Koreksi USD Geliatkan Oposan, Termasuk Emas

11026158_10153350610101291_7179706087148411607_nGerak harga emas mengukir sedikit keuntungan pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (24/ 07/ 2015) ini, seiring pelemahan nilai apresiasi mata uang USD dan penurunan harga yang memikat pembeli tertarik membeli komoditas emas. Gerak harga emas kembali menguat dipicu pelemahan nilai paresiasi mata uang USD terhadap mata uang Euro dan mata uang Jepang, Yen. Hal yang terjadi inilah sehingga membuat memikat para pelaku pasar kembali ke komoditas emas. Gerak harga emas yang dihargakan dalam nilai mata uang USD dan menjadi lebih murah bagi para pembelinya ketika mata uang ini jatuh.

Melansir dari laman Wall Street Journal, bahwa kontrak pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange, dilaporkan naik sebesar $ 2,60 US atau 0,2 % menjadi $ 1.094,10 US/ troy ounce. Gerak harga emas sempat terdorong ke level terendah dalam lima tahun pada sesi perdagangan pasar hari Rabu lalu, karena para pelaku pasar meninggalkan emas karena dipicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. “Emas datang saat USD melemah dan memberikannya dorongan,” kata Bob Haberkorn, Broker Komoditas Senior RJO Futures di Chicago.

Beberapa pembeli juga tertarik dengan tajamnya penurunan gerak harga emas, yang mencapai 6,6 % di bulan ini dan telah kehilangan 7,4 % dari nilai tahun ini. Dilaporkan pula bahwa gerak harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) kembali bertahan di Rp 547 ribu per gram pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (24/ 07/ 2015) ini. Demikian pula harga buyback logam mulia Antam masih tetap di Rp 468 ribu/ gram. Berikut daftar harga emas yang dijual di Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 253.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.450.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.750.000, pecahan 10 gram - Rp 5.130.000, pecahan 5 gram - Rp 2.590.00, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 547.000.

Kepala The Fed, Janet Yellen, memang pernah menegaskan rencana Federal Reserve untuk meningkatkan biaya pinjaman tahun ini, mendorong para pelaku pasar untuk menyesuaikan harapan tentang kebijakan moneter Amerika dan dampaknya terhadap gerak harga emas. Hal ini karena mengingat bahwa emas tidak memberikan imbal hasil seperti aset lain semisal obligasi Treasury ketika harganya naik.

Dilaporkan bahwa indeks manufaktur China versi swasta secara tak terduga turun ke level terendah dalam 15 bulan, memperkuat kebutuhan untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk mendukung perekonomian yang terlihat mulai stabil akhir-akhir ini.

Indeks PMI dari Caixin Media dan Markit Economics berada di level 48.2 untuk bulan Juli, turun dari level 49.4 dari bulan sebelumnya. Estimasi median dalam survei Bloomberg menunjukkan untuk kenaikan ke level 49.7. Level di bawah 50 indikasikan kontraksi.

Perilisan data manufaktur dari swasta tersebut kian melemahkan outlook untuk negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia, yang tumbuh lebih besar dari estimasi analis di kuartal kedua seiring para pembuat kebijakan meningkatkan dukungannya dan booming pasar saham telah didorong oleh sektor jasa. Lembaga otoritas masih berada di bawah tekanan untuk bertindak lebih banyak untuk memenuhi target pertumbuhan Perdana Menteri Li Keqiang di tahun 2015 untuk sekitar 7% di tengah kejatuhan invastasi properti dan kejatuhan bursa saham akhir-akhir ini.

Analis dari salah satu broker di Beijing mengatakan bahwa sangat sulit untuk mengatakan bahwa ekonomi China telah keluar dari pelemahannya, masih terlalu cepat untuk membuat pernyataan tersebut. Kami masih harus melihat apakah efek dari langkah-langkah “pro pertumbuhan” dapat dipertahankannya.

