Kondisi Positif Ekonomi Amerika Tekan Yen

Kondisi Positif Ekonomi Amerika Tekan Yen

10646870_761103587281008_8810102944400907309_nPada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (08/ 12/ 2014) ini, dilaporkan bahwa apresiasi mata uang yen masih terpantau melemah terhadap USD. Hal ini dipicu oleh terjadinya melambatnya pertumbuhan ekonomi Jepang ditengah meluasnya surplus neraca perdagangan China. Mata uang yen terlihat tidak mampu memperbaiki kerugiannya terhadap USD setelah serangkaian data ekonomi memperlihatkan telah melambatnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Jepang. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Kantor Kabinet telah menyatakan bahwa pertumbuhan domestik bruto Jepang telah alami penurunan sebesar 0.5% di kuartal tiga. Dalam waktu yang bersamaan, berdasarkan laporan dari Menteri Keuangan Jepang menyatakan bahwa surplus transaksi berjalan di wilayah Jepang telah meluas, yang disesuaikan secara musiman menjadi 0.95T di bulan Oktober, dari 0.41T di bulan September. Dalam laporan terpisah, dilaporkan bahwa Bank Sentral Jepang telah menunjukkan bahwa pinjaman di tingkat konsumen Jepang telah alami kenaikan sebesar 2.7% di bulan November.

Kondisi ekonomi Amerika yang baik, dengan ditunjukkan oleh terus membaiknya pasar tenaga kerja serta pertumbuhan produk domestik bruto, berbanding terbalik dengan ekonomi Jepang yang memasuki resesi, membuat mata uang yen merosot dan tertahan di level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Pehitungan PDB yang ke dua Amerika pada kuartal ke-tiga adalah sebesar 3,9%, lebih tinggi dari perhitungan awal yaitu sebesar 3,5%, dan estimasi para pelaku pasar sebelumnya yaitu sebesar 3,3%. Departemen Tenaga Kerja Amerika pada hari Jumat lalu telah melaporkan tentang penambahan tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja yang terjadi adalah sebanyak 321.000 di bulan November, menjadi merupakan yang tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir, dengan tingkat pengangguran tetap sebesar 5,8%. Para pelaku pasar sebelumnya telah memperkirakan adanya penambahan sebesar 231.000. Kondisi positif ekonomi di Amerika telah mampu menekan gerak apresiasi mata uang yang lain. Dari Austarlia dilaporkan bahwa, setelah sempat bergerak menguat setelah dibuka dengan gap down di awal minggu ini, mata uang aussie kembali berbalik melemah. Hal ini terjadi karena terbebani oleh data perdagangan China. Pergerakan mata uang aussie cenderung sensitif terhadap data China yang merupakan mitra dagang utama Australia. Data dari General Administration of Customs menunjukkan eksport di bulan November naik 4,7% dari tahun sebelumnya, lebih rendah dari kenaikan bulan Oktober sebesar 11,6% dan dibawah estimasi para pelaku pasar yaitu sebesar 8%. Sedangkan untuk import dilaporkan turun 6,7% setelah naik 4,6% di bulan Oktober, dan mematahkan estimasi para pelaku pasar yaitu adanya kenaikan 3,9%. Penurunan import dan kenaikan eksport tersebut membuat surplus neraca perdagangan melebar menjadi $54,47 miliar US di bulan November, di atas estimasi para pelaku pasar yaitu sebesar $45,1 miliar. Mata uang negeri kanguru, Aussie, ini sebelumnya tertekan setelahrilis data non-farm payrolls Amerika minggu lalu. NFP dirilis jauh lebih tinggi dari ekspektasi pada hari Jumat (05/ 12/ 2014) lalu. Departemen Tenaga Kerja Amerika melaporkan penambahan tenaga kerja sebanyak 321.000 di bulan November, menjadi yang tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan akan ada penambahan sebesar 231.000.

Perdagangan di pasar global, tampaknya harga-harga di pasar akan diperdagangkan pada kisaran yang sempit pada minggu ini. Berita terbaru seputar penurunan peringkat utang Italia pada satu tingkat lebih tinggi diatas peringkat terendah nampaknya akan membawa sentimen negatif pada apresiasi mata uang euro. Juga masih aka nada potensi penguatan USD yang turut menekan pergerakan mata uang major lainnya, maupun gerak pasar komoditi.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Greenback Tertopang Proyeksi Ekonomi Amerika, Game Pokemon Go Berimbas di Indeks Nikkei

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu bahwa, nilai indeks USD telah melanjutkan gerak penguatan secara rally. Hal tersebut terjadi, menyusul hasil rilis data ekonomi Amerika pada sesi

CFD News 0 Comments

Yen Masih Mendominasi, Jepang Target Inflasi

Jepang melalui  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mungkin sedang membayangkan bagaimana mencapai tonggak kejayaan ekonominya setelah beberapa dekade berada dalam jurangresesi. Sementara langkah-langkah pro-growth  abe untuk melengkapi kebangkitan ekonomi jepang 

Forex News 0 Comments

Yen Lanjutkan Penurunan terhadap Dollar untuk 2 Hari Berturut-turut

Mata uang yen Jepang kembali melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS (08/01). Mata uang Jepang ini melemah untuk dua hari berturut-turut terhadap dollar setelah pada perdagangan Senin lalu menguat hingga mencapai

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image