Koreksi Atas Apresiasi USD, Laju China Masih Belum Optimal

0a1y01e8720Nilai apresiai mata uang Aussie terhadap mata uang USD telah mendekati level tertinggi dalam dua pekan terakhir pergerakannya. Nilai apresisi mata uang AUD/ USD dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (14/ 09/ 2015) pagi ini telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7123. Nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat mencapai level terendah harian 0.7077, dan tertinggi 0.7135.

Telah dilaporkan bahwa setelah berhasil menghentikan penurunan empat pekan beruntun pada pekan lalu, mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, bergeerak menguat nilai apresiasinya. Mata uang negeri kanguru ini, bergerak positif dan saat-saat ini nilai apresiasinya tengah dalam kondisi melanjutkan penguatan terhadap Greenback, atau mata uang USD.

Beberapa rilis data ekonomi dari dalam negeri Australia pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu, telah mampu memberikan kontribusi positif terhadap nilai apresiasi mata uang Aussie. Rilis data-data tersebut telah mengangkat aussie menjauhi level terendah dalam lebih dari enam tahun terakhir. Para pelaku pasar global juga tengah fokus, menanti hasil rapat moneter Federal Reserve Amerika yang akan diselenggarakan pada sesi perdagangan pasar pekan ini.

Telah dilaporkan bahwa National Australia Bank pada hari Selasa melaporkan indeks kondisi bisnis Australia naik 5 poin menjadi +11 di bulan Agustus dari bulan Juli. Level tersebut merupakan level tertinggi sejak akhir tahun 2009 lalu. Akan tetapi, ternyata laporan indeks kepercayaan bisnis dilaporkan bergerak turun menjadi +1, dari sebelumnya +4, dan menjadi yang merupakan angka terendah sejak pertengahan 2013 lalu.

Data yang telah dirilis dari Australia pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu telah menunjukkan mengenai adanya penambahan jumlah tenaga kerja di Australia. Angka penambahan jumlah tenaga kerja di Australia yang tercatat adalah sebanyak 17.400 di bulan Agustus. Angka tersebut lebih tinggi dari dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya, yakni sebesar 5.200 tenaga kerja.

Mengenai tingkat angka pengangguran di Australia, data rilis adalah sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar sebelumya, yaitu turun menjadi 6,2%. Angka pencapaian tersebut adalah lebih rendah dari hasil laporan tingkat angka pengangguran sebelumnya. Tingkat angka pengangguran pada laporan di bulan sebelumnya adalah di angka 6,3%.

Data dari mitra dagang utama Australia, yaitu China, pada hari Minggu kemarin dilaporkan telah menunjukkan laporan positif. Telah dilaporkan bahwa laporan penjualan ritel China naik lebih tinggi dari ekspektasi para pelaku pasar di bulan Agustus. Laporan mengenai produksi industri dilaporkan telah naik, meskipun kenaikan tersebut adalah lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Juga telah diilaporkan juga mengenai investasi asset, yang dilaporkan masih tetap menunjukkan penurunan.

Hasil rilis data ekonomi China yang tidak menggembirakan di hari Minggu kemarin tak ayal telah membuat harapan para pelaku pasar global akan adanya stimulus untuk perekonomian jadi meningkat. Keadaan sikap para pelaku pasar tersebut, tentunya telah membuat gerak nilai harga indeks Hang Seng Hong Kong bergerak secara positif. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks Shanghai Composite China relatif stabil setelah pembukaan, dan bergeral secara flat.

Pada hari Minggu kemarin, pihak berwenang dari Biro Statistik China telah melaporkan bahwa produksi industri bulan Agustus naik 6,1% dari periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut lebih tinggi dari kenaikan 6,0% di bulan Juli, walaupun masih lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan bahwa produksi industri China akan berada di angka 6,3%. Juga dilaporkan bahwa angka penjualan ritel naik 10,8%. Pencapaian tersebut lebih tinggi dari laporan di bulan sebelumnya yaitu pada angka 10,5% dan dari estimasi para pelaku pasar sebelumnya yaitu pada angka 10,6%.

Laporan mengenai angka investasi aset tetap negara China dalam kurun waktu delapan bulan pertama di tahun ini adalah sebesar 10,9%. Laporan angka investasi aset tetap lebih rendah dari laporan di bulan sebelumnya dan dari estimasi para pelaku pasar sebelumnya, yaitu sebesar 11,2%. Kenaikan angka investasi tetap tersebut ternyata adalah yang menjadi catatan yang terendah sejak tahun 2000.

