Kondisi Geopolitik Tengah Tegang, Greenback Tersungkur Jelang Thanksgiving

0a0a_0aa_0002_12751_0a0aaa01_0022275_08785550_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback mencoba pulih dari kerugian besar pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, seiring langkah para pelaku pasar yang memangkas posisi beli mereka menjelang hari libur Thanksgiving. Selain kondisi tersebut, gerak lemah nilai apresiasi mata uang USD juga dekarenakan, oleh kodisi ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Ketegangan geopolitik tersebut adalah berupa kondisi setelah pihak Turki yang telah menembak jatuh pesawat tempur milik pihak Rusia. Itu adalah salah satu bentrokan terbuka yang paling serius diantara negara anggota NATO dengan Rusia untuk setengah abad terakhir dan mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyatakan akan ada “konsekuensi yang serius.”

Dilaporkan bahwa gerak nilai indeks mata uang USD telah tergelincir ke level harga 99.60, kembali bergerak melemah, melorot dari level puncak delapan bulan di level 100.00 yang dicapai pada sesi perdagangan pasar di hari Senin lalu. Terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, gerak nilai apresiasi Greenback melemah ke level terendah 1 1.2 pekan di 122.35 dan telah turun sejak mencapai ke level 122.57.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen sedikit menguat di sesi prdagangan pasar Asia pada hari Rabu. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran 122.34. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY terkoreksi turun sebesar 0.13%. Kondisi tersebut terjadi, karena seiring hasil minutes BoJ dan data harga perusahaan yang pesimis di tengah para pelaku pasar memburu aset safe haven setelah pihak Turki menembak jatuh pesawat tempur milik pihak Rusia semalam.

Minutes BoJ yang dirilis pada sesi perdagangan pasar hari Rabu menunjukkan bahwa, pemerintah negara Jepang tidak mungkin untuk mencapai inflasi stabil di kisaran 2%. Langkah tersebut tidak mungkin diambil, kecuali hingga tahun fiskal 2017. Hal tersebut terjadi, adalah karena melambatnya pertumbuhan di negara berkembang dan dibebani oleh kenaikan pajak penjualan.

Pihak berwenang dari BoJ mempertahankan kebijakan stabil di bulan Oktober dan November. Pihak berwenang BoJ tengah mempertahankan target pembelian aset tahunan di level 80 triliun Yen. Minutes BoJ bulan Oktober menyoroti pilihan kebijakan yang mungkin akan di ambil untuk memacu ekonomi lebih lanjut yang mungkin akan memainkan sebuah peran setelah setidaknya satu orang anggota dewan mengatakan pelemahan yen hanya berikan dampak yang lebih kecil dari yang diperkirakan. Dari data ekonomi, indeks harga perusahaan jasa untuk bulan Oktober naik sebesar 0.5%, berada di bawah kenaikan sebesar 0.6% yang terlihat setahun yang lalu.

Para pelaku pasar secara umum telah mengabaikan data yang menunjukkan bahwa ekonomi Amerika, yang menyatakan bahwa laju ekonomi Amerika tumbuh sedikit lebih baik di kuartal ketiga daripada laporan sebelumnya. Hasil rilis data tersebut tentunya sebuah hasil yang mendukung kemungkinan bagi pihak Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Analis senior di Commonwealth Bank mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan domestik Amerika yang kuat masih menjadi penggerak utama dari aktivitas ekonomi Amerika dan itu dapat membenarkan kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember. Namun, saya perkirakan bahwa siklus penguatan The Fed akan dilakukan secara bertahap yang mana itu akan cukup membatasi kenaikan mata uang USD.

Indeks saham Jepang bergerak rendah pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu, menghapus penguatan dari sesi sebelumnya dibalik meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Sebagian besar nilai harga saham berada di zona merah pada awal perdagangan hari ini.

Gerak nilai harga dari saham-saham blue chips Jepang terkoreksi turun. Kondisi tesebut terjadi, seiring volatilitas pasar masih masih berlangsung. Keadaan tersebut telah membuat para pelaku pasar menjadi berhati-hati. Gerak nilai harga saham Toyota dan Sony dilaporkan terkoreksi melemah, bergerak turun hampir 0.5%. Sementara itu, gerak nilai harga saham Canon, Mitsubishi Electric dan Toshiba juga telihat sedikit bergerak melemah.

Gerak nilai harga saham produsen elektronik Sharp masih terus bergerak positif dari sesi perdagangan pasar sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena, seiring gerak nilai harga saham Sharp naik menjadi 9.33%, setelah pengumuman dari lembaga pendanaan Jepang akan berinvestasi ke perusahaan.

Saham Yahoo Japan juga terkoreksi turun sekitar 1.15%. Hal tersebut terjadi, setelah lembaga pemeringkat S&P merevisi outlook untuk perusahaan teknologi raksasa tersebut dari stabil menjadi negatif karena kinerja operasi yang lemah.

Gerak nilai harga saham perusahaan penerbangan Jepang juga terpukul. Kondisi tersebut terjadi, setelah berita penembakan jatuh pesawat temput Rusia oleh angkatan udara Turki. Gerak nilai harga saham Japan Airlines turun sebesar 0.52% sementara itu saham ANA juga bergerak turun sekitar 1.71%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak mentah, telah sedikit melemah di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar melihat data cadangan minyak dari kelompok industri Amerika di saat juga masih memfokuskan pada ketegangan di Timur Tengah.

American Petroleum Institute (API) telah melaporkan bahwa, angka kenaikan cadangan minyak mentah AS adalah sebanyak 2.6 juta barel pada pekan lalu. Angka tersebut jauh di atas perkiraan untuk penurunan 200.000 barel. Secara terpisah, laporan dari pemerintah Amerika pada malam nanti diproyeksi dapat menunjukkan kenaikan sebanyak 1.1 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 November. Dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, gerak nilai harga minyak WTI untuk Januari turun sebesar 0.61% menjadi $42.64 US/ barel.

Pada sesi perdagangan pasar hari Selalsa semalam, gerak nilai harga minyak berjangka bergerak melonjak lebih dari 2%. Hal tersebut terjadi, di tengah meningkatkan ketegangan politik global. Kondisi ketegangan geopolitik terjadi, setelah pihak Turki telah menembak jatuh pesawat tempur pihak Rusia di perbatasan wilayah Suriah.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Melemah Seiring Berkurangnya Permintaan Aset Haven

Yen pertahankan kerugiannya dari kemarin terhadap dollar seiring meredanya ketegangan di Ukraina dan Presiden Barack Obama berikan dukungan penuh untuk Presiden Irak untuk membentuk pemerintahan yang baru, itu mengurangi permintaan

Forex News 0 Comments

Pertemuan Doha Kandas, Nikkei dan Minyak Terjerembab

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak turun untuk hari kedua. Kondisi tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga komoditas minyak melemah. Hal lain yang turut mendorong kondisi

Forex News 0 Comments

Greenback Tekan Kuat Sterling, Pasar Cermati Kondisi Ekonomi Global

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah bergerak melemah terhadap Greenback, sejak pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image