Kondisi Ekonomi Eropa Terimbas Isu Imigran, Nilai Harga Minyak dan Indeks Nikkei Rebound

16249_506996652707703_964692965_nMata uang New Zealand/ Selandia Baru, yaitu mata uang New Zealand Dollar (NZD), yang lazim disebut dengan istilah Kiwi, dilaporkan bergerak menguat nilai apresiasinya. NZD bergerak menanjak di awal sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (30/ 09/ 2015) ini, setelah bank ANZ melaporkan para pelaku bisnis di Selandia Baru lebih optimis di bulan September dibandingkan di bulan sebelumnya. Laporan terbaru ini menghapuskan penurunan kepercayaan para pelaku pasar yang terjadi selama lima bulan beruntun.

Hasil survei dari ANZ menunjukkan bahwa, sekitar 18,9% dari 1.500 pebisnis berasumsi pesimis dalam menilai kondisi perekonomian di Selandia Baru untuk kurun waktu setahun mendatang. Angka laporan tersebut lebih baik dari hasil survei yang menunjukkan bahwa 29,1% pebisnis yang pesimis di bulan Agustus. Sebanyak 17% perusahaan-perusahaan menilai akan mampu berekspansi dalam setahun mendatang, lebih tinggi dari optimisme 12% perusahaan. Optimisme pasar ini didominasi sektor konstruksi dan manufaktur.

DDilaporkan bahwa kondisi sentimen konsumen di negara Inggris memburuk lebih dari ekspektasi di bulan September. Hal tersebut terjadi, seiring konsumen menjadi semakin cemas mengenai perlambatan gerak laju ekonomi di Negara China. Selain itu yang turut berkontribusi dalam buruknya sentiment konsumen di Inggris adalah, mengenai krisis imigran di wilayah Eropa, demikian menurut hasil survey hari Rabu.

Dilaporkan bahwa nilai indeks sentimen konsumen bulanan GfK turun menjadi +3 dari +7 di bulan Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2000 seperti di bulan Juni lalu. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa indeks berada pada +6. Perlambatan gerak laju ekonomi di China dan dampaknya terhadap pasar global serta krisis imigran di Eropa, bersama dengan permasalahan ekonomi di zona Eropa, telah menekan sentimen domestik, menurut kepala bagian dinamika pasar pada GfK.

Persepsi atas kondisi perkembangan perekonomian Inggris di sepanjang tahun lalu dan pada setahun kedepan memasuki area negatif, yang mana dikatakan sebagai koreksi pada konsumen, kendati rendahnya inflasi dan kenaikan upah. Penurunan pada tingkat kepercayaan konsumen terjadi setelah sinyal bahwa laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Inggris sedikit melambat di kuartal ketiga. Namun survey oleh Confederation of British Industry yang dirilis hari Selasa kemarin menunjukkan penjualan ritel Inggris berada jauh di atas ekspektasi bulani ini.

Indeks Jepang, Nikkei, dilaporkan bergerak rebound gerak nilai harganya. Hal tersebut terjadi, setelah gerak harga Nikkei anjlok selama 2-sesi beruntun. Mayoritas indeks-indeks utama di bursa Wall Street berakhir menguat di sesi sebelumnya. Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, bergerak melemah setelah semalam pasar komoditas melakukan rebound. Para pelaku pasar menilai harga sudah cukup rendah, turun 4,1% dibandingkan level penutupan hari Jumat pada pekan lalu, sehingga aksi bargain hunting pun terpicu di pertengahan pekan ini.

Nilai apresiasi mata uang Yen sempat melemah di awal sesi perdagangan pasar Asia, setelah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang melaporkan bahwa penjualan ritel Jepang hanya naik 0,8% di bulan Agustus dibandingkan setahun sebelumnya. Angka kenaikan tersebut lebih rendah dari prerkiraan para pelaku pasar sebelumnya, yaitu pada angka kenaikan 1,1%, terlebih lagi disbanding periode sebelumnya yang dilaporkan naik 1,8%. METI juga melaporkan mengenai produksi industri Jepang yang secara mengejutkan turun sekitar 0,5% di bulan Agustus jika dibandingkan bulan sebelumnya, lebih buruk dari ekspektasi pasar yaitu pada angka kenaikan sebesar 1,0%.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen membantu saham-saham eksportir untuk bias memulihkan perdagangan. Saham Toyota Motor, Nissan, dan Suzuki Motor masing-masing naik lebih dari 2%. Saham Sony bahkan melompat 4,7% sementara saham Toshiba menanjak 2,7% sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan hari ini. Dilaporkan juga bahwa nilai saham Japan Tobacco merosot ke dasar indeks Nikkei 225. Saham perusahaan rokok anjlok ini ambruk sampai dengan 7,3% usai menyatakan kesediaannya untuk membeli bisnis rokok Natural American Spirit milik Reynolds American Inc sebesar 600 miliar Yen atau sekitar $5 miliar US secara tunai.

