Komoditas Mulai Merangkak, Pelaku Pasar Tahan Beli Greenback

d133040735992d9b3832a1097140fe75461-6-1366x768Mata uang komoditas seperti mata uang Australia, Aussie, mata uang Afrika Selatan, yaitu mata uang Rand, dan mata uang Brasil, yaitu mata uang Real, dilaporkan bergerak menguat nilai apresiasinya. Gerak nilai apresiasi mata uang - mata uang tersebut menguat, karena para pelaku pasar fokus terhadap potensi siklus kenaikan suku bunga Amerika dari The Fed. Kebijakan kenaikan suku bunga ditengarai akan dilakukan secara bertahap dan mengabaikan penurunan pada harga bahan mentah.

Nilai gerak apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, juga dilaporkan telah menguat sekitar 0.5 % setelah pihak berwenang BoJ mempertahankan kebijakan moneter. Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, bergerak menguat menanjak hampir 0.5% tembus lagi diatas level 1.0700. Sementara Kiwi dan Aussie keduanya menguat 1 %.

Gerak nilai apresiai mata uang New Zealand, yang lazim disebut dengan Kiwi, telah dilaporkan tampak memimpin gerak penguatannya pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis lalu, saat Greenback bergerak melemah pasca minutes pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Oktober. Hasil minutes FOMC telah mensinyalkan bahwa jalur kenaikan suku bunga lambat tahun depan. Mata uang Australia, Aussie, menuju penguatan mingguan kedua, meski seiring harga bijih besi, yang merupakan komoditas ekspor utama Australia, ajlok ke level terendah dalam 4 bulan.

Mata uang USD terkoreksi anjlok terhadap major currencies di sesi perdagangan pasar hari Kamis, dimana berbagai analis berargumen bahwa dibutuhkan langkah kebijakan moneter Federal Reserve setelah kenaikan suku bunga pertama untuk memacu performa Greenback lebih lanjut. Pasar obligasi Amerika merespon sinyal kenaikan suku bunga The Fed di Desember yang mungkin sesuai untuk dilakukan berdasarkan hasil minutes FOMC.

Namun penguatan Greenback terhenti, seiring aksi profit taking lembaga hedge fund karena kenaikan suku bunga pertama The Fed sudah terdiskon. Sehingga dibutuhkan sinyal proyeksi suku bunga lanjutan setelah kenaikan suku bunga pertama dari The Fed baru dapat menjadi katalis positif utama USD. Fed Fund futures sendiri menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebanyak dua kali dengan peluang kenaikan bunga yang ketiga di tahun 2016.

Gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225, dilaporkan bergerak melemah sejak awal sesi perdagangan pasar. Gerak lemah nilai harga indeks saham Nikkei 225 ini, terjadi di tengah penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terhadap mata uang USD. Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan terkoreksi melemah di bawah 123 Yen/ USD.

Para pelaku pasar tampak mengurangi posisi untuk beli mata aung USD untuk saat ini. Hal tersebut dilakukan oleh para pelaku pasar, karena mengingat spekulasi bahwa siklus pengetatan The Fed mungkin lebih bertahap dari yang diantisipasi oleh pasar, demikian menurut strategis. Dengan berkurangnya posisi long pada mata uang USD saat-saat ini, telah berhasil mendominasi kecemasan mengenai pelemahan harga komoditas, namun hal tersebut mungkin tidak akan bertahan lama, tambahnya.

Kondisi ini telah membuat mayoritas saham eksportir diperdagangkan negatif, seperti saham Sony, Canon, Mitsubishi Electric dan Toshiba. Namun saham Sharp mencatatkan keuntungan terbesar di awal perdagangan, naik hampir 6%, setelah memproyeksikan bisnis televisinya yang akan meraup untung pada tahun depan.

Indeks Nikkei gagal menyentuh level psikologis 20,000 saat bursa global bersama-sama menguat pada sesi kemarin setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya. Kebijakan monetr BoJ tersebut adalah, yaitu mempertahankan laju pembelian obligasi pemerintah sebesar 80 triliun Yen setahun. Para pelaku pasar mempertanyakan optimisme BoJ terkait kondisi perekonomian yang kembali jatuh dalam resesi pada kuartal ketiga dan pelemahan ekspor pada bulan Oktober.

Haruhiko Kuroda, Gubernur BoJ, dalam konferensi pers kemarin telah mengatakan bahwa, kontraksi ekonomi Jepang selama periode bulan Juli-September terutama karena penurunan invetori karena tingkat konsumsi masih solid dan aktivitas ekspor akan pulih. Keputusan terbaru dari BoJ ini kemudian direspon positif para pelaku pasar atas mata uang Yen, sehingga berbalik melemahkan indeks. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen berpotensi membuat produk-produk ekspor Jepang dinilai menjadi lebih mahal.

