Laporan Data Rilis Amerika Semalam Pengaruhi Gerak Harga Emas dan Perak, Termasuk Juga Harga Emas Antam

Laporan Data Rilis Amerika Semalam Pengaruhi Gerak Harga Emas dan Perak, Termasuk Juga Harga Emas Antam

10570438_754492561275444_52461181166959978982_nPergerakan harga emas sudah cenderung positif dalam kurun waktu seminggu ini, terlepas ada koreksi harga yang juga kerap terjadi. Gerak harga emas dilaporkan telah bergerak naik ke posisi tertinggi kurun waktu dua mingguan setegah di tengah harapan para pelaku pasar atas kenaikan suku bunga Amerika pada FOMC lalu, yang ternyata mungkin akan baru akan dilakukan pada September. Gerak harga emas dilaporkan telah diperdagangkan dengan nilai yang melonjak tajam. Gerak harga emas telah mencapai level tertinggi harianya pada $1,194.915 US pada sepanjang sesi perdagangan pasar eropa hingga menjelang pembukaan sesi pasar Amerika. Gerak harga emas kembali turun mendekati level pembukaan pada sesi perdagangan Amerika setelah data Inflasi dan perumahan Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik.

Dilaporkan bahwa dalam data Amerika yang telah dirilis semalam menunjukkan bila laju inflasi konsumen (CPI) Amerika naik sebanyak sebesar 0.2%. Data dirilis sesuai dengan perkiraan dan data sebelumnya yaitu sebesar 0.2% (F) dan -0.7% (P). Sedangkan untuk Core CPI Amerika catatkan kenaikan sebesar 0.2%. Data dirilis lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.1% (F) dan 0.2% (P). Dari Sektor perumahan, data News Homes Sales Amerika telah mencatatkan angka kenaikan sebesar 7.8% menjadi 539K selama periode Februari. Data dirilis lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya yaitu pada -1.3% (F) dan 4.4% (P). Kenaikan gerak harga ini menjadi gerakan harga terpanjang yang terjadi sejak bulan Januari tahun lalu, dimana para pelaku pasar mendukung bullion selama beberapa hari terakhir seiring dengan turunnya nilai index USD yang terjadi setelah sikap hati-hati dari Federal Reserve memantau ekonomi Amerika dan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal. The Fed secara umum diperkirakan para pelaku pasar akan mulai menaikkan suku bunga tahun ini, meskipun jalur kebijakan tersebut masih kabur, belum jelas. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD yang awalnya melemah, kembali menguat 0,2 % terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini terjadi setelah data Amerika menunjukkan kenaikan tekanan inflasi yang mendasari dan kenaikan harga rumah. James Bullard, pejabat Federal Reserve mengatakan kenaikan suku bunga pertama masih akan meninggalkan kebijakan moneter yang sangat akomodatif, dan ekspektasi pasar harus lebih selaras dengan orang-orang dari Fed mempertimbangkan saat “waktu booming” bagi ekonomi di Amerika. Namun para pejabat The Fed lainnya, telah meragukan apresiasi penguatan mata uang USD dan mengangkat spekulasi bahwa pengetatan kebijakan moneter dapat mendorongnya kembali. “Mata uang USD tetap merupakan faktor utama yang mendorong harga emas dan pedagang akan melihat komentar pejabat The Fed untuk mengukur kapan dan seberapa cepat kenaikan suku bunga terjadi,” kata Naeem Aslam, Kepala Analis Pasar Broker Online AvaTrade. Para pelaku pasar melihat pengaruh gerak mata uang USD masih akan berpengaruh kuat atas gerak harga komoditas emas, terkait dengan kebijakan Federal Reserve utamanya. “Karena pernyataan The Fed, kami telah melihat uptrend yang cukup solid di bawah premis bahwa awan gelap lingkungan suku bunga naik telah didorong lebih jauh di kejauhan dan ada beberapa berlayar jelas ke depan dalam waktu dekat,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, di Chicago. Nantinya harga komoditas emas yang tidak memberikan kompensasi bunga, harus kembali mengalah bila dibandingkan suku bunga Amerika yang nilainya akan jadi lebih tinggi pada awal Juni. Melansir laman Reuters, dilaporkan bahwa harga spot emas naik ke level tertinggi sejak 6 Maret di posisi $ 1.195,30 US/ ons sebelum kemudian naik 0,4 % menjadi $ 1.193,70 US/ ons. Adapun gerak harga emas berjangka Amerika di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman April dilaporkan naik sebesar $ 3,70, US atau 0,3 % menjadi $ 1.187,70 US/ ons. Mengacu pada situs resmi logam mulia pada hari Rabu (25/ 03/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) tegah mengalami turun sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 543 ribu/ gram nya. Demikian pula harga buyback emas Antam, juga menjadi turun lebih murah, yakni sebesar Rp 1.000 sehingga harga menjadi Rp 487 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 251.3800.000, pecahan 250 gram - Rp 126.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.250.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.650.000, pecahan 10 gram - Rp 5.090.000, pecahan 5 gram - Rp 2.570.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 543.000. Juga telah dilaporkan bahwa gerak harga logam perak sempat merayap dan menyentuh level harga tingginya di kisaran harga $17.03 US, lantas kemudian terdesak sesaat setelah rilis data USD CPI menuju level harga rendahnya di kisaran harga $16.80 US. Untuk harga minyak mentah, dilaporkan bahwa harga sempat meraih level puncak yaitu pada kisaran harga $48.53 US, yang merupakan prestasi terbaik dalam sepekan terakhir. Namun harga minyak mentah akhirnya ditutup pada level $47.37 US.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (25/ 03/ 2015) ini, diperkirakan bahwa gerak harga emas akan diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar. Gerak harga emas akan sama seperti sesi perdagangan sebelumnya. Data Durables Goods Amerika akan jadi fokus pasar selama sesi perdagangan Amerika malam nanti. Gerak harga minyak mentah nanti malam akan diuji langsung oleh data USD Crude Oil Inventories. Dperkirakan para pelaku pasar bahwa data USD Crude Oil Inventories akan dirilis dengan hasil menurun menjadi 5 juta barrel dari sebelumnya 9.6 juta barrel. Terkait dengan data Amerika nanti, jika data USD Durable Goods Order kembali mengesankan, maka fase koreksi gerak harga emas dan perak akan berlanjut. Sebaliknya, jika berkategori “sangat mengecewakan”, maka gerak harga emas dan perak akan kembali menggeliat. Para pelaku pasar juga hendaknya waspada atas gerak harga mata uang USD.

About author

You might also like

Greenback Pukul Balik Tipis Yen dan Euro, Shangahi Composite Bergerak Positif

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat terhadap terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro pada sesi perdagangan

USD Tertekan Kembali, Ekspektasi Pasar Tak Terpenuhi

Apresiasi USD melemah terhadap mata uang yen pada hari Senin (29/ 04/ 2013), bertahan setelah turun hari Jumat (26/ 04/ 2013) lalu. USD terakhir tercatat di 97.86 yen, turun sebanyak

Forex News 0 Comments

Pasar Masih Respon Negatif Mata Uang USD, Ekonomi China Semakin Membaik

Mata uang USD mengalami penurunan mingguan terhadap 16 mata uang utama seiring pejabat Federal Reserve mensinyalkan penundaan pengurangan stimulus sebelum laporan pada pekan depan yang mungkin menunjukkan penurunan pada penjualan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image