Mata Uang USD Koreksi Mata Uang Major, Jelang Rilis Data Amerika

Mata Uang USD Koreksi Mata Uang Major, Jelang Rilis Data Amerika

dollar-usd-amerikaMata uang USD diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama menjelang data retail sales dan beberapa data ekonomi penting lainnya. Secara keseluruhan data ekonomi Amerika hari ini diprediksi lebih meningkat dari rilis sebelumnya sehingga dapat menopang penguatan USD. Indeks mata uang USD untuk pertama kalinya menguat setelah tertekan sepanjang pekan ini.

Mata uang USD mulai menguat setelah kemarin laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika menunjukkan klaim tunjangan pengangguran untuk pekan lalu sebesar 292.000 klaim. Ini merupakan pertama kalinya jumlah klaim dibawah 300.000 sejak tahun 2006. Data tersebut meningkatkan ekspetasi pengurangan stimulus moneter yang akan dilakukan Federal Reserve pada pertemuan pekan depan. Indeks USD saat ini berada pada kisaran 81.67 dengan level terendah harian 81.49. Mata uang euro tergelincir apresiasinya terhadap USD, setelah rilis data output industri zona eropa secara tak terduga menunjukkan kontraksi 1,5% pada bulan Juli. Keadaan tersebut yang menandakan melemahnya permintaan rumah tangga dan rapuhnya pemulihan ekonomi blok 17-negara. Namun penurunan nilai tukar euro masih terbatasi oleh ketidakpastian tentang waktu dan jumlah tapering The Fed, menyusul data pekerja di Amerika pada bulan Agustus yang mengecewakan pada pekan lalu. Kejatuhan klaim awal pengangguran di Amerika pekan lalu, yang kemungkinan besar dipengaruhi masalah teknis, juga tidak banyak merubah ekspektasi pasar. “Tanpa adanya perkembangan informasi yang signifikan, pergerakan mata uang masih akan terjebak dalam range sempit, mungkin dengan beberapa bias pelemahan pada USD seiring pasar menantikan pengumuman Fed,” demikian kata Vassili Serebriakov, analis forex BNP Paribasdi New York. Apresiasi mata uang EUR/ USD diperdagangkan pada kisaran 1.3274 menjauhi level tertinggi harian 1.3299.

Apresiasi mata uang USD/ JPY berhasil menguat setelah mengalami penuruan selama dua hari beruntun, saat ini diperdagangkan pada kisaran 99.76 dengan level terendah 99.45. Mata uang USD sepertinya juga bersiap menuju penguatan mingguan selama dua pekan terhadap mata uang Jepang, yen, menjelang data retail sales yang dirilis hari ini. Data retail sales negara Amerika diprediksi pasar akan meningkat dari bulan sebelumnya. Nilai mata uang USD pada perdagangan kemarin memangkas pelemahan terhadap yen setelah data klaim tunjangan pengangguran Amerika dirilis lebih rendah dari prediksi. Laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika menunjukkan klaim tunjangan pengangguran untuk pekan lalu sebesar 292.000 klaim. Ini merupakan pertama kalinya jumlah klaim dibawah 300.000 sejak tahun 2006. Apresiasi USD/ JPY saat ini diperdagangkan pada kisaran 99.63, sementara pekan lalu USD/ JPY berakhir pada level 99.09. Data retail sales yang akan dirilis malam ini dapat kembali menguatkan USD jika dirilis sesuai prediksi atau lebih tinggi. Untuk Apresiasi GBP/ USD berpindah tangan pada kisaran 1.5789, dengan level tertinggi harian 1.5805. AUD/ USD saat ini ditransaksikan pada kisaran pada kisaran 0.9246 menjauhi level tertinggi intraday 0.9270.

About author

You might also like

Umum 0 Comments

Euro Koreksi USD Dan Yen Kemarin, Komentar Bernanke Tidak Banyak Beri Kejutan Ke Pasar

Mata uang USD sempat melemah sebelum akhirnya pulih kembali setelah komentar Bernanke tidak banyak memberi kejutan ke pasar. Para pelaku pasar sepertinya mengharapkan komentar yang lebih dovish dari Ketua The

Fundamental 0 Comments

Mata Uang USD Masihkah Akan Terkoreksi Lagi?

Mata uang USD kembali melemah di perdagangan awal Senin, 15/ 07/ 2013). Perlemahan terjadi setelah sepanjang minggu lalu mengalami kemerosotan di tengah meredanya kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat.

Aussie Terkoreksi dari Level Tertinggi Sejak Juni

Pada sesi perdagangan pagi hari ini nilai tukar aussie tampak terkoreksi sedikit setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak bulan Juni (11/09). Aussie masih berada dalam pola bullish di tengah optimisme

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image