Mata Uang USD Melejit Setelah ADP, Minyak Dibuat Kalang Kabut

9842848747272722_779892498928298_94922498448280_nGerak harga emas dan perak pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (31/ 07/ 2015) ini, dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah dengan melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya ketika permintaan mata uang USD meningkat di tengah membaiknya kondisi ekonomi di Amerika. Gerak harga emas masih terlihat mendapat tekanan untuk alami penurunan sejak sesi sebelumnya, ketika permintaan mata uang USD meningkat ditengah membaiknya kondisi ekonomi Amerika. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi menyatakan bahwa pertumbuhan domestik bruto Amerika telah alami kenaikan sebesar 2.3% di kuartal dua setelah alami penurunan sebesar 0.2% di kuartal sebelumnya.

Dilaporkan bahwa dalam berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia, gerak harga emas berjangka pengiriman Desember di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.30% di level $1.085.40 US/ troy ons. Sejak sesi perdagangan pasar di pagi ini, rentang gerak harga emas telah bergerak menyentuh level $1.084.20 US untuk sesi terendah harian dan level $1.088.90 US untuk sesi tertinggi harian. Telah juga dilaporkan, dengan berdasarkan pada situs logam mulai Antam, bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (31/ 07/ 2015) ini, gerak harga emas batangan dipatok Rp 547.000/gram, sama seperti posisi pada perdagangan dua hari sebelumnya. SUntuk harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM ini dari konsumen naik menjadi Rp 470.000/gram, dibandingkan posisi pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin yaitu senilai Rp 469.000/gram. Berikut merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam untuk perdagangan hari ini, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 253.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.450.000, pecahan 25 gram - Rp 12.750.000, pecahan 10 gram - Rp 5.130.000, pecahan 5 gram - Rp 2.590.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 547.000. Dilaporkan juga bahwa gerak harga perak berjangka pengiriman September telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.24% di level $14.670 US/ troy ons. Pergerakan harga perak berjangka pada sesi perdagangan pasar di pagi ini dilaporkan bergerak menyentuh level $14.635 US untuk sesi terendah harian dan level $14.715 US untuk sesi tertinggi harian.

Namun penurunan harga emas masih terbatasi ketika melambatnya pertumbuhan pasar tenaga kerja Amerika, dimana sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika menyebutkan bahwa angka klaim pengangguran telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 267K pada minggu lalu dari 255K di minggu sebelumnya. Tekanan kuat yang dialami oleh gerak harga emas telah terjadi pada minggu setelah Federal Reserve telah kembali pertahankan kebijakan moneternya dengan meninggalkan tingkat suku bunga mereka berada pada level rendah 0.25% pada hasil pertemuan kebijakan di bulan Juni.

Gerak harga minyak dunia kembali dilaporkan bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (31/ 07/ 2015). Hal yang menjadikan penyebab dari penurunan harga masih sama, yaitu trend penguatan nilai apresiasi mata uang USD. Dilaporkan bahwa nilai kontrak minyak WTI Nymex jatuh sekitar 37 sen ke posisi $48.15 US/ barel sementara varian Brent melemah ke $53.12 US/ barel. Para pelaku pasar melakukan aksi jual setelah data Gross Domestic Product (GDP) Amerika dirilis secara positif, sehingga langsung memicu penguatan nilai apresiasi mata uang USD.

Faktor mata uang USD memang sudah menjadi sentimen pelemahan utama bagi produk komoditas selama beberapa bulan terakhir. Komoditas minyak menjadi tidak menarik bagi pelaku pasar non-Amerika, karena harganya jadi lebih mahal ketika nilai apresiasi mata uang USD sedang kuat. Beberapa bank investasi sudah memperkirakan minyak segera tembus ke rekor terendah yang pernah diukir bulan Januari silam. Headline di pasar belum banyak berubah, di mana jumlah permintaan sangat terbatas sedangkan suplai terus mengalir.

Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD bergerak positif, melesat naik terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar hari Kamis dini hari. Hal tersebut terjadi setelah adanya data yang menunjukkan perekonomian Amerika pulih pada musim semi, berekspansi dengan laju tahunan sebesar 2.3% di kuartal kedua. Metode baru penghitungan gross domestic product oleh pemerintah menunjukkan perekonomian bertumbuh 0.6% di kuartal pertama dari kontrak sebesar 0.2% sebelumnya.

