Kuroda Ditunggu Pasar Saat USD Koreksi, Minyak dan Samsung Dukung Kospi

d133040735992d9b3832a1097141fe75461-6-1366x768Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (07/ 10/ 2015) ini bahwa, pihak berwenang di Bank of Japan (BoJ) masih mempertahankan setimulusnya di tengah berkembangnya spekulasi di kalangan para pelaku pasar. bahwa sinyal resesi akan mendesak BoJ untuk mengambil langkah lebih lanjut pada akhir bulan. Fokus jangka pendek saat ini tertuju pada konferensi pers Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, pada nanti siang mengenai petunjuk atas perubahan pada kebijakan moneter tanggal 30 Oktober nanti, saat BoJ akan memberikan update outlook inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi.

Indeks inflasi acuan dilaporkan telah BOJ turun di bulan Agustus, bersama dengan tingkat produksi industri, menambah kecemasan bahwa Jepang mungkin telah kembali jatuh ke dalam resesi di kuartal ketiga. Sementara lebih dari sepertiga ekonom memperkirakan Haruhiko Kuroda mungkin akan menghindari untuk menambah jumlah stimulus bersama-sama, sebagian besar pelaku pasar memperkirakan untuk menambah jumlah pembelian aset pada pertemuan selanjutnya. Tekanan untuk pelonggaran lanjutan telah menjadi semakin bertambah.

Jika ternyata pihak berwenang dari BOJ masih juga mempertahankan kebijakan pada akhir Oktober, maka mata uang Yen akan mampu untuk bergerak menguat nilai apresiasinya. Demikian juga dengan pergerakan nilai harga di bursa saham yang akan melemah, BoJ akan terdesak untuk menambah stimulus dalam waktu dekat. Dari 36 ekonom yang mengikuti survey saat ini, 34 orang memperkirakan bahwa BoJ akan mempertahankan kebijakan pada hari Rabu untuk terus menambah monetary base dengan laju tahunan pada 80 trillion yen, atau sekitar $660 milyar US.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback terkoreksi melemah terhadap sebagian besar major currencies pada sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin. Kondisi ini terjadi setelah dirilisnya hasil data ekonomi yang kembali mengecewakan. Ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika kini semakin memudar akibat gerak nilai indeks USD terhadap major currencies melemah sekitar 0,56% menjadi 95,47.

Tekanan terhadap nilai gerak apresiasi mata uang USD dimulai pada hari Jumat setelah data tenaga kerja Amerika yang merupakan salah satu acuan dari pihak berwenang Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dirilis jauh di bawah ekspektasi. Dilanjutkan pada hari Senin kemarin, dimana data menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur Amerika melambat di bulan September.

Pada sesi perdagangan pasar kemarin, Departemen Perdagangan Amerika telah melaporkan defisit neraca perdagangan yang membengkak sekitar 16% di bulan Agustus menjadi $48,3 milyar US, dari nilai defisit sebesar $41,8 milyar US di bulan sebelumnya. Nilai ekspor Amerika dilaporkan turun 2% menjadi $185,1 milyar US, sementara untuk nilai impor naik sekitar 1,2% menjadi $233,4 milyar US.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga saham Seibu Holdings Inc., Jepang, anjlok paling tajam dalam lebih dari 4 bulan di bursa Tokyo di tengah kenaikan tajam pada volume sesi perdagangan pasar. Saham Seibu diberitakan turun gerak nilai harganya sebanyak 8.7%, tengah menuju ke level 2,300 yen. Gerak penurunan nilai harga tersebut merupakan gerak penurunan harga harian yang terbesar sejak 22 Mei. Lebih dari 2.5 juta lembar saham berpindah tangan dalam waktu 2 jam sesi perdagangan pasar, melebihi rata-rata harian sebesar 1.44 juta lembar saham dalam 3 bulan hingga pada sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin, demikian menurut laporan data Bloomberg.

Hendaknya perlu untuk diketahui oleh para pelaku pasar, bahwasannya Seibu Holdings Inc. adalah merupakan operator chain hotel terbesar di Jepang. Cerberus Capital adalah merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan Seibu Holdings Inc. Perusahaan investasi tersebut dilaporkan telah menjual saham Seibu senilai $851.7 juta US pada bulan Mei. Seibu Holdings Inc. terdaftar pada Tokyo Stock Exchange pada tahun 2014 setelah para pemegang sahamnya, termasuk Citigroup Inc. dan UBS Group AG, menjual saham dengan nilai $438 juta US.

Pihak berwenang Seibu Holdings Inc. menolak berkomentar, menurut Shuhei Akasaka, juru bicara perusahaan dalam hal ini. Pihak Cerberus pun juga menolak untuk berkomentar, menurut Shin Yoshikawa, juru bicara perusahaan di Tokyo.