Gerak nilai harga indeks Korea Selatan, yaitu indeks saham Kospi, telah dilaporkan bergerak cenderung flat di awal sesi perdagangan pasar Asia. Kondisi ini terjadi, di tengah pelemahan tipis bursa saham global, dengan optimisme para pejabat keuangan Korea Selatan memberikan sentimen positif dalam pasar saham.

Terkait dengan korporat, saham-saham blue cihps telah diperdagangkan berbeda arah. Saham Hyundai Motor naik 0,3% diikuti saham Samsung Electronics dengan kenaikan 0,16%. Sementara mayoritas saham ritel, seperti Lotte Shopping dan Samsung C&T, cederung melemah merespon keputusan Mahkamah Agung untuk membatasi jumlah peritel besar.

Pada hari Jumat ini, Choi Kyung Hwan, Menteri Ekonomi Korea Selatan, telah bertemu dengan pimpinan insittut riset ekonomi utama di Seoul untuk merancang manajemen perekonomian untuk tahun 2016. Dalam kesempatan ini, Choi Kyung Hwan menilai pertumbuhan ekonomi global masih rendah dan kondisi ini telah mengganggu sektor perkapalan, baja, dan ekspedisi yang berujung pada penumpukan dalam pasar.

Tapi Choi Kyung Hwan masih tetap optimis negara perekonomian terbesar keempat di Asia ini mampu bertumbuh 3,3% untuk periode tahunan, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan tahunan 3,2% oleh Bank of Korea (BoK). Lee Ju Yeol, Gubernur BoK, juga kembali menjadi sorotan atas komentar yang dilontarkannya pada kesempatan pers secara terpisah. Lee Ju Yeol telah menyatakan pentingnya mengawasi dampak risiko geopolitik terutama setelah serangan teror yang terjadi di kota Paris, Prancis.

Menurut Lee Ju Yeol, pasar belum dapat mengestimasi dampak serangan teror pada pemulihan ekonomi di zona Eropa dan peluang penularan sentimen ke negara-negara lain. Namun Lee menambahkan perekonomian domestik akan terbatas karena fundamental ekonomi Korea Selatan yang kuat dan kebijakan moneter yang tepat.

Gerak nilai harga minyak mentah berjangka bergerak lebih rendah pada sesi perdagangan pasar hari Kamis. Hal tersebut terjadi, karena seiring para pelaku pasar tidak dapat mengabaikan ketakutan terhadap pertumbuhan suplai global.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak WTI di Nymex untuk bulan Januari, turun 23 sen menjadi $41.72 US/ barel. Sementara itu gerak nilai harga minyak WTI untuk bulan Desember turun 21 sen, atau 0.5%, untuk ditutup di $40.54 US/ barel. Minyak WTI untuk kontrak bulan Desember sempat turun ke bawah $40 US/ barel pada hari Rabu setelah laporan mingguan yang bearish dalam cadangan minyak, namun kembali memantul untuk berakhir di wilayah positif setelah minutes dari pertemuan Federal Reserve bulan Oktober memicu reli di pasar saham.

Gerak nilai harga minyak Brent untuk kontrak bulan Januari, naik 4 sen, atau 0.1%, untuk berakhir di $44.18 US/ barel. Untuk analis yang berpandangan bullish, pergerakan ini adalah sebuah tanda bahwa pasar mungkin dekat di level bawahnya.

Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa kagagalan di bulan Desember untuk menindaklanjuti lebih rendah setelah menguji ke bawah $40 US dan ekspektasi bahwa operasional kilang dan permintaan akan naik, dapat membuat kemungkinan bahwa kita telah menyentuh level terbawah.

Namun dalam jangka pendek minyak mungkin akan sulit untuk reli kencang dengan penguatan Greenback dan kelebihan suplai namun jika anda melihat keluar untuk mengatakan pasar di Desember 2016, anda mungkin dapatkan sejarah untuk harga paling murah. Phil Flynn berpendapat bahwa penurunan di harga komoditas telah memicu permintaan. Sementara itu, pemangkasan belanja oleh produsen minyak seharusnya mulai membantu meringankan melimpahnya suplai global.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Data Rilis Amerika Ditunggu Pasar

Pergerakan pasar mata uang di hari Jumat (05/ 09/ 2014), mata uang USD telah diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama lainnya hari ini, menjelang data ekonomi Amerika malam ini. Biro

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak Bergerak Menguat, Pasar Asumsikan The Fed Akan Tunda Kenaikan Suku Bunga

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, bergerak berbalik melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, seiring gerak nilai harga komoditas

Forex News 0 Comments

Aussie Terperosok Setelah Pernyataan RBA

Setelah melambung hingga nyaris ke level $0.9300, dollar Australia atau Aussie kemudian langsung terkoreksi tajam tidak lama setelah Bank Sentral Australia (RBA) kembali memutuskan suku bunga unchanged pada 2.5%. Koreksi