Kondisi Global Dukung Geliat Emas

Kondisi Global Dukung Geliat Emas

10629821_712130022194364_1781650397271338874_nGerak harga emas kembali diperdagangkan menguat diawal sesi perdagangan hari Selasa (21/ 10/ 2014) ini, setelah kekhawatiran seputar ekonomi zona eropa kembali meningkat. Meskipun demikian keuntungan yang tercatatkan dalam perdagangan pasar emas masih tertahan karena bayang-bayang seputar isu berakhirnya QE oleh Federal Reserve. Penguatan gerak harga emas didukung dari permintaan emas dari India untuk memperingati festival Diwali, dan awal musim pernikahan. Sementara itu, volume perdagangan emas di China naik ke level tertinggi sejak Mei 2013. Pasar emas menyelesaikan sesi perdagangan hari Senin (20/10/ 2014) kemarin, dengan menorehkan hasil keuntungan cukup tajam, membalikkan kerugian dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Penguatan harga emas dikarenakan oleh adanya dukungan sentimen para pelaku pasar untuk mengambil safe-haven.

Sentimen ini terjadi karena sebelumnya di pasar masih kuat asumsi kekhawatiran para pelaku pasar atas kondisi perkembangan seputar ekonomi zona eropa untuk berpeluang kembali memburuk. Kekhawatiran para pelaku pasar saat ini juga atas melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang turut memicu sentiment permintaan safe-haven untuk emas. Dilaporkan bahwa kepemilikan emas dari SPDR Gold Trust naik 1,5 ton pada pekan lalu. Ini inflow mingguan pertama sejak awal September. Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan hari Senin (20/ 10/ 2014) kemarin di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka kontrak Desember selesaikan perdagangan dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $5.70 US atau 0.46% berakhir pada $1,244.70 US/ troy ons. Harga spot emas dilaporkan telah ditutup dengan kenaikan sebesar $8.90 US atau 0.72% berakhir pada $1,247.40, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,248.60 dan serendah $1,234.45. Para pelaku pasar hendaknya untuk juga memperhatikan perkembangan ekonomi di negara Yunani. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya bahwa negara tersebut pada minggu lalu tercatatkan imbal hasil obligasi jangka panjang negara naik diatas 7%, dan berada mendekati level 10% pada hari Jum’at minggu lalu. Kenaikan yang signifikan pada imbal hasil obligasi Yunani seharusnya akan membawa angin segar pada perdagangan pasar emas, karena telah membawa spekulasi bahwa Yunani akan kembali mencari bailout dari Uni Eropa. Hal ini juga telah memicu Uni Eropa untuk segera mengadakan pertemuan di Berlin selama 2 hari, yang akan dimulai pada 23 Oktober 2014. Mengacu pada situs resmi logam mulia, dilaporkan bahwa harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk. (Antam), pada hari Selasa (21/ 10/ 2014) ini, tidak mengalami perubahan atau tetap di kisaran harga Rp 526 ribu/ gram, jika dibanding dengan harga jual sebelumnya. Harga pembelian kembali emas Antam juga tidak berubah di kisaran harga Rp 475 ribu/ gram. Berikut ini merupakan daftar harga emas yang dijual Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 243.300.000, pecahan 250 gram - Rp 121.750.000, pecahan 100 gram - Rp 48.750.000, pecahan 50 gram - Rp 24.550.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.225.000, pecahan 10 gram - Rp 4.920.000, pecahan 5 gram - Rp 2.485.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 526.000. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, meski permintaan fisik emas menguat dari Asia, permintaan tersebut bakal mereda dalam waktu dekat. Dilaporkan juga bahwa hari ini gerak harga perak untuk pengiriman Desember telah naik sebesar $ 2,3 sen menjadi $ 17.354 US/ ons. Platinum untuk pengiriman Januari menguat $ 6 US menjadi $ 1.267,5 US/ troy ons.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang lebih besar dari sesi perdagangan kemarin. Hal ini karena mengingat ada data Existing Home Sales yang akan dirilis pada sesi pasar Amerika malam nanti. Tercatatnya angka keuntungan pada perdagangan pasar dalam dua minggu terkahir merupakan level koreksi dari trend bearish yang terjadi sejak tiga bulan. Jika isu seputar negara Yunani mampu membawa imbas positif bagi gerak harga di perdagangan pasar emas, maka emas diperkirakan akan mampu menguji level tertinggi pekan lalu pada $1,249.55 US. Para pelaku pasar akan kembali melihat perkembangan seputar pertemuan FOMC pada akhir Oktober mendatang, untuk menentukan trend lanjutan, setelah rebound dua minggu ini. Pada sesi pasar hari ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,258.10 - $1,241.50. Harga emas tetap berpotensi mengejar level support kuatnya yaitu pada kisaran level harga $1,180 yang merupakan level terendah sejak tahun lalu. Apabila trnyata gerak harga mampu menembus level supports $1,180.00, maka harga emas akan berpotensi untuk melanjutkan penurunan hingga target jangka panjang pada kisaran level harga $926.70.

About author

You might also like

NFP Tidak Sesuai Harapan, USD Terkoreksi Kuat

Gerak mata uang USD anjlok ke dekat level terendah 2-tahun terhadap mata uang euro. Selain itu, mata uang USD juga melemah terhadap major lainnya. Hal ini terpicu pasca laporan pemerintah

Forex News 0 Comments

USD Respons Negatif Apresiasi Major Jelang Persiapan Rilis Data Amerika

Mata uang USD diperdagangkan melemah terhadap mata uang yen setelah diterpa aksi profit taking setelah menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir, mejelang dirilisnya data-data ekonomi penting Amerika. USD menyentuh

Forex News 0 Comments

Memburuknya Data Sektor Konstruksi Picu Lesu Aussie

Pada perdagangan hari ini mata uang aussie terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah terhadap dollar AS (26/2). Aussie terpukul mundur seiring dengan lesunya bursa-bursa saham di kawasan Asia pagi ini.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image