Koreksi Pagi Nilai Apresiasi Aussie, Gerak Harga Minyak Merambat

d13340735992d9b3832a19714fe75461-6-1386x769Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (16/ 09/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak tertekan dan terkoreksi. Hal tersebut terjadi, karena naiknya yield treasury Amerika untuk tenor 2 tahun. Hal tersebut yang menjadikan gerak nilai apresiasi Greenback, istilah lazim bagi mata uang USD, hingga sempat bergerak merosot tajam nilai apresiasinya atas mata uang milik Jepang, yaitu mata uang Yen. Apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan berakhir dengan menguat pada akhir sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin.

Meski demikian, pada hari ini nilai apresiasi mata uang USD kembali berbalik melemah. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen pada sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin sempat bergerak positif. Nilai apresiasi mata uang Yen bergerak menguat tajam terhadap Greenback hingga menyentuh kisaran level 119.40. Hal tersebut terjadi karena setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD/ JPY, pagi ini sempat diperdagangkan di kisaran level 120.24, menjauhi level tertinggi harian di level 120.47.

Mata uang USD memulai sesi perdagangan pasar Amerika Utara pada hari Selasa kemarin dengan secara flat. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar mata uang mengabaikan serentetan data ekonomi yang kurang bagus, termasuk indeks manufaktur Empire State. Rilis laporan data manufaktur ternyata jauh lebih lemah dari yang diharapkan untuk bulan kedua secara berturut-turut. Laporan penjualan ritel bulanan dari Departemen Perdagangan terpantau cukup sejalan dengan ekspektasi ekonom, seperti laporan produksi industri Amerika. Meski demikian, namun naiknya angka penjualan ritel dalam dua bulan beruntun dianggap masih menunjang niat The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Pergerakan yield treasury jangka pendek sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Gerak naiknya yield menjadi indikasi bagi para pelaku pasar untuk melepas kepemilikan dan beralih ke mata uang USD. Yield Treasury tenor 2 tahun pada hari Selasa kemarin naik 6,9 basis poin menjadi 0,798%, dan merupakan level tertinggi sejak April 2011. Sementara pada pagi ini berdasarakan data dari Bloomberg, yield Treasury 2 tahun kembali turun menjadi 0.780%.

Haruhiko Kuroda, Gubernur BoJ, masih optimis bahwa gerak laju ekonomi Jepang akan mampu pulih secara bertahap, meski Haruhiko Kuroda juga mengaskan bila BoJ tidak akan ragu untuk menambah stimulus jika memang hal tersebut diperlukan. Untuk kondisi inflasi, Haruhiko Kuroda memberikan sinyal akan kemungkinan penurunan proyeksi akibat rendahnya gerak nilai harga minyak. Meski demikian Haruhiko Kuroda, juga mengatakan bahwa target inflasi sebesar 2% akan tercapai pada dikisaran enam bulan sampai September 2016.

Para pelaku pasar berharap sekali bila pihak berwenang dari BoJ akan bersedia untuk memperluas program stimulus pada bulan Oktober, demikian menurut kata Kit Juckes, ahli strategi mata uang di Société Générale. Meski demikian, mata uang USD menyerahkan sebagian besar keuntungan terhadap mata uang Jepang, Yen. Nilai apresiasi mata uang USD berada di level 120,42 terhadap mata uang Yen. Apresiasi mata uang USD/ JPY, dilaporkan telah naik sekitar 0,1% dari level akhir hari Senin. Juga dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang GBP/ USD bergerak turun 0,6% ke kisaran level harga 1,5338.

Pergerakan harga di sesi perdagangan pasar mata uang di hari Rabu(16/ 0/ 20159) ini, dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Australian Dollar, atau lazim disebut dengan Aussie, terpantau bergerak negative. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak melemah terhadap Greenback, dikarenakan adanya sebuah kondisi. Kondisi tersebut adalah, setelah dirilisnya laporan ekonomi Australia pada pagi ini.

Dalam berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia pada pagi ini, apresiasi mata uang AUD/ USD terpantau telah bergerak melemah sekitar 0.13% dengan berada di kisaran level 0.7131. Di sesi perdagangan pasar sebelumnya, gerak nilai apresiasi mata uang Aussie atas mata uang USD telah ditutup secara menguat dengan memposisikan diri pada level 0.7141.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, gerak nilai apresiasi Aussie bergerak bagai roller coaster, menguat di awal sesi, kemudian berbalik melemah tajam, dan akhirnya memangkas pelemahan hingga berakhir flat. Pergerakan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin dipengaruhi oleh hasil rilis notulensi rapat Reserve Bank of Australia, dan beberapa data ekonomi dari Amerika.