Dilaporkan bahwa gerak harga minyak bergerak menguat di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Jumat (24/ 07/ 2015) ini. Gerak harga berakhir di level terendah dalam sebulan pada sesi sebelumnya seiring ketakutan atas outlook permintaan dan masih berlanjutnya kondisi kelebihan suplai yang membebani pasar. Minyak mentah Amerika untuk pengiriman bulan September dilaporkan telah diperdagangkan senilai 35 sen lebih tinggi di $48.80 US/ barel, setelah ditutup turun sebesar 74 sen, yang merupakan level harga terlemah sejak 31 Maret.

Gerak harga minyak patokan merosot lebih dari 20% dalam enam pekan terakhir, sebuah penurunan yang dipertimbangkan oleh banyak pelaku pasar untuk membentuk pasar bear. Sedangkan untuk minyak Brent bulan September dilaporkan naik 32 sen di $55.59 US/ barel. Kontrak semalam berakhir di level terendah sejak bulan April, turun 86 sen. Kedua harga minyak patokan berada di jalur untuk membukukan kerugian dua digit pada bulan ini, sebagian besar terseret oleh ekspektasi tingginya ekspor Iran setelah terjadinya kesepakatan program nuklir dengan para kekuatan dunia. Minyak mentah Amerika turun 17.8% sepanjang bulan ini dan Brent turun 12.6%.

Nilai apresiasi mata uang zona Euro mendapat angin segar. Mata uang Euro bergerak di dekat level tertinggi dalam sepekan terhadap dollar pada awal perdagangan hari Jumat karena dorongan dari Yunani yang mengambil tindakan selangkah lebih maju terhadap upaya bailout yang memicu aksi short-covering di mata uang tunggal.

Mata uang Euro bergerak stabil dikisaran $1.0980 dan berada didalam kisaran level tertinggi dalam sepekan di $1.1018 yang dicapai semalam. Mata uang tunggal menguat setelah perlemen Yunani menyetujui paket reformasi kedua yang diminta untuk memulai negosiasi dengan para kreditur dalam upaya untuk menghindari kebangkrutan di bank-bank mereka.

Namun, dengan Amerika yang masih dalam outlook untuk menaikan suku bunga pada akhir tahun ini dan dengan diragukannya kemampuan Yunani untuk bertahan dalam jangka panjang, para analis melihat bahwa mata uang Euro berpotensi akan kembali melemah kembali.

Salah satu analis dari broker di Tokyo mengatakan bahwa berita dari Yunani memang membantu pergerakan mata uang Euro, namun secara fundamental pergerakan mata uang EUR/ USD masih dalam tren menurun dalam jangka panjang karena indikator ekonomi zona Eropa dan data inflasi masih belum cukup kuat sejak awal tahun ini dan juga kita harus perhatikan semakin menguatnya outlook kenaikan suku bunga Amerika pada akhir tahun ini.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Peluang Grexit Jatuhkan Euro Usai Penguatan 2-Sesi

Euro melemah terhadap kokohnya penguatan Greenback untuk pertama kalinya dalam 3-hari merisaukan Yunani yang mungkin akan berakhir bangkrut dan keluar dari kurs tunggal. Pemerintah Yunani pada hari Selasa kembali menyatakan

Forex News 0 Comments

Sterling Stabil Dekat Level Tertinggi 5 Tahun

Mengawali perdagangan pagi sesi Asia di awal pekan ini sterling masih stabil di dekat level tertinggi dalam lima tahun terakhir terhadap dollar setelah pekan lalu berhasil membukukan penguatan dua pekan

Komoditas 0 Comments

Harga Emas ditutup diposisi ke $1,383.10

Harga emas berakhir ditutup turun setelah para pialang lebih banyak bersikap menunggu menjelang pertemuan FOMC The Federal Reserve yang akan berlangsung dalam minggu ini. Untuk kontrak pengiriman bulan Agustus, harga

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image