Laporan Amerika Tidak Sesuai Perkiraan Pasar Minggu Lalu, Bursa Eropa Turut Terimbas

0a0a_0a0_0001_12651_0a0aaa01_100404_02665412_nGerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah diperdagangkan secara melemah. Hal tersebut terjadi, setelah indikator inflasi Australia dari Melbourne Institute (MI) telah menurun pada bulan Mei.

Indikator inflasi Australia, yang dirancang menyerupai inflasi kuartal yang dihitung pemerintah, turun 0,2% pada bulan lalu dari kenaikan 0,1% pada bulan April. Dalam periode tahunan, inflasi menjadi 1%, laju pertumbuhan paling lambat dalam sejak perhitungan dimulai di tahun 2013.

Pihak berwenang dari Reserve Bank of Australia (RBA) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada esok hari. Pihak RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Mayoritas ekonom ekspektasi RBA akan kembali memangkas suku bunga pada bulan Agustus tahun ini seiring tingkat inflasi yang rendah meski pertumbuhan ekonomi cukup solid. Sebelumnya, pihak RBA telah mengejutkan pasar pada bulan lalu dengan memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah 1,75%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD berada di kisaran level 0.7327 atau turun 0.0037 pips dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya. Level harga support terdekat terlihat di kisaran level 0.7300 dan level resisten terdekat di kisaran level 0.7380.

Laju perekonomian Amerika dilaporkan telah menciptakan lapangan pekerjaan dengan jumlah paling sedikit dalam lebih dari 5 tahun di bulan Mei. Hal tersebut terjadi, menyusul aksi mogok oleh pekerja Verizon dan penurunan pada tenaga kerja produksi barang-barang, mensinyalkan pelemahan pasar tenaga kerja.

Hal tersebut dapat membuat pihak Federal Reserve lebih sulit untuk mengambil langkah yang sekiranya dinantikan para pelaku pasar. Langkah kebijakan tersebut adalah langkah Federal Reserve menaikkan suku bunga. Menurut laporan pihak berwenang pemerintah Amerika, aksi mogok tersebut telah menekan laju pertumbuhan tenaga kerja sebanyak 34,000 pekerjaan.

Hasil rilis laporan nonfarm payrolls (NFP), menurut Departemen Tenaga Kerja Amerika pada hari Jumat lalu, dilaporkanhanya bertambah sebanyak 38,000 pekerjaan. Angka tersebut adalah angka kenaikan terkecil sejak September 2010. Perusahaan mempekerjakan 59,000 pekerja lebih sedikit di bulan Maret dan April. Para ekonom mempekirakan sebelumnya bahwa, angka kenaikan payrolls sebanyak 164,000 dan tingkat pengangguran turun menjadi 4.9%.

Dilaporkan bahwa tingkat pengangguran turun sebanyak 0.3% menjadi 4.7% di bulan Mei, level terendah sejak November 2007. Penurunan pada tingkat pengangguran sebagian disebabkan oleh orang-orang yang keluar dari usia kerja.

Gubernur Fed Janet Yellen sebelumnya mengatakan diperlukan penambahan pekerjaan sekitar 100,000 tiap bulannya untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja. The Fed mensinyalkan niatnya untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat jika pertumbuhan pekerjaan berlanjut dan data ekonomi tetap konsisten dengan pulihnya laju pertumbuhan di kuartal kedua.

Gerak nilai harga di bursa saham Eropa dilaporkan telah bergerak melemah di sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar melihat hasil rilis data data tenaga kerja Amerika yang hanya menambah 38.000 pekerja di bulan Mei, jauh di bawah ekspektasi di bursa Wall Street.

Estimasi dari Wall Street adalah, bahwa laju perekomian Amerika akan menambah 162.000 tenaga kerja, dengan tingkat penganguran tetap sebesar 5,0%. Meski demikian, namun pada kenyataannya sangat jauh darri estimasi. Di sisi lain tingkat pengangguran menurun menjadi 4,7%.

Sentimen juga masih terpengaruh hasil rapat moneter European Central Bank (ECB) yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Presiden ECB, Mario Draghi, pada saat konferensi pers menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini menjadi 1,6% dari sebelumnya 1,4%, sementara inflasi diperkirakan 0,2% dari proyeksi sebelumnya 0,1%.

Gerak nilai harga indeks saham CAC 40, Prancis, dan gerak nilai harga indeks saham DAX 30, Jerman, dilaporkan bahwa masing-masing turun bergerak melemah turun sekitar 1% menjadi 4421,78, dan 10103,260. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham FTSE 100, Inggris, mampu mempertahankan penguatan sebesar 0,4% menjadi 6209,63.

Gerak nilai harga komoditas minyak melemah lebih dari 1% pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah data menunjukkan bahwa, jumlah rig yang aktif di Amerika telah bertambah, dan sepanjang tahun ini hanya menunjukkan penambahan sebanyak dua kali.

Perusahaan Baker Hughes telah melaporkan bahwa, jumlah rig yang aktif bertambah sebanyak sembilan dalam sepekan yang berakhir 3 Juni. Laporan tersebut memicu kecemasan akan peningkatan stok minyak global akibat bertambahnya jumlah pengeboran minyak setelah gerak nilai harga berada kisaran level $50 US/ barel.

Para pelaku pasar di komoditas minyak melihat penurunan produksi Amerika menjadi kunci untuk mengurangi jumlah oversupply stok global yang selama ini menekan harga minyak. Gerak nilai harga minyak sebelumnya bergerak reli akibat terjadinya gangguan supply dari Nigeria, Venezuela, dan Kanada.

Gerak nilai harga minyak sebelumnya telah tertekan akibat kecemasan akan kondisi ekonomi Amerika, namun penurunan masih bisa dibatasi pelemahan gerak nilai apresiasi Greenback. Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu, dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak berakhir di level 48.83 dengan level terendah harian di kisaran harga $48.32 US/ barel, dan tertinggi di kisaran harga $49.39 US/ barel.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Nantikan Data Inflasi Kawasan Euro, Mata Uang Bergerak Tipis

Pada perdagangan di Asia hari ini mata uang euro terhadap dollar AS terpantau mengalami pergerakan yang masih terbatas (17/3). Mata uang ini terlihat secara umum mengalami konsolidasi terhadap dollar AS.

Komoditas 0 Comments

Loonie Sempat Tekan Greenback, Minyak Tutup Akhir Bulan Dengan Kerugian

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD memangkas hasil penguatannya terhadap Canadian Dollar pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, terutama setelah perilisan laporan data pertumbuhan

Sterling Terkoreksi Akibat Inflasi, Pasar Fokus Ke Amerika

Laju inflasi CPI negara Inggris tengah mengalami penurunan 2.4% di tahun ini dibawah estimasi sebelumnya yaitu 2.6%, dan lebih rendah dibanding sebelumnya 2.8%. Hal ini disebabkan oleh jatuhnya harga minyak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image