Beralih ke perkembangan kondisi di bursa pasar Korea Selatan. Telah dilaporkan bahwa di pasar saham di Korea Selatan, indeks Kospi tengah bergerak positif gerak nilai harganya. Hal ini terjadi, karena perolehan laba saham utamanya, yaitu saham dari Samsung Electronics telah mampu menguat nilai harganya. Penguatan gerak nilai harga saham dari Samsung Electronics ini, telah melampaui perkiraan pelaku pasar. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham samsung telah dibuka menguat sekitar 4.1% setelah merilis proyeksi laba tersebut. Perkembangan positif atas nilai saham Samsung Electronics yang meroket hampir lebih dari 5,8%, telah memeberikan dorongan bagi gerak nilai harga di indeks Kospi.

Saham dari perusahaan Samsung Electronics, adalah blue-chip yang memenuhi 14% total kapitalisasi pasar di indeks Kospi. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini, pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ini mengatakan bahwa laba operasional kuartal ketiga miliknya kemungkinan akan naik sebesar 79.8% dari tahun lalu, melebihi estimasi dan menandai pertumbuhan laba kuartalan pertama dalam 8 kuartal.

Pihak berwenang dari perusahaan Samsung Electronics memperkirakan bahwasannya nilai perolehan laba pada kuartal ketiga mencapai 7.3 trilyun won atau sekitar $6.29 milyar US, dibandingkan dengan estimasi sebesar 6.7 trilyun Won. Laba operasional kuartal ketiga tahun lalu mencapai 4.1 trilyun Won. Pihak berwenang dari Samsung Electronics akan merilis hasil lengkapnya di akhir Oktober. Para pelaku pasar masih cemas mengenai outlook earnings dari perusahaan Samsung Electronics, karena nilai margin dari divisi mobile kemungkinan masih berada di bawah tekanan.

Para pelaku pasar berpendapat bahwa nilai earnings dari smartphone kemungkinan akan meningkat dari setahun sebelumnya. Kondisi ini sebagaian adalah karena berkat dari diluncurkannya model low-end dan Galaxy Note 5 bulan Agustus lalu. Tingkat penjualan semikonduktor diperkirakan akan tetap kuat, dipicu oleh peluncuran smartphone baru termasuk Galaxy Note 5 dan iPhone 6S milik Apple Inc. Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Won Korea Selatan juga kemungkinan akan melambungkan laba, demikian menurut analis.

Para pelaku pasar juga masih mengabaikan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan oleh International Monetary Fund (IMF). Kemarin dilaporkan bahwa pihak IMF telah kembali menurunkan proyeksinya atas pertumbuhan ekonomi global. IMF juga menurunkan proyeksinya atas laju pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2015. Proyeksi IMF atas laju pertumbuhan ekonomi Korea Selatan berubah menjadi 2,7% dari proyeksi ekspansi 3,1% tiga bulan yang lalu. Proyeksi ini lebih rendah dari estimasi Bank of Korea (BoK), yaitu angka proyeksi pertumbuhan berada pada kisaran 2,8%.

Gerak nilai harga minyak juga menjadi dorongan pengutan lain bagi pergerakan nilai harga indeks Kospi. Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa emarin, gerak nilai harga minyak mentah melambung hampir 5% ke level $49 per barel. Beragam sentimen positif mendukung pergerakan ini dan hari ini gerak nilai harga minyak bertahan di dekat level $49 US, menantikan petunjuk pergerakan selanjutnya. HDilaporkan juga bahwa gerak nilai harga saham produsen minyak, S-Oil, telah bergerak naik sekitar 1,15%.

Pihak berwenang dari Federal Reserve di tahun ini masih akan melangsungkan rapat moneter sebanyak dua kali, di akhir bulan ini, dan pada bulan Desember. Sebelumnya ekspektasi kencang menyebutkan jika The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Desember, namun pasca rilis data ekonomi belakangan, pasar memperkirakan The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga di tahun ini.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Shutdown Federal Berlaku, Sentimen Pasar Bereaksi

Pasar emas menyelesaikan sesi perdagangan hari Selasa (1/ 10/ 2013) kemarin dengan penurunan harga yang terbilang tajam. Gerak harga terkoreksi turun sebanyak 40 USD/ troy ons. Keadaan ini terjadi, setelah

Forex News 0 Comments

Dollar Bergerak Dekat $1.10 Vs. Euro Setelah Data Yang Buruk Semalam

Dollar AS diperdagangkan di dekat level $1.10 per euro seiring mengecewakannya data ekonomi yang mendorong investor untuk menyesuaikan outlook mereka setelah pertemuan Federal Reserve pekan lalu. Laporan ekonomi AS pada

Fundamental 0 Comments

OPEC Akan Pangkas Produksi Minyak, Pelaku Pasar Dihimbau Tak Was-was Atas Eropa

Garak laju ekonomi negara Australia akan terus bertumbuh dengan laju yang moderat seiring penurunan pada tingkat investasi sektor pertambangan tertutupi oleh pertumbuha pada sektor lainnya, dan dampak dari gejolak pada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image