Data yang dirilis pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin tersebut, dirilis setelah pernyataan yang sedikit hawkish dari Federal Open Market Committee, yang mana pada sesi perdagangan pasar hari Rabu lalu telah membuka peluang untuk adanya kenaikan suku bunga di bulan September. Data GDP Amerika, meski telah menunjukkan laju pertumbuhan yang tidak spektakuler, ditambah dengan pernyataan kebijakan pasca pertemuan Federal Open Market Committee, diterjemahkan sebagai indikasi bahwa Federal Reserve selangkah lebih dekat untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir selama 1 dekade.

Kenaikan suku bunga akan menopang nilai apresiasi mata uang USD, karena akan meningkatkan yield deposito, membuat mata uang lebih menarik bagi trader. Greenback belakangan ini telah menguat dalam ekspektasi pengetatan moneter untuk pertama kalinya mungkin akan terjadi tahun ini. Meski demikian, Gubernur The Fed, Janet Yellen, telah mencoba mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga akan sangat terbatas setelah kenaikan pertama. Gerak rally pada sesi hari ini menyusul sesi positif pada hari Rabu, saat pihak The Fed mempertahankan suku bunga di dekat nol, namun memberikan sejumlah petunjuk bahwa The Fed sudah dekat dalam melihat kemajuan yang cukup pada pasar tenaga kerja untuk memicu kenaikan suku bunga sesegera bulan September.

Mata uang Euro, tak luput juga oleh tekanan nilai apresiasi mata uang USD. Bahkan laporan mengenai perkembangan ekonomi Jerman juga turut menambah tekanan atas mata uang Euro. Dilaporkan bahwa jumlah Pengangguran Jerman naik sebanyak 9K selama periode Juli. Lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya dan juga dari data sebelumnya yaitu pada pada -5K (F) dan +1K (P).

Penguatan nilai apresiasi mata uang USD setelah rilis data GDP yang positif tidak berdampak pada apresiasi mata uang Inggris, Sterling. Nilai apresiasi mata uang GBP/ USD masih tetap flat didukung ekspektasi Bank of England (BoE) akan mengikuti langkah Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Data ekonomi di Inggris yang dirilis pekan ini menjaga penguatan nilai apresiasi mata uang Poundsterling terhadap sebagian besar major currencies untuk hari ini. Seperti Amerika, momentum pertumbuhan ekonomi di Inggris yang juga solid di kuartal kedua. Pertumbuhan ekonomi yang solid serta tingkat pengangguran yang menurun membuat Gubernur BoE mengatakan waktu suku bunga di rekor terendah akan segera berakhir pada pergantian tahun.

Pada pekan depan, sembilan penentu kebijakan moneter Inggris yang dinamakan Monetary Policy Committee (MPC) akan kembali bertemu dan untuk pertama kalinya akan merilis keputusan kebijakan suku bunga, hasil pemungutan suara (MPC Official Bank Rate Votes), serta proyeksi kuartal untuk perekonomian dan inflasi Inggris. Diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa tingkat suku bunga masih dipertahankan namun hasil vote diprediksi tidak lagi berupa kesepakatan bulat. Beberapa pelaku pasar juga memperkirakan bahwa setidaknya tiga anggota MPC akan condong pada kenaikan suku bunga.

Dalam kesempatan kali ini hasil dari FOMC meeting Amerika telah memperlihatkan bahwa tengah terjadinya kenaikan pada pasar tenaga kerja, dimana pertumbuhan pekerjaan mengalami peningkatan yang solid yang disertai penurunan pengangguran di wilayah Amerika. Selama berbulan-bulan, para petinggi berwenag The Fed telah mengatakan bahwa mereka ingin melihat adanya kemajuan lebih lanjut pada pasar teanga kerja sebelum memutuskan mengenai waktu kenaikan suku bunga. Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Rabu lalu, mereka mengatakan ingin melihat “sedikit” kemajuan lebih lanjut, menandakan bahwa mereka melihat diri mereka sendiri sudah mendekati batasan pada sektor tenaga kerja.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Pasar Rata – rata Terkoreksi di Hari Jumat Lalu

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu, dilaporkan telah mampu bergerak menguat naik ke level tinggi dalam kurun waktu sekitar 6-bulan. Hal

Forex News 0 Comments

Jepang Pantau Terus Perkembangan Seputar Brexit, Pelemahan Minyak Tak Hