Kondisi Global Beri Tekanan Pada Emas

Kondisi Global Beri Tekanan Pada Emas

11696_3849381332391_2013197477_nPada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (21/ 11/ 2014) ini, gerak harga emas telah dilaporkan mengalami kenaikan pada sesi Asia dengan diperdagangkan lebih tinggi ketika pasar masih melihat dukungan permintaan pada fisik emas menjelang libur akhir tahun. Meski demikian, kenaikan yang dialami oleh emas berjangka telah dibatasi oleh laporan aktifitas manufaktur Philadelphia yang mengalami lonjakan kenaikan dengan melampaui perkiraan pasar. Federal Reserve wilayah Philadelphia menyatakan bahwa PMI Manufaktur telah alami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 40.8 di bulan November.

Selama sesi perdagangan hari Kamis (20/ 11/ 2014) kemarin, harga emas di pasar emas spot bergerak menguat. Gerak harga emas menguat karena USD melemah di sesi perdagangan kemarin. Selama sesi perdagangkan hari Kamis kemarin, perdagangan pasar emas memang dipenuhi dengan banyak jadwal data ekonomi, namun nampaknya pasar emas tidak menerima dukungan yang besar bahkan setelah data ekonomi dirilis semalam. Harga emas menguat sepanjang sesi perdagangan Amerika semalam, karena indeks USD kembali diperdagangkan melemah. Di perdagangan pasar emas futures, harga emas masih ditutup turun melanjutkan pelemahan sesi perdagangan sebelumnya setelah SNB menolak untuk naikkan cadangan emas. Pada akhir periode November, Switzerland Central Bank akan mengadakan referemdum pada 30 November, untuk membahas seputar stimulus bank dan kebijakan bank yang akan dilakukan. Dalam jajak pendapat yang dilaporkan semalam menunjukkan bahwa SNB akan mempertahankan batas atas Franc tetap pada level 1.20/ EUR setidaknya hingga 2017 untuk menangkal efek dari langkah-langkah kontroversial Bank Sentral Eropa (ECB ). Di sisi lain, voter juga menolak untuk meningkatkan cadangan emas SNB menjadi setidaknya 20%. Perlu diketahui bahwa nilai cadangan emas SNB saat ini hanya sebesar 8% dari total asset. Jika SNB tiba-tiba menyetujui kenaikan cadangan emas hingga 20% maka hal ini juga akan mendorong harga emas menguat tajam pada akhir tahun. Dilaporkan pada sesi perdagangan hari Kamis (20/ 11/ 2014) kemarin di Divisi Comex New York Mercantile Exchange bahwa harga emas berjangka kontrak Desember ditutup dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $3.00 US atau 0.25% berakhir pada $1,190.90 US/ ons. Dalam seminggu terakhir, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $2.20 US atau 0.18%. Di harga emas spot ditutup dengan naik sebesar $11.50 US atau 0.97% pada level $1,194.00 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,197.020 dan serendah $1,176.710. Pelaku pasar kini hanya berharap pada kebijakan moneter Amerika usai kecewa setelah pada menit akhir pertemuannya, pejabat Federal Open Market Committee mengungkapkan untuk mengambil langkah mengakhiri langkah-langkah stimulus meskipun ada kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global dan menguatnya USD. Ini berarti, The Fed bergerak lebih dekat kepada kebijakan untuk menaikkan suku bunga, yang kemungkinan dilakukan pada semester kedua tahun 2015. “Akhirnya beberapa pelaku pasar memotong kembali pada kepemilikan emas,” kata Adam Klopfenstein, ahli strategi pasar senior Archer Financial Services LLC di Chicago. Harga emas telah memperoleh manfaat dari kebijakan akomodatif The Fed, yang mempertahankan suku bunga sebesar nol dan menyuntikkan miliaran USD ke dalam perekonomian untuk mendorong pertumbuhan. Beberapa pelaku pasar khawatir kebijakan ini akan memacu inflasi yang lebih tinggi atau melemahkan mata uang USD dan mendorong orang berbondong-bondong membeli emas sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap risiko tersebut. Kenyataannya, tingkat inflasi tetap stabil dan sebagai bank sentral makin yakin untuk menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak tahun 2006, hingga harga emas terus melemah. Sebagai Informasi, pada minggu depan, pertemuan OPEC pada 27 November akan menjadi fokus besar bagi para pelaku pasar. Rumor perlambatan ekonomi global akibatnya penurunan harga minyak mentah dunia, mungkin akan mendorong OPEC untuk mulai menurunkan produksi minyak disejumlah Negara penghasil minyak. Sejak Oktober, harga minyak mentah telah menurun tajam akibat oversupply. Jika OPEC lakukan penguarangan produksi maka gerakn harga emas berpotensi menguat dan mendorong emas juga turut penguat karena potensi peningkatan inflasi dalam jangka panjang.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (21/ 11/ 2014) ini, gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,198.00 - $1,186.00. Level harga kritis yaitu pada $1,180.00 yang kembali terjadi mungkin akan membawa harga emas bertahan pada kisaran $1,180.00 - 1,204.10. Namun pada pola jangka panjang menunjukkan masih tetap adanya kemungkinan emas berada pada kisaran $984 US/ troy ons. Apabila ternyata gerak harga mampu menembus level supports $1,180.00 maka harga emas berpotensi melanjutkan gerak penurunan hingga target jangka panjang yaitu pada kisaran level harga $926.70 - $984.00. Pada akhir pekan ini, para pelaku pasar akan fokus pada hasil referendum parlemen Jepang dan jadwal press conference kepala ECB, Mario Draghi. Hasil kesepakan dari Parlement Jepang mungkin akan meningkatkan volatilitas USD dan Yen.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Analisis Fundamental Sterling, Awal Pekan Dibuka Turun

Mata uang Poundsterling pada hari ini (Senin, 3 Februari 2014, 02:45:48 GMT) secara umum terpantau melemah terhadap mata uang utama lainnya. Dibuka pada 1.6442 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata

Komoditas 0 Comments

Terdampak The Fed, Greenback Tertekan

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD terus melemah dalam sesi perdagangan pagi Asia, Kamis, beberapa jam setelah Federal Reserve bergerak untuk menaikkan suku bunga dan China mengikuti pergerakan

Fundamental 0 Comments

Kebijakan Pajak China Dongkrak Otomotif, USD Masih Pertahankan Keperkasaannya

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD masih tetap mempertahankan gerak penguatannya. Para pelaku pasar tampak masih menunggu untuk

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image