yellen akhirnya

Forex News 0 Comments

Aussie Tidak Terkesan Dengan Tenaga Kerja Australia

Aussie melemah setelah data tenaga kerja Australia isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja di Australia bertambah sebanyak 15.900 untuk bulan Juni; lebih baik dari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image