Loonie Bergerak Menguat, Nikkei Mengalami Koreksi

12239541_75185122829255_5120440464962823327_nDilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD telah sempat terpantau menguat. Gerak nilai apresiasi Loonie dilaporkan telah sempat bergerak menuju ke kisaran level 1.3650.

Hal tersebut terjadi, karena adanya isu atas hubungan dagang antara pihak Amerika dengan pihak dari Kanada. Adanya kesiapan pihak dari Gedung Putih untuk menarik diri dari kesepakatan NAFTA, telah memicu pelemahan dari gerak nilai apresiasi Loonie hingga pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD mulai tertekan, setelah pihak dari Departemen Perdagangan Amerika mengatakan akan mengenakan pajak impor kayu dari Kanada sebesar 3% - 24%. Presiden Donald Trump dilaporkan juga telah menyatakan tidak akan tinggal diam, karena pihak dari Kanada telah mempersulit usaha susu di perbatasan.

Dilaporkan bahwa, pihak Gedung Putih telah mengatakan sedang tengah memperimbangkan sebuah draf perintah untuk keluar dari kesepakatan dagang antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yaitu NAFTA. Para produsen susu di Amerika telah meminta Presiden Donald Trump, untuk bias segera menangani praktik perdagangan pihak Kanada yang menggangu ekspor susu Amerika, serta memprioritaskan akses pasar susu dalam negosiasi perdagangan NAFTA.

Sebelum mengkritik pihak Kanada, Presiden Donald Trump telah lama menuduh, jika pihak Meksiko telah melukai sektor pekerjaan Amerika. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa proteksi dari pihak Ottawa terhadap industri produk olahan susu miliknya “tidak adil”, dan telah mengajukan proposal untuk memangkas tingkat pajak bagi usaha di Amerika dan laba korporat asing yang kembali.

Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah kembali bergerak melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah kembali turun, setelah adanya laporan dari pihak EIA, yang telah menunjukkan bahwa ada kenaikan pada suplai bensin Amerika.

Hal tersebut juga turut memicu pelemahan gerak nilai apresiasi Loonie. Kenaikan suplai bensin Amerika telah menunjukkan bahwa tingkat permintaan tidak sanggup mengikuti kenaikan tingkat produksi.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham di kawasan Asia Pasifik rata-rata cenderung bergerak melemah. Dilaporkan dengan berdasarkan hasil rilis data Bloomberg bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, Jepang, telah terkoreksi melemah.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 telah terkoreksi melemah sekitar 43,9 poin, atau sebesar 0,23 %, ke kisaran level harga 19.245. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Topix telah tergerus sebesar 2,6 atau sekitar 0,17 %, menuju ke kisaran level harga 1.534.

Gerak nilai harga indeks saham Shanghai SE Composite, China, telah pula bergerak secara melemah. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Shanghai SE Composite telah terkoreksi melemah sekitar 23,8 poin, atau sebesar 0,76 %, di kisaran level harga 3.117.

Turut pula dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham CSI 300 telah terkoreksi melemah sekitar 25,3 poin, atau sebesar 0,74 %, dengan bergerak menuju ke kisaran level harga 3.420. Indeks saham CSI 300 adalah merupakan emiten papan atas di bursa saham Shanghai dan Shenzen, China.

Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33, Hong Kong, telah dilaporkan mampu bergerak menguat naik. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 telah bergerak menguat sekitar 5,7 poin, atau sebesar 0,02 %, dengan telah sempat berada di kisaran level harga 24.584.

Gerak nilai harga indeks saham Kospi, Korea Selatan, telah dilaporkan sempat bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Kospi telah terkoreksi sekitar 9,7 poin, atau sebesar 0,22 %, dengan telah sempat bergerak di kisaran level harga 2.205.

Gerak nilai harga indeks saham Strait Times, Singapura, dilaporkan turut pula bergerak menguat naik. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Strait Times, telah mampu bergerak menguat naik sekitar 0,5 atau sebesar 0,02 %, dengan telah sempat bergerak di kisaran level harga 3.174.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah bergerak melemah turun pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis ini. Hal tersebut terjadi, seiring lankah para pelaku pasar yang tampaknya masih mencemaskan outlook suplai.

Adanya kenaikan pada suplai bensin di Amerika telah menunjukkan bahwa tingkat permintaan jauh tertinggal kenaikan pada tingkat produksi minyak domestik dan kelebihan suplai pada pasar global. Adanya kenaikan pada suplai bensin di Amerika terjadi di bulan April, biasanya mensinyalkan dimulainya musim mengemudi di Amerika, di mana aktivitas penyulingan biasanya bertambah.

Laporan dari EIA menunjukkan suplai minyak mentah turun sebanyak 3.641 juta barel, mematahkan estimasi untuk penurunan sebanyak 1.661 juta barel. Meski demikian, suplai bensin bertambah sebanyak 3.369 juta barel dibandingkan estimasi sebelumnya, yaitu akan adanya penurunan sebanyak 1.020 juta barel.

Kendati penurunan pada suplai minyak mentah di Amerika, namun para pelaku pasar tampak masih cemas. Para pelaku pasar tampak masih cemas akan adanya kenaikan produksi minyak shale di Amerika, dimana, hal tersebut dapat menghambat usaha OPEC untuk mengurangi kelebihan suplai global.

Pihak dari OPEC tampaknya masih belum menyepakati perpanjang kesepakatan pemangkasan produksi. Meski demikian, namun Menteri Energi Arab Saudi, Khalid el-Falih, telah mensinyalkan akan adanya potensi tersebut.

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid el-Falih telah mengatakan bahwa dirinya berniat untuk menggelar diskusi antara negara produsen minyak dari pihak OPEC dan non-OPEC untuk menstabilkan gerak nilai harga komoditas minyak. Pihak dari OPEC akan memutuskan hal tersebut pada diskusi tanggal 25 Mei.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah sempat terpantau di kisaran level harga $49.35 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah terkoreksi melemah turun sebanyak 0.54% dari level penutupan pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Lanjutkan Penurunan terhadap Dollar untuk 2 Hari Berturut-turut

Mata uang yen Jepang kembali melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS (08/01). Mata uang Jepang ini melemah untuk dua hari berturut-turut terhadap dollar setelah pada perdagangan Senin lalu menguat hingga mencapai

Berita 0 Comments

Sterling Rebound Pasca Merosot 3 Sesi Beruntun

Sterling mulai bangkit terhadap dollar pada perdagangan sesi Asia setelah merosot dalam tiga hari beruntun. Sterling mulai tertekan pada perdagangan Jumat setelah data non-farm payrolls AS dirilis lebih tinggi dari

Laporan Negatif Amerika Semalam Telah Beri Peluang Oposannya Untuk Menggeliat

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (29/ 05/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah berhasil ditutup menguat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image