Kopi Arabika Rebound dari Penuruan Panjang 7 Sesi Berturut-turut
Pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures akhir minggu lalu harga kopi arabika tampak mengalami kenaikan setelah anjlok tajam selama tujuh hari berturut-turut (20/02). Harga kopi mengalami penurunan di tengah lesunya sentiment terhadap Eropa. Meskipun Yunani telah menyetujui pemotongan anggaran, tetapi sentimen mengenai kondisi ekonomi kawasan euro masih cenderung negative.
Harga kopi arabika dalam trend jangka panjang masih cenderung berada dalam pola bearish di tengah kondisi pasokan yang menjanjikan dan potensi turunnya permintaan dari kawasan Eropa. Akan tetapi setelah selama tujuh hari berturut-turut mengalami penurunan, pola koreksi rebound mulai terjadi karena pasar mulai melakukan aksi bargain hunting.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak Maret tampak membukukan kenaikan yang cukup signifikan di akhir sesi perdagangan dini hari tadi. Harga kopi arabika kontrak paling aktif tersebut tampak ditutup menguat sebesar 1.15 sen (0.57%) pada posisi 2.0235 dolar per pon.
Analis menilai bahwa untuk sementara ini harga tampaknya masih akan cenderung berada dalam trend melemah. Harga tidak akan mengalami pergerakan menguat yang terlalu berlebihan karena kondisi ekonomi global tampak masih muram. Kisaran yang akan dialami oleh harga kopi arabika adalah 2 – 2.3 dolar per pon.
Related posts: