Mata Uang USD Masihkah Akan Terkoreksi Lagi?

Mata Uang USD Masihkah Akan Terkoreksi Lagi?

Mata uang USD kembali melemah di perdagangan awal Senin, 15/ 07/ 2013). Perlemahan terjadi setelah sepanjang minggu lalu mengalami kemerosotan di tengah meredanya kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat. Mata uang USD masih pertahankan penguatannya terhadap mata uang yen dan mata uang euro pada akhir pekan lalu, sebelum dirilisnya data penjualan retail di Amerika yang mungkin akan menambahkan peluang Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneter.

Pelemahan USD sepanjang minggu lalu terutama akibat tertekan oleh pernyataan Pimpinan Federal Reserve, Ben Bernanke, yang menyebutkan pihaknya tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga sebelum tingkat pengangguran menurun ke angka 6.5%. Level tersebut merupakan target the Fed untuk mulai melonggarkan stimulus moneter. Indeks USD yang merupakan patokan standar mata uang Amerika terhadap enam mata uang utama dunia, tecatat menurun ke level 82.916 dari sebelumnya 82.997 pada perdagangan hari Jumat lalu. Bahkan di akhir pekan itu, indeks USD sempat melejit hingga 83.239. Indeks mata uang USD pada pekan lalu membukukan penurunan pertana dalam sebulan setelah Ketua Fed Ben Bernanke isyaratkan bahwa pembelian obligasi tidak akan kurangi dalam waktu dekat. Minggu lalu dilaporkan bahwa, mata uang euro melanjutkan penurunan apresiasinya terhadap USD pasca Fitch Rating memangkas peringkat kredit Prancis menjadi ‘AA+’ dari sebelumnya ‘AAA’, akibat tidak menentunya prospek ekonomi di tengah krisis zona eropa yang berkepanjangan dan kebutuhan untuk reformasi struktural. Sebelumnya, mata uang euro telah berada di bawah tekanan seiring investor kembali memburu USD menyusul kembalinya kepercayaan bahwa The Fed akan menjadi bank sentral pertama yang mengurangi kebijakan moneter ultra-longgar. “Ada beberapa argumen untuk menunjukkan bahwa efek kejutan dari pidato dovish Bernanke sebagian besar telah diantisipasi. Terlepas dari apapun pandangan yang coba disampaikan Bernanke, setiap kejutan kebijakan yang muncul akan cenderung berdampak positif bagi Dollar dibandingkan sebaliknya,” kata Alan Ruskin, kepala strategi forex global pada Deutsche Bank di New York. Harga mata uang AUD terjadi rebound setelah penurunan terbesar dalam sebulan menjelang laporan data China untuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua. Jumat lalu, AUD menyentuh area di bawah 0.90 untuk pertama kalinya sejak September 2010 di tengah spekulasi bahwa Reserve Bank Australia akan memangkas suku bunga ke rekor terendah dalam pertemuan bulan depan. Hal itu tidak lepas dari beberapa data terakhir yang menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran dan memburuknya kondisi ekonomi.

Para pelaku pasar juga mewaspadai pergerakan mata uang terkait komoditas seperti mata uang AUD menjelang rilis angka pertumbuhan negeri China pada hari Senin. “Untuk jangka waktu yang lebih panjang, pelemahan Aussie masih akan berlanjut. Jika Anda melihat lonjakan harga ke kisaran 0.9200 - 0,9250, itu dapat menjadi kesempatan yang baik untuk menjual Aussie,” kata Michael Judge, seorang dealer pada OZForex Pty Ltd. di Sidney. Mata uang USD nampak kian tertekan karena Ben Bernanke kembali dijadwalkan akan menggelar testimony nya di hadapan Konggres pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Pihak Crédit Agricole menuturkan testimoni Bernanke tesebut diperkirakan bakal menjadi kunci atas pergerakan mata uang Amerika minggu ini. “Ekonomi Amerika tampaknya dalam trend pemulihan. Trend saat ini, kami pikir, kuat untuk USD mengingat perkiraan kami bahwa pengurangan QE mungkin akan terjadi pada tahun ini,” kata Mike Jones, analis mata uang di Bank of New Zealand Ltd yang berbasis di Wellington.”

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Gerak Emas Cenderung Mix, Pelaku Pasar Tunggu NFP

Pada sesi hari Jumat (07/ 11/ 2014) ini, gerak harga emas merangkak lebih tinggi namun cenderung melemah. Pada hari sebelumnya, dilaporkan gerak harga emas melemah turun ke posisi terendah dalam

Forex News 0 Comments

Indeks Dollar AS Sentuh Level Tertinggi 11-Tahun Jelang Rapat ECB

Dollar AS meroket ke level tertinggi dalam 11 tahun terakhir terhadap berbagai mata uang utama di hari Selasa, dimana Dollar menyentuh level tinggi 6-pekan vs Euro seiring perbedaan suku bunga

Forex News 0 Comments

Nilai Harga Minyak Menggeliat Kuat, Oposan Greenback Turut Serta

Gerak nilai apresiasi dari mata uang yang berhubungan erat dengan gerak nilai harga komoditas seperti Aussie dan Loonie, dilaporkan telah diperdagangkan secara menguat pada awal sesi perdagangan pasar Asia di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image