Aussie tampak mengalami gerak pelemahan apresiasinya terhadap mata uang USD ketika permintaan atas Greenback mengalami kenaikan. Hal tersebut terjadi karena setelah dirilisnya laporan ekonomi pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa tadi malam. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus menyebutkan bahwa penjualan ritel Amerika telah mengalami kenaikan sebesar 0.2% di bulan Agustus setelah naik sebesar 0.7% di bulan Juli dan untuk penjualan ritel inti Amerika telah mengalami kenaikan sebesar 0.1% di bulan Agustus.

Di waktu yang bersamaan, juga dirilis sebuah laporan resmi dari Federal Reserve New York yang menyebutkan bahwa, nilai index manufaktur telah alami penurunan, yang disesuaikan secara musiman -14.7 di bulan September dari -14.9 di bulan Agustus. Selang 45 menit kemudian, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Federal Reserve menyebutkan bahan baku utilitas Amerika telah mengalami penurunan yang disesuaikan secara musiman menjadi 77.6% di bulan Agustus dan untuk hasil industri Amerika mengalami penurunan sebesar 0.4% di bulan Agustus.

Pada laporan pagi ini, sebuah data yang dirilis oleh Melbourne Institute menyebutkan bahwa index acuan mengalami penurunan sebesar 0.3% di bulan Agustus setelah naik sebesar 0.1% di bulan Juli. Sementara itu, minimnya laporan fundamental di sesi Asia yang memiliki high impact terhadap kondisi perdagangan pasar menjadikan gerak harga cenderung spekulatif.

Gerak nilai harga minyak naik di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Rabu (16/ 09/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi, seiring hasil rilis data industri menunjukkan penurunan yang cukup solid di dalam cadangan minyak mentah Amerika. Dilaporkan bahwa pihak berwenang dari API (American Petroleum Institute) saat menjelang penutupan sesi perdagangan pasar hari Selasa, melaporkan bahwa suplai minyak mentah Amerika turun sebesar 3.1 juta barel di Amerika pada pekan lalu. Data tersebut mensinyalkan bahwa adanya penurunan jumlah di kilang untuk permintaan minyak pemanas untuk musim dingin. Data untuk minyak olahan untuk saat ini belum tersedia. Angka yang sangat diperhatikan oleh para pelaku pasar perdagangan minyak adalah dari Departemen Energi Amerika untuk suplai minyak mentah dan produk minyak suling akan dirilis pada malam nanti.

Dari New York Mercantile Exchange, dilaporkan bahwa nilai harga minyak WTI untuk bulan Oktober telah naik sebesar 0.91% sehingga menjadi 45.00. Gerak harga minyak Amerika naik moderat setelah sempat mengurangi penguatan sebelumnya pada akhir sesi, di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan di Asia dan selisih yang ketat dengan harga minyak berjangka Brent sebelum kontrak bulan Oktober berakhir pada akhir perdagangan hari Selasa kemarin.

Dilaporkan juga bahwa di Intercontinental Exchange (ICE), gerak nilai harga minyak Brent untuk bulan November diperdagangkan dengan kisaran yang sempit antara $47.02 US - $47.95 US/ barel, sebelum ditutup di $47.84 US/ barel. Angka tersebut naik sebesar 49 sen, atau sekitar 1.05% pada sesi perdagangan pasar hari Selasa. Pada sesi sebelumnya, gerak nilai harga minyak Brent jatuh hampir 4% menjadi $46.26 US, dan itu merupakan level terendah dalam lebih dari dua pekan.

Telah diperkirakan oleh para pelaku pasar, apabila gerak nilai harga pasar global akan cenderung membentuk perdagangan yang tenang. Namun memasuki perdagangan di sesi perdagangan pasar Eropa hingga Amerika, pergerakan pasar akan kembali di uji kembali ketika terdapatnya laporan fundamental yang penting dan berdampak kuat. Untuk pergerakan harga hari in, para pelaku pasar fokus tertuju pada data inflasi Amerika menjelang dimulainya rapat moneter Federal Reserve.

About author

You might also like

Minyak Kembali Melemah, FBI Mulai Investigasi

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak telah bergerak menguat tipis pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut terjadi, karena didorong rendahnya imbal hasil obligasi pemerintahan

CFD News 0 Comments

Koreksi Aksi Jual Emas Masih Warnai Pasar, Jelang Rilis Data FOMC

Mundurnya mantan Menkeu Amerika, Larry Summers, dalam pencalonan kursi Gubernur Bank Sentral Amerika, atau yang lebih dikenal sebagai Federal Reserve, membuat mata uang USD melemah. Kondisi ini akhirnya memberikan peluang

Fundamental 0 Comments

AUD Cenderung Bearish, Issue Tapering Hantui Pasar

Pergerakan indeks USD hari ini (Senin, 25/ 11/ 2013) terpantau bergerak naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 80.69 di awal perdagangan. Indeks

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image