Gerak nilai harga minyak mentah naik pada hari Selasa kemarin, menghapus sebagian besar kerugian dari sesi sebelumnya, menjelang perilisan laporan suplai mingguan dari American Petroleum Institute (API) setelah penutupan sesi perdagangan pasar. Dilaporkan dari New York Mercantile Exchange bahwa, gerak nilai harga minyak WTI untuk kontrak November telah diperdagangkan dalam kisaran ketat antara $44.35 US hingga $45.70 US/ barel. Gerak nilai harga minyak WTI untuk kontrak November berakhir di kisaran $45.27 US, naik $0.82 US, atau 1.83% pada sesi perdagangan pasar hari Selasa.

Kenaikan gerak nilai harga minyak datang setelah kemarin minyak WTI harganya turun lebih dari 2% di tengah kuatnya indikasi yang ada dari Federal Reserve. Indikasi yang ada dari Federal Reserve adalah bahwa mereka akan naikan suku bunga sebelum akhir tahun. Harga minyak Amerika saat ini telah ditutup lebih tinggi dalam tiga dari lima sesi terakhir. Di saat harga minyak WTI menguat lebih dari 2.25% dari perdagangan bulan lalu, mereka masih sedikit di atas level akhir bulan Agustus ketika harga minyak terpukul ke level terendah enam setengah tahun.

Dilaporkan dari International Exchange (ICE) bahwa, gerak nilai harga minyak Brent untuk bulan Oktober diperdagangkan diantara $47.27 US hingga $48.62 US/ barel, sebelum ditutup di kisaran $48.27 US. Gerak nilai harga minyak Brent untuk bulan Oktober telah naik sekitar $0.92 US, atau 1.95%. Selisih antara minyak Brent dan WTI berada di level $3 US, sedikit di atas level hari Senin yaitu di kisaran $2.98 US pada penutupan pasar.

Para pelaku pasar saat ini menunggu perilisan laporan cadangan minyak mingguan dari API setelah penutupan jam perdagangan untuk indikasi lebih lanjut pada keseimbangan suplai dan permintaan di pasar energi Amerika. Secara terpisah, laporan pemerintah pada hari Rabu ini dapat menunjukkan cadangan nasional turun sebesar 0.5 juta barel untuk pekan yang berakhir 25 September. Pada pekan lalu, Energy Information Administration (EIA) Amerika melaporkan dalam Weekly Petroleum Status Report bahwa cadangan minyak mentah Amerika turun sebanyak 1.9 juta barel untuk pekan yang berakhir 18 September, memperpanjang penurunan sebanyak 2.1 juta barel dari pekan sebelumnya. Cadangan minyak mentah Amerika yang di level 454 juta barel masih berada di dekat level tertinggi mereka setidaknya dalam 80 tahun.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

USD Terkoreksi Aksi Profit Taking, PAsar MAsih Yakin Penguatan USD Ke Depan

Dilaporkan bahwan pada sesi pasar Amerika hari Senin (06/ 10/ 2014) kemarin, nilai indeks USD telah terkoreksi hampir 50% dari sesi tertinggi hariannya. Indeks USD ditutup naik sebesar 56 pips

USD Berjaya Bulan Lalu

Pada sesi pasar hari Senin (3/ 11/ 2014) ini, dilaporka bahwa apresiasi mata uang USD kembali menguat terhadap mata uang yen di awal pekan bulan November. Penguatan ini memperpanjang rally

Berita

Greenback Tampak Tekan Poundsterling, OPEC Tampak Tak Terdukung

ugg classic tall cyber mondaycoach bags cyber mondaydoes lululemon have cyber monday salesjordan 11 space jam 2016jordan 11 space jamhttp://goart.it/store/yeezy-boost-prezzo.php Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image