Major Currencies Tekan Greenback, Suku Bunga The Fed Kemungkinan Dinaikkan

0a0a_0a0_0002_12751_0a0aaa01_00111504_06765436_nGerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah terkoreksi turun. Hal tersebut terjadi, setelah adanya rilis data tenaga kerja oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika.

Meski demikian yang terjadi, namun gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY masih kokoh dekat level tertinggi dalam kurun waktu 7 pekan. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level 114.96.

Hasil rilis laporan data tenaga kerja Amerika versi pemerintah terlihat solid, namun gerak nilai apresiasi Greenback belum mampu melanjutkan penguatan. Para pelaku pasar sepertinya telah mengantisipasi bagusnya data ini, dan saat ini menanti kepastian kenaikan suku bunga The Fed.

Federal Reserve akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter pada Kamis dini hari WIB. Suku bunga Amerika diperkirakan akan dinaikkan sebesar 25 basis poin.

Bank ternama Goldman Sachs sebelumnya telah memprediksi suku bunga akan dinaikkan pada pekan depan, dan menyusul kenaikan selanjutnya di bulan September. Namun setelah rilis data tenaga kerja Amerika, Goldman kini memprediksi suku bunga akan dinaikkan lagi pada bulan Juni.

Gerak nilai harga emas berbalik menguat setelah rilis data tenaga kerja Amerika. Meski demikian, namun logam mulia ini tetap akan mencatat penurunan dalam dua pekan beruntun.

Sampai hari Kamis kemarin, gerak nilai harga emas selalu berakhir di area negatif. Hal tersebut terjadi, akibat tingginya probabilitas kenaikan suku bunga di Amerika.

Para pelaku pasar melihat probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 90%. Data tenaga kerja yang dirilis pemerintah Amerika tersebut juga menunjang kenaikan suku bunga.

Meski demikian, namun penurunan gerak nilai harga emas sebelumnya telah price in dengan data, sehingga pasar menunggu kepastian kenaikan suku bunga. Hal tersebut tentunya membuat gerak nilai harga emas rebound.

Goldman Sachs bahkan memprediksi Federal Reserve bahwa, setelah menaikkan suku bunga pada pekan depan maka The Fed akan kembali menaikkan suku bunga di bulan Juni. Gerak nilai harga emas dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level harga 1202.59, setelah sempat naik ke 1206.31.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika dilaporkan telah jatuh pada awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin ini. Para pelaku pasar bersiap jalani minggu yang sibuk dalam tinjauan kebijakan dari bank sentral, laporan OPEC dan laporan dari Badan Energi Internasional mengenai permintaan dan penawaran tingkat global.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April di bursa perdagangan New York, telah bergerak merosot sekitar 0,87% menjadi $48,07 US/ barel. Dilaporkan juga dari bursa berjangka ICE London, gerak nilai harga komoditas minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei terakhir dikutip pada $51,30 US/ barel.

Pekan lalu, minyak berjangka ditutup di tingkat terendah akhir November, Jumat, catatkan kerugian mingguan sekitar 9% akibat kekhawatiran atas meningkatnya produksi shale dan rekor tinggi persediaan minyak mentah Amerika yang mengurangi optimisme bahwa OPEC dan sekutunya telah menjalankan komitmen untuk memotong produksi. Kekhawatiran bahwa rebound produksi shale Amerika yang sedang berlangsung dapat menggagalkan upaya produsen besar lainnya untuk menyeimbangkan pasokan minyak global dan permintaan yang menekan rendah harga minyak mentah.

Data dari penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes pada hari Jumat mengungkapkan bahwa jumlah rig aktif pengeboran minyak Amerika naik 8 pekan lalu, kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut. Hal tersebut yang menjadikan jumlah total ke 617, terbesar sejak Oktober 2015.

Negara-negara anggota OPEC dan non-OPEC telah membuat awal yang kuat untuk menurunkan produksi minyak mereka hampir sebesar 1,8 juta barel/ hari pada akhir Juni. Meski demikian, namun sejauh ini langkah tersebut hanya sedikit memberikan dampak kepada tingkat persediaan.

Negara Kuwait dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri pada 26 Maret mendatang yang terdiri dari kedua negara OPEC dan non-anggota OPEC. Pertemuan tersebut diselenggarakan, untuk meninjau sesuai dengan kesepakatan produksi dan mendiskusikan apakah pemotongan itu akan melampaui bulan Juni.

.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Bidik Level Tinggi, Outlook Bullish

Reli valuta ditopang oleh kesepakatan yang dicapai oleh para pemangku kebijakan AS untuk mencegah kenaikan pajak masif dan pemangkasan pengeluaran yang dikenal dengan “fiscal cliff”. Hari ini nilai tukar Dolar terpantau

Forex News 0 Comments

Memburuknya Data Sektor Konstruksi Picu Lesu Aussie

Pada perdagangan hari ini mata uang aussie terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah terhadap dollar AS (26/2). Aussie terpukul mundur seiring dengan lesunya bursa-bursa saham di kawasan Asia pagi ini.

Forex News 0 Comments

Jelang Natal Tiba, Aussie Di Bawah 1.04 Jelang Natal

Dengan bursa S&P500 yang bergerak turun sebanyak 0.55% sejak pembukaan, seluruh pasar Asia ditutup, dengan bursa Singapura dan Hong Kong yang hanya dibuka setengah hari, bersiap menyambut Natal, bersama Aussie

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image