Koreksi USD Terhadap Major, Response Dini Pasar Jelang Data Rilis

Koreksi USD Terhadap Major, Response Dini Pasar Jelang Data Rilis

74776_309186185849526_747357302_nMata uang Amerika,USD, pada perdagangan kemarin mengalami gerakan anjlok tajam terhadap mata uang utama termasuk juga mata uang yen. Kondisi ini dipicu adanya rilis laporan yang menyatakan bahwa mantan Menkeu Amerika yang juga kandidat terkuat pemimpin Federal Reserve selanjutnya, Lawrence Summers, mengundurkan diri sebagai kandidat pemimpin The Fed. Larry Summers dikenal sebagai orang yang ingin mengakhir stimulus moneter lebih cepat dari kandidat lainnya, jika terpilih mata USD akan menguat, namun kenyataan sebaliknya, Summers malah mengundurkan diri sehingga memukul USD. Mata uang USD melemah dengan pengunduran diri Larry Summer dalam pencalonan Gubernur Federal Reserve pada Senin (16/ 09/ 2013). Bursa saham dan pasar Obligasi mengalami kenaikan meski kemudian terkonsolidasi menyikapi hasil pertemuan FOMC The Fed pada hari Rabu besok.

Fokus para pelaku pasar saat ini tertuju pada rapat Federal Reserve pada hari Rabu ini, dengan adanya ekspetasi yang tinggi The Fed akan mengurangi stimulus moneter USD mulai berangsur-angsur pulih. The Fed diharapkan mulai melakukan pengurangan kebijakan pembelian obligasi senilai 85 milyar USD, sehingga USD bisa menguat kembali. Indek USD turun ke 81.268 dari sebelumnya di 81.520. Mata uang USD terpantau bergerak negatif menjelang pengumuman Bureau of Labor Statistics mengenai perkembangan terakhir pada sektor konsumsi di Amerika. Dimana, indeks harga konsumen terutama untuk barang-barang inti, akan sedikit melambat. Indikator fundamental ekonomi Core CPI m/m diperkirakan akan memberikan pertanda kurang menguntungkan dan diduga dapat turun ke angka 0.1% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.2%. Mata uang USD merespon dini perkembangan tersebut dan terpantau bergerak turun. Secara umum, pada pengamatan pola jangka panjang , mata uang USD berada pola reversal dengan volatilitas yang tinggi. Hal ini terutama sejak awal Januari tahun ini. Beberapa indicator tekhnis menunjukkan kenaikan momentum pada fase akhir pola bullish. Tinjauan jangka pendek menunjukkan bahwa USD berada pada posisi break out resistance dari pola Channelling Down. Indikator-indikator teknikal menunjukkan masih melemahnya momentum pada fase pertengahan pola bullish. Mata uang USD diperdagangkan dekat level terendah tiga pekan terhadap mata uang euro menjelang dimulainya rapat Federal Reserve hari ini. The Fed diprediksi akan mengurangi program pembelian obligasi per bulan sebesar 10 miliar USD menjadi 75 miliar USD. Dalam apresiasi perdagangan mata uang EUR/ USD, mata uang euro naik ke kisaran level harga 1.3339 USD, dari sebelumnya di kisaran level 1.3293 USD. Crédit Agricole memperkirakan, bahwa mata uang euro bisa naik ke level harga 1.3452 USD dalam beberapa minggu ini.

Poundsterling memanfaatkan perlemahan mata uang USD dengan menguat hingga ke level harga tertinggi dalam 8 bulan ini. Apresiasi mata uang GBP/ USD menguat ke kisaran level harga 1.5901 USD dari sebelumnya di kisaran level harga 1.5875 USD. Mata uan aussie juga mengalami penguatan. Apresiasi mata uang AUD/ USD naik ke 93.13 sen USD dari sebelumnya di 92.42 sen USD. Mengenai mata uang yen, apresiasi mata uang USD/ JPY turun ke 99.09 yen dari sebelumnya di level harga 99.36 yen.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Major Currencies Koreksi Greenback, Yen Justru Sebaliknya

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling bergerak menguat terhadap major currencies. Hal tersebut terjadi, setelah laporan ekonomi menunjukkan bahwa ekspansi ekonomi Inggris berjalan lebih

Berita 0 Comments

Emas Tergerus Imbas Data Amerika

Gerak harga emas hari Selasa (28/ 10/ 2014) ini berpotensi menguat. Akan tetapi, penguatan harga tersebut adalah pada kisaran yang sempit ketika sesi perdagangan Asia berlangsung hingga pembukaan sesi pasar

Berita 0 Comments

Jepang Mengalami Pertumbuhan Cepat, Emas Mengalami Penurunan

Dilaporkan bahwa aktivitas manufaktur Jepang tumbuh dengan kecepatan tercepat dalam tiga tahun di bulan November, dengan output, pesanan baru dan pesanan ekspor baru semua pemungutan, menurut sebuah survei pendahuluan. Hal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image