Pemerintah China dilaporkan telah menurunkan tingkat suku bunga mata uangnya, yaitu mata uang Yuan. People’s Bank of China (PBoC) telah melakukan kebijakan dengan menurukan tingkat suku bunga sebanyak lima kali sejak pada bulan November tahun lalu. Meskipun demikian, langkah yang dilakukan oleh PBoC tersebut, apalah daya, ternyata masih belum mampu untuk bisa mendongkrak gerak laju perkonomian yang telah terseret oleh kondisi penurunan di sektor properti, over-kapasitas dan deflasi di pabrik atau produsen.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Hang Seng telah bergerak positif. Gerak nilai harga indeks Hang Seng telah bergerak positif menguat sekitar 0.64% dengan berada di kisaran level harga 21.642,86. Gerak nilai harga indeks Hang Seng Futures telah diperdagangkan di kisaran level 21547. Gerak nilai harga indeks Shanghai Composite China juga telah dilaporkan bergerak naik sekitar 0,15% menjadi 3204,93.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (11/ 09/ 2015) minggu lalu, telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD terkoreksi. Nilai apresiasi Greenback bergerak melemah terhadap major currencies. Kondisi tersebut terjadi, adalah karena setelah adanya laporan rilis data mengenai laporan data Indeks Harga Produsen (PPI) yang stagnan di bulan Agustus.

Kondisi lain yang turut mendukung imbas negatif atas gerak nilai apresiasi mata uanga USD pada sesi perdagangan pasar tersebut adalah dikarenakan oleh sentiment konsumen bulan September yang mengecewakan. Kondisi tersebut membuat para pelaku pasar jadi meragukan apakah benar atau tidak bahwa pihak berwenang dari Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga pada pekan ini. Angka inflasi yang moderat dikombinasikan dengan pasar tenaga kerja semakin kompetitif menjadi pertimbangan dilematis bagi para pejabat The Fed dalam menentukan kebijakan moneter saat pertemuan tanggal 17 September pekan depan.

Selain itu, rilis hasil survei awal University of Michigan terkait indeks sentimen konsumen Amerika untuk bulan September secara mengejutkan lebih rendah dari ekspektasi dan menambahkan tekanan pada mata uang USD Penurunan sentimen merupakan dampak dari fluktuasi dalam pasar saham baru-baru ini dan kecemasan perlambatan gerak laju ekonomi di China, sementara penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD telah turut pula membatasi kenaikan angka inflasi.

Telah dilaporkan pada akhir sesi perdagangan pasart di minggu lalu bahwa, gerak nilai harga minyak kembali turun di bawah kisaran $45 US/ barrel pada hari Jumat, dan telah menderita penurunan mingguan sekitar 3%. Di hari yang sama Goldman Sach telah juga turut menyumbang imbas negatif, dengan menurunkan proyeksi harga minyak dan memperingatkan surplus persediaan minyak global akan menekan harga hingga mendekarti $20 US/ barrel.

Goldman Sach telah memperkirakan bahwa harga minyak WTI di kisaran $45 US/ barrel di tahun 2016. Proyeksi tersebut turun dari perkiraan sebelumnya yaitu pada $57 US/ barrel. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga minyak Brent diturunkan menjadi $49,50 US dari sebelumnya $62 US.

Pada hari Rabu di minggu lalu, pihak Energy Information Administration (EIA) juga menurunkan proyeksi harga minyak. Dalam laporan bulanan, EIA memperkirakan rata-rata harga minyak WTI tahun ini $49,23 US/ barrel, turun dari proyeksi sebelumnya $49,62 US/ barrel. Untuk proyeksi tahun 2016 telah diturunkan menjadi $53,57 US dari sebelumnya $54,42 US.

Minyak semakin tertekan setelah laporkan menyebutkan Arab Saudi yang tidak mendukung pertemuan darurat OPEC untuk menghentikan penurunan gerak nilai harga minyak. Namun ternyata gerak nilai harga minyak mampu memangkas angka penurunan setelah aktivitas pengeboran minyak Amerika dilaporkan berkurang. Baker Huges merilis data yang menunjukkan jumlah rig yang beroperasi di Amerika berkurang sebanyak 10 menjadi 652 pada 11 September, dengan perbandingan 1.592 rig yang beroperasi pada periode yang sama tahun lalu.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Pasar Berharap FOMC Bisa Membawa Perubahan Suasana Pasar Komoditi Emas

Pada akhir perdagangan kemarin, pergerakan harga baik emas spot maupun berjangka komoditi emas tampak mengalami penurunan untuk tiga kali dalam empat sesi (09/10/ 2013). Dini hari tadi, gerak harga emas

Forex News 0 Comments

Lemahnya Yen Berpotensi Untuk Terus Terdegradasi

Kathy Lien, managing director dari BK Asset Management mengatakan: “lemahnya tren untuk Yen Jepang masih tinggi dan masih ada sedikit alasan bahwa hal tersebut akan segera terhenti. Hanya dalam 3

Komoditas 0 Comments

Gencatan Senjata di Ukraina Beri Imbas Positif Pada Emas

Harga emas diperdagangkan menguat tajam selama sesi perdagangan pada hari Rabu (03/ 09/ 2014) kemarin. Hal ini terjadi setelah indeks USD terperosok anjlok dari sesi tertinggi sejak bulan Juli lalu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image