Laporan RBNZ Dongkrak Kiwi, Harga Minyak Menggeliat

0a1y0h1e8949Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (11/ 05/ 2016) ini, telah sempat bergerak menguat hampir sekitar 70 poin. Hal tersebut terjadi, menyusul rilis laporan kestabilan finansial Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) bulan Mei.

Para pelaku pasar menilai bila langkah hati-hati yang dilakukan oleh RBNZ, karena adanya factor-faktor yang menjadi pertimbanagan. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan RBNZ dalam pengambilan langkah kebijakan, adalah factor dari efek penurunan nilai suku bunga acuan pada peningkatan permintaan kredit perumahan.

Graeme Wheeler, Gubernur RBNZ, dalam pidatonya setelah usai rilis laporan kestabilan finansial menegaskan bahwa, pihak bank sentral yang tengah mengawasi dengan ketat perkembangan pada sektor properti. Bulan lalu dilaporkan bahwa, nilai suku bunga acuan Selandia Baru dipangkas menjadi rekor terendah 2,25% dan mungkin suku bunga perlu dipangkas lagi agar dapat mencapai target inflasi.

Meski demikian, namun RBNZ tengah mencemaskan perihal tingkat suku bunga dapat memicu permintaan kredit perumahan yang sudah terlampau tinggi. Hal tersebut sekaligus berisiko mengguncang kreditur serta sistem finansial jika terjadi penurunan nilai harga properti secara tiba-tiba.

Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD telah dilaporkan sempat berada di kisaran level 0.6798 atau menguat 42 poin dibandingkan harga penutupan sesi perdagangan pasar sebelumnya. Penguatan Gerak nilai apresiasi mata uang Kiwi atas Greenback yang konsisten berpotensi menguji level resisten terdekat yaitu di kisaran 0.6845, dan level support terdekat berada di kisaran level 0.6760.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling kemungkinan akan hilang sebanyak seperlima atau melemah sebanyak 20% jika memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 23 Juni. Hal tersebut mampu memicu tekanan inflasi yang kuat dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi, menurut salah satu lembaga pada hari Selasa.

Laporan dari National Institute of Economic dan Social Research menambahkan sejumlah peringatan dari Kementerian Keuangan Inggris dan lembaga internasional lainnya mengenai dampak negatif keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Meski demikian, namun tidak seperti yang lainnya, NIESR secara gamblang memprediksikan penurunan tajam pada nilai tukar sterling dan kenaikan tajam pada laju inflasi yang akan melukai daya beli para pekerja.

Laju inflasi di tahun 2017 dapat naik sebanyak 3.8% dari semestinya jika Inggris memilih bertahan dalam Uni Eropa. Laju perekonomian Inggris akan berkontraksi sebesar 1% di tahun 2017 dan 2.3% di tahun 2018.

Badan akademik tersebut mengatakan bahwa meningkatnya resiko dan ketidakpastian akan membuat gerak nilai apresiasi mata uang Sterling terdepresiasi sekitar 20% dalam waktu dekat setelah hasil referendum dirilis. Hal tersebut, bila terjadi, akan memicu tekanan naik inflasi yang cukup kuat.

Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei dilaporkan tampak masih melanjutkan gerak reli di awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu (11/ 05/ 2016) ini. Gerak nilai harga saham di bursa Nikkei, dilaporkan telah mampu bergerak menguat lebih dari 1%.

Hal tersebut terjadi, menyusul gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen yang terus melemah terhadap Greenback. Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, gerak nilai harga di bursa saham Nikkei dilaporkan telah berhasil bergerak menguat sekitar 2,15%.

Sejak sesi perdagangan pasar di awal pekan, gerak nilai apresiasi mata uang Yen terus terkoreksi melemah. Hal tersebut terjadi, setelah merespon pernyataan-pernyataan Meneri Ekonomi Jepang, Taro Aso. Dilapokan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen sempat diperdagangkan di atas kisaran 109. Level tersebut lebih tinggi, dibandingkan dengan hari Senin yang berada di kisaran level 107.

Taro Aso pada hari Senin telah menyatakan kesiapan pemerintah Jepang untuk melakukan intervensi di pasar mata uang jika diperlukan. Pada hari Selasa kemarin, Taro Aso semakin mempertegas dengan menyebut merupakan hal yang “wajar” jika pemerintah melakukan intervensi di pasar jika yen terus menguat.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga spot Nikkei telah sempat menguat sekitar 1,4% sehingga menjadi 16.798,23. Juga telah pula dilaporkan bahwa, gerak nilai harga Nikkei Futures telah diperdagangkan di kisaran level 16795.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak naik sampai dengan lebih dari $1.50 US/ barel. Hal tersebut terjadi, akibat dari proyeksi optimis para pelaku pasar serta pengurangan suplai minyak dari Nigeria dan Kanada.

Kebakaran di Alberta, KAnada, telah mengurangi kapasitas produksi minyak Kanada sampai dengan sekitar 1,6 juta barel/ hari. Ketegangan geopolitik di wilayah Nigeria, yang merupakan negara produsen minyak terbesar di Afrika, membuat produksi minyaknya mendekati level rendah dalam kurun waktu 22 tahun.

Pihak dari Energy Information Administration (EIA) pada hari Selasa telah memproyeksikan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah akan menjadi $50.65 US/ barel pada tahun 2017, sekitar 25%. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya, seiring peningkatan permintaan di China dan India yang dapat menyeimbangkan suplai minyak global yang juga berpotensi meningkat.

Selanjutnya, fokus pasar akan tertuju pada data mingguan kondisi suplai dan produksi minyak AS dari EIA.
Gerak nilai harga minyak mentah ditutup di level $44.53 US/ barel pada perdagangan hari Selasa (10/ 05/ 2016), atau naik 2,98% jika dibandingkan dengan harga penutupan di sesi perdagangan pasar sebelumnya. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berpotensi bergerak menguat untuk jangka pendek dengan level resisten di kisaran level harga 45.60 dan level support terdekat berada di kisaran level harga 44.00.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Sideways, Belum Ada Arahan untuk Lanjutkan Kenaikan

Pada perdagangan hari ini nilai tukar mata uang dollar Australia atau aussie terpantau mengalami pergerakan yang masih terbatas (30/6). Aussie bergerak nyaris flat, sempat turun tipis dibandingkan dengan penutupan perdagangan

Berita 0 Comments

Menkeu Jepang Ralat Pernyataan, Keputusan Bernanke Dinantikan Pasar

Mata uang negara Jepang, yen, mencatatkan penguatan tipis setelah hasil pertemuan BoJ menunjukan bank sentral Jepang mengambil sikap menunggu setelah tindakan penyuntikan stimulus agresif bulan lalu. Bank sentaral Jepang ini

FOMC Nanti Tentukan Kelanjutan USD

Apresiasi mata uang USD menguat terhadap sebagian besar major currencies menjelang dirilisnya FOMC dini hari nanti pada gerak harga siang ini. Indeks USD dilaporkan telah bergerak dari level penutupan semalam

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image