Mata Uang Major Koreksi USD Akibat Laporan Perumahan

Mata Uang Major Koreksi USD Akibat Laporan Perumahan

Di perdagangan awal pekan ini (Senin. 26/ 08/ 2013), apresiasi mata uang yen di transaksikan menguat terhadap USD. Hal ini dipicu seiring USD merosot dari level puncak 3-pekan pasca rilis data perumahan Amerika yang mengecewakan pasar. Mata uang yen di perdagangkan menguat hari ini pada kisaran 98.65 terhadap USD setelah rilis angka perumahan Amerika merosot tajam di bulan Juli sehingga menimbulkan keraguan terhadap pengurangan program stimulus Federal Reserve. Kalangan pelaku pasar di Negara Jepang kini tengah menantikan rilisnya kebijakan kenaikan pajak penjualan Jepang sebelum tanggal 7 Oktober. Dan menteri ekonomi mengatakan di akhir pekan lalu bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe akan mencapai keputusan akhir sebelum dimulainya pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan di mulai minggu pertama Oktober.

Mata uang USD terkoreksi dari level puncak 3-pekan terhadap mata uang yen pasca penurunan tajam data perumahan Amerika menimbulkan keraguan tentang pengurangan program stimulus The Fed pada bulan depan. Data yang rilis pada hari Jumat lalu (23/ 08/ 2013), menunjukkan tingkat penjualan rumah baru di Amerika anjlok hingga (-13,4%) di bulan Juli ke level terendah dalam 9-bulan terakhir terkait tingginya suku bunga kredit perumahan. “Data perumahan itu membuka kemungkinan bahwa tapering akan dimulai lebih lambat dari perkiraan, mungkin di bawah kursi kepemimpinan Fed yang baru,” kata Douglas Borthwick, direktur manajer pada Chapdelaine Foreign Exchange di New York. Penjualan rumah baru di Amerika anjlok pada bulan Juli ke level terendah 9-bulan, seiring kenaikan suku bungakredit perumahan. Hari ini yen sempat menguat hingga 98.18, dan pelemahan valuta terbatas di level 98.84. Sedangkan sesi Jumat lalu, yen terpuruk hingga 99.15 dan berakhir pada level 98.72 terhadap USD. Untuk saat ini investor terlihat masih lebih menyukai dollar dibandingkan yen, terutama dengan selisih yield antara treasury 2-tahun Amerika dan obligasi Jepang yang melebar ke level terbesar sejak Maret 2012. . Namun meski demikian, para pelaku pasar terlihat masih lebih menyukai USD dibandingkan mata uang yen, terutama dengan selisih yield antara treasury 2-tahun Amerika dan obligasi Jepang melebar ke level terbesar sejak Maret 2012.

Mengenai mata uang aussie, mata uang negara Australia ini masih bertahan di level tinggi setelah penguatan selama dua hari seiring investor mempertimbangkan waktu bank sentral Amerika untuk pengurangan stimulus yang mana itu mendukung aset berimbal hasil tinggi secara global. Mata uang aussie pertahankan kenaikan selama dua hari terhadap mata uang Jepang sebelum di rilisnya laporan pada hari ini yang mungkin akan menunjukan jumlah pesanan barang tahan lama AS turun di bulan Juli untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, mengisyaratkan pemulihan di negara dengan ekonomi terbesar masih belum sempurna. Sementara mata uang Selandia Baru mengurangi penguatan awalnya setelah data pemerintah menunjukkan bahwa defisit perdagangan negara tersebut lebih lebar dari perkiraan. “Ada perbaikan di Amerika, namun masih jauh dari kestabilan untuk pertumbuhan jangka panjang. Kemungkinan waktu untuk pengurangan stimulus semakin tidak pasti. Aussie dan kiwi terhadap dollar As akan menjadi sangat fluktuatif,” kata Imre Speizer, analis pasar di Westpac Banking Corp. di Auckalnd.

About author

You might also like

Hari Penentuan Suku Bunga Amerika, Kepemilikan Treasury China atas Amerika Susut

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar Asia pada hari Kamis (17/ 09/ 2015) pagi ini masih berada di bawah tekanan. Hal tersebut terjadi, setelah

Forex News 0 Comments

Yen Kian Tergerus Setelah Data Trade Balance

Nilai tukar Yen – Jepang kian terkikis setelah data pemerintah yang rilis pagi ini (Senin, 21/4) menunjukkan angka defisit neraca perdagangan (trade deficit) kian membengkak di bulan Maret. Pada sesi

Forex News 0 Comments

Data EIA Catat Kenaikan Penurunan Persediaan

Kontrak minyak mentah NYMEX naik 78 sen ke angka $94.06 per barel terkait data EIA yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah sebanyak nyaris 1 juta barel. Para analis memperkirakan adanya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image