Loonie Dapat Dukungan GDP, Proyeksi Minyak Dipangkas

0_natural_gas_10152999_567681066709603_18183414619373903_nGerak nilai apresiasi mata uang Canadian Dollar, atau lazim disebut dengan istilah loonie, dilaporkan bergerak melesat ke level terkuat dalam 3-bulan terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, pasca sebuah rilis data dengan secara tak terduga telah menunjukan bahwa ekonomi mampu berekspansi pada akhir tahun lalu.

Kondisi yang telah terjadi adalah, dengan gerak nilai apresiasi mata uang yang lemah telah mampu mendorong para konsumen untuk menghabiskan lebih banyak uang di dalam negeri. Laporan Statistics Canada pada hari Selasa kemarin telah menunjukkan bahwa, GDP Kanada tumbuh pada laju tahunan 0,8% di kuartal Oktober-Desember.

Laporan tersebut telah mematahkan estimasi sebelumnya, yaitu tanpa pertumbuhan oleh para pelaku pasar. Angka penurunan 8,9% dalam impor, yang terbesar sejak kuartal pertama tahun 2009, telah memberikan kontribusi paling signifikan atas pertumbuhan di kuartal ke-4 seiring konsumen mengurangi pengeluaran untuk perjalanan ke luar negeri dan berbelanja elektronik.

Gerak nilai apresiasi Loonie terus bergerak menjauhi level terendah 13-tahun yang ditorehkan pada bulan Januari. Kondisi tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan peluncuran stimulus ekonomi yang telah dijanjikan oleh pemerintah federal, yang akan mengurangi tekanan pada Bank of Canada (BoC) untuk memangkas suku bunga.

Dilaporkan bahwa rilis data produk domenstik bruto (PDB) Australia yang lebih tinggi dari perkiraan, telah membuat gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie terhadap mata uang USD bergerak menguat, melesat di awal sesi perdagangan pasar di hari ini Rabu (02/ 03/ 2016) ini.

Kembali menguatnya Gerak nilai aprresiasi mata uang Aussie pada sesi perdagangan pasar hari ini, telah sekaligus pula melanjutkan dominasi mata uang negeri kanguru tersebut terhadap Greenback sejak awal sesi perdagangan pasar di pekan ini. Dilaporkan oleh Biro Statistik Australia bahwa, PDB kuartal IV 2015 sebesar 0,6% dari kuartal III yang tumbuh 1,1%.

Meski lebih rendah dari kuartal sebelumnya, namun pertumbuhan di kuartal IV masih lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 0,5%. Jika dibandingkan dengan kuartal IV 2014, PDB tumbuh 3,0% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 2,7%, dan perkiraan ekonom sebesar 2,5%. Laporan data ini berpotensi membawa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD menuju ke kisaran level 0.7280, jika mampu melewati resisten 0.7235, untuk support berada di kisaran level 0.7190, selanjutnya 0.7160.

Perlambatan aktivitas pabrik di Amerika dilaporkan menyusut pada bulan Februari. Kondisi tersebut terjadi, seiring lonjakan dalam pesanan baru dan produksi menandakan jika sektor industri akan segera kembali stabil.

Disebutkan dalam laporan dari Institute for Supply Management (ISM) pada hari Selasa bahwa, laporan tersebut menunjukkan indeks manufaktur Amerika naik ke level tertinggi sejak bulan September. Indeks manufaktur Amerika naik menjadi 49,5 dari 48,2 pada bulan Januari.

Kendati angka tersebut masih berada sedikit di bawah level 50 yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi, namun kenaikan bulan lalu telah mendukung laporan industri lainnya yang juga menunjukkan potensi berkurangnya perlambatan sektor manufaktur. Aktivitas pabrik Amerika telah terganggu oleh serangkaian faktor sejak pertengahan tahun 2014.

Beberapa faktor tersebut antara lain, termasuk pelemahan pasar di luar negeri, apresiasi mata uang USD, penurunan dalam industri minyak dan penumpukan persediaan yang mengurangi kebutuhan untuk menambah produksi. Seiring dengan mulai memudarnya tekanan dari faktor-faktor penghambat tersebut, maka pabrik juga mulai menemukan sumber dukungan baru dari permintaan domestik yang tengah terdorong oleh pertumbuhan pekerjaan yang solid dan pertumbuhan upah.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Jepang, tengah melanjutkan gerak penguatan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (02/ 03/ 2016) ini. Gerak penguatan nilai harga di bursa saham Jepang terjadi, karena terbantu adanya gerak pelemahan nilai apresiasi mata uang Yen atas mata uang USD.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin sempat melemah di awal sesi perdangan pasar. Sesaat kemudian, gerak nilai harga di indeks saham Nikkei 225 akhirnya berbalik menguat mengukuti pergerakan nilai harga di bursa saham China. Kondsis tersebut terjadi, setelah People Bank of China (PBoC) melakukan kebijakan, dengan menurunkan giro wajib minimum.

Dilaporkan juga bahwa aktivitas manufaktur Amerika yang meningkat lebih tinggi dari perkiraan, meski masih berkontraksi mampu menguatkan gerak nilai apresiasi mata uang USD. Kondisi tersebut juga sekaligus telah pula menguatkan gerak nilai harga di bursa saham Amerika, sehingga menekan gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang menyandang status safe haven.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen terpantau diperdagangkan di kisaran level 114.05. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga spot Nikkei telah bergerak menguat sekitar 3,42% sehingga menjadi 16635.37. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga Nikkei Futures telah diperdagangkan di kisaran level 16630 dengan level terendah harian 16470, dan tertinggi 16675.

Tampaknya bank-bank besar tengah memangkas proyeksi atas gerak nilai harga komoditas minyak. Bank-bank besar tersebut juga telah memperkirakan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak akan pulih lebih lambat dari yang diantisipasi sebelumnya. Estimasi tersebut terbersit, seiring kondisi pasar yang masih dibanjiri oleh suplai minyak.

Dilaporkan berdasarkan dari hasil survey 13 bank investasi oleh The Wall Street Journal bahwa, gerak nilai harga minyak jenis Brent akan mencapai rata-rata $39 US/ barel pada tahun ini. Angka estimasi tersebut, turun sekitar $11 dari survey bulan Januari lalu.

Bank-bank besar tersebut memperkirakan harga minyak jenis West Texas Intermediate mencapai rata-rata $38 per barel tahun ini, juga turun dari $11 pada survey sebelumnya. Bank-bank telah memangkas outlook harga mereka dalam setiap survey sejak bulan Agustus. Saat ini bank-bank telah memperkirakan bahwa gerak nilai harga minyak Brent hanya akan mencapai level $70 US/ barel di tahun 2018.

Sebelumnya, survey memprediksikan bahwa gerak nilai harga minyak Brent untuk naik ke atas level $70 barel tahun ini. Meski demikian, namun seiring dengan adanya kecemasan mengenai laju pertumbuhan global melanda pasar keuangan awal tahun ini, dan minimnya sejumlah sinyal bahwa negara produsen besar minyak akan memangkas output untuk menyurutkan surplus suplai minyak, ekspektasi tersebut pupus dengan cepat.

Pergerakan nilai harga komoditas minyak yang ekstrim adalah karena dipicu oleh kesepakatan untuk membekukan output pada level bulan Januari oleh pihak Arab Saudi, Rusia, dan negara anggota OPEC lainnya jika didukung negara produsen lainnya. Harapan tersebut dipudarkan oleh ketidaksetujuan Iran, yang mana baru terbebas dari sanksi pihak internasional. Analis Barclays mengatakan bahwa Iran, namun juga Libia dan Irak tidak akan menyetujui pembekuan output.

Dari sisi permintaan, situasi di China masih dinilai mencemaskan bagi para pelaku pasar minyak. Data dari China, yang merupakan negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia, menunjukkan bahwa, outlook perekonomian yang memburuk dan kecemasan menurunnya tingkat permintaan. Impor komoditas minyak mentah China di bulan Januari turun sebanyak 4.6% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data pemerintah.

About author

You might also like

Mata Uang USD Terhempas, Semua Rival Mulai Bergerak Positif Meski Emas Terseok

Dilaporkan di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin (18/ 05/ 2015) ini, bahwa gerak harga emas dalam kondisi pergerakan yang stabil cenderung flat. Para pelaku pasar masih tetap

Fundamental 0 Comments

Harga Minyak Terkoreksi Setelah Payroll Release, Mesir Masih Diperhatikan Pasar

Nilai tukar USD memang tergolong kuat di tengah iklim pelonggaran moneter bank sentral Amerika Serikat. Bagi para investor hal ini tidak bagus karena membuat harga beli produk seperti emas dan

Berita 0 Comments

Kawasan Eropa Tengah Negatif, Pasar Lirik USD

Gerak kenaikan indeks USD telah mencoba kembali pada kisaran 86.00 selama sesi perdagangan hari Selasa (14/ 10/ 2014) kemarin. Dilaporkan bahwa indeks USD diperdagangkan naik 50 poin atau 0.58% berakhir