Kondisi Yunani Masih Pening, Apresiasi Yen dan Aussie Tidak Turut Gerak Positif Emas

Golden Bugatti VeyronPada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (16/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG masih bergerak secara terbatas. Gerak harga emas belum bergerak banyak dari posisi harga penutupan sesi perdagangan pasar hari Senin pada hari Selasa dini hari tadi. Pada sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa (16/ 06/ 2016) pagi, gerak harga emas terlihat menguat. Setelah lonjakan dari tadi malam, seiring dari perkembangan pembicaraan hutang Yunani. Gerak harga emas dilaporkan telah sempat diperdagangkan pada posisi $ 1.184,65 US. Gerak harga emas dilaporkan telah diperdagangkan pada volatilitas yang sangat besar selama sesi perdagangan pasar hari Senin (15/ 06/ 2015) kemarin. Gerak harga emas telah sempat diperdagangkan dengan bergerak mencapai level terendah hariannya pada $1,172.640 US.

Gerak harga emas bergerak sampai pada level terendah harian tersebut, karena meningkatnya dampak kekhawatiran para pelaku pasar atas kondisi krisis hutang Yunani yang hingga mampu membawa nilai apresiasi mata uang USD bergerak naik cukup tinggi dimana para pelaku pasar melakukan aksi sell-off pada mata uang major lainnya. Saat mulai memasuki pertengahan sesi perdagangan pasar Eropa pada hari Senin (15/ 06/ 2015) kemarin, gerak harga emas mencoba bergerak lebih tinggi setelah negara Russia menurunkan suku bunga acuan sebanyak 100 Bps menjadi 11.50%. Data fundamental ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil tidak terlalu baik dan adanya kabar kembali terjadinya ketegangan di wilayah Yaman telah mampu membawa gerak harga emas bergerak lebih tinggi pada sesi perdagangan pasar Amerika. Gerak harga emas telah terdepresi pada sesi perdagangan pasar Asia hingga pembukaan sesi perdagangan pasar Eropa. Hal ini terjadi karena gerak harga emas kehilangan daya tarik akibat adanya gerak penguatan tajam pada nilai apresiasi mata uang USD. Gerak harga emas seharusnya menerima sentiment positif dari kondisi pelik atas masalah hutang negara Yunani. Di Brussels, kondisi negosiasi antara pihak negara Yunani dan pihak kreditor internasional yang gagal untuk menjembatani kesenjangan yang lebar pada isu-isu dari reformasi pensiun, pajak. Negara Yunani bisa kehabisan waktu sebelum bailout berakhir pada 30 Juni. Hal ini diketahui jika Yunani memiliki cukup uang tunai dalam dana cadangan darurat untuk memenuhi pengembalian pinjaman €1,1 miliar untuk Dana Moneter Internasional atau IMF pada akhir bulan. IMF tetap bersikeras bahwa pihak pemerintah Yunani memberlakukan pemotongan secara signifikan dan memberlakukan pajak pertambahan nilai yang lebih tinggi sebelum menyetujui kesepakatan. “Kita harus bekerja darurat karena Yunani akan jatuh ke dalam keadaan darurat. Pasokan energi, membayar untuk petugas polisi, obat-obatan, produk farmasi, dan banyak lagi (perlu ditutupi),” demikian yang dikatakan oleh Guenther Oettinger, Komisaris Uni Eropa Jerman kepada wartawan. Pada hari Senin kemarin, dilaporkan bahwa imbal hasil Obligasi 2 tahun negara Yunani bergerak melonjak hampir 300 basis poin 26.6% sebagai kemungkinan berkurangnya hasil kesepakatan Yunani.

Gerak harga emas kemarin sempat mencoba bergerak lebih tinggi setelah pihak Central Bank of Russia (CBR) mengambil kebijakan atas suku bunga. CBR bertindak menurunkan suku bunga bank sentral menjadi 11.5% dari 12.5% pada hari Senin kemarin. Jadwal Press Conference kepala ECB Mario Draghi yang ternyata tidak terlaksana telah membawa gerak harga emas jadi kembali bergairah. Sementara data Industrial Amerika yang dirilis tidak terlalu baik membawa gerak harga emas semakin menjadi incaran para pelaku pasar selamasesi perdagangan pasar Amerika berlangsung. Dilaporkan bahwa hasil rilis data Industrial Production Amerika turun sebanyak 0.2% selama periode Mei. Data Industrial Production Amerika dirilis lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan dari hasil data sebelumnya yaitu pada +0.3% (F) dan -0.3% (P). Para pelaku pasar juga masih menantikan hasil pertemuan The Fed yang akan dirilis pada hari Kamis dini hari mendatang. Para petinggi Federal Reserve Amerika akan mulai melangsungkan pertemuan bulanannya malam nanti. Mereka mengharapkan ada sinyal yang jelas mengenai kapan suku bunga acuan di Negeri Paman Sam akan mulai dinaikkan.

Gerak harga emas telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Senin (15/ 06/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $5.50 US atau 0.42% dengan harga berakhir pada level $1,185.600 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,190.345 US dan serendah $1,172.640 US. Dalam pergerakan harga dalam kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $9.9 US atau 0.83%. Gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini, dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Senin (15/ 06/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $6.60 US atau 0.60% dengan harga berakhir pada level $1,185.800/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $10.70 US atau 0.90%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (16/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 557.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Selasa (16/ 06/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 504.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (16/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 254.250.000, pecahan 250 gram - Rp 127.125.000, pecahan 100 gram - Rp 51.000.000, pecahan 50 gram - Rp 25.700.000, pecahan 25 gram - Rp 12.825.000, pecahan 10 gram - Rp 5.180.000, pecahan 5 gram - Rp 2.615.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 557.000.

Pada perdagangan nilai apresiasi mata uang, dilaporkan bahwa mata uang Jepang yaitu mata uang Yena, dilaporkan kembali diperdagangkan melemah terhadap sejumlah major currencies pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa ini. Perlemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terjadi, setelah Haruhiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan (BoJ), memberikan klarifikasi atas komentar tentang pelemahan mata uang yang telah dilontarkan pekan lalu. Di depan parlemen, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud memprediksi nilai tukar mata uang di masa depan ketika membahas tentang pelemahan mata uang Yen pada pekan lalu baru-baru ini. Haruhiko Kuroda juga menambahkan jika Real Effective Rate bukan merupakan indikator untuk nilai tukar bilateral, dan ia tidak berniat untuk memperlemah nilai apresiasi mata uang Yen. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD/ JPY sempat berada pada kisaran $123.55 US atau sekitar 0,1% di atas harga penutupan sesi perdagangan pasar hari Senin, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di $ 123.79 US.

Dari Australia, dilaporkan bahwa nilai papresiasi mata uang Aussie melemah pada hari Selasa karena minutes RBA dari pertemuan terakhir mereka masih mempertahankan nada dovishnya. Reserve Bank of Australia (RBA) melihat kebijakan moneter masih akomodatif terutama karena Aussie masih lebih kuat dari yang mereka inginkan, menurut minutes pertemuan tanggal 2 Juni yang dirilis pada hari Selasa. Pihak RBA mempertahankan suku bunga di rekor terendahnya di level 2% pada pertemuan tanggal 2 Juni. Pihak RBA menilai mereka tepat untuk meninggalkan suku bunga tidak berubah setelah melonggarkan kebijakan pada pertemuan sebelumnya dan itu dilakukan untuk menilai informasi pada kondisi ekonomi dan keuangan menjadi tersedia. Mereka juga mengatakan bahwa data tersebut akan menginformasikan penilaian dewan pada keadaan dan outlook ekonomi serta sikap kebijakan saat ini akan menjadi yang paling efektif atau tidak untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan target inflasi yang konsisten. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/USD diperdagangkan di kisaran 0.7762, turun 0.05% pada hari Selasa pagi ini.

Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Selasa (16/ 06/ 2015) hari ini, diperkirakan bahwa volume perdagangan akan lebih besar dari periode awal pekan. Diperkirakan demikian karena pertemuan kreditur EU-Yunani nampaknya akan kembali digelar hari ini saat memasuki sesi perdagangan pasar Eropa siang nanti. Jika perundingan gagal Yunani akan terpaksa menyatakan kebangkrutan dan harus keluar dari keanggotaan kawasan Euro. Gerak harga emas akan mencari arahan dari pergerakan nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar hari ini. Kemungkinan gerak harga emas akan bisa mengalami gerak kenaikan harga lanjutan di sesi perdagangan pasar Eropa dan Amerika nanti. Pada sesi perdagangan pasar Amerika nanti, akan ada rilis data perumahan Amerika. Pada perdagangan hari Selasa (16/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas sangat berpotensi untuk bergerak dan mencoba mencapai level harga resistance pada kisaran $ 1.190 US/ troy ons. Apabila ternyata level harga tersebut mampu dicapai dan ditembus, maka gerak harga emas akan sangat berpotensi untuk bergerak melanjutkan lagi ke kisaran harga $ 1.200 US. Apabila ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, maka gerak harga akan menuju level support pada kisaran harga $ 1.175 US. Jika ternyata gerak harga mampu untuk menembus level tersebut, maka gerak harga emas akan melanjutkan gerak pelemahannya ke kisaran harga $ 1.170 US. Para pelaku pasar masih menantikan hasil dari rapat FOMC yang akan diumumkan hari Kamis dini hari mendatang. “Semua orang berpikir The Fed akan memutuskan kenaikan suku bunga pada September. Waktu tepat akan mengejutkan,” ujar Adrian Ash, Kepala Riset BullionVaut. Gerak harga emas akan bergantung terhadap hasil pertemuan The Fed yang dimulai pada hari Rabu. Para pelaku pasar akan fokus terhadap pernyataan Janet Yellen, pimpinan Federal Reserve soal kebijakan suku bunga.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Dollar Melesat Ke Level Tertinggi 7 Bulan

Dollar menguat tajam dan menyentuh level tertinggi 7 bulan terhadap yen pada perdagangan sesi Asia pagi ini, naiknya risk appetite investor membuat Nikkei melambung ke level tertinggi satu bulan, membuat

Koreksi Yen Dongkrak Nikkei, Suplier Besar Minyak Akan Adakan Pertemuan

Gerak nilai apresiasi dari mata uang Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan telah bergerak menguat atas Greenback. Hal tersebut terjadi, seiring adanya rilis data hasil laporan ekonomi Australia.

Forex News 0 Comments

Gerak Harga Emas Masih Di Bawah, Ritel Jerman Turun Dan USD Terkoreksi

Gerak harga emas diperdagangkan dalam kondisi melemah saat memasuki sesi perdagangan ketiga di pekan ini (sesi pasar hari Rabu, 29/ o4/ 2015), kehilangan dukungan setelah menguat tajam dalam dua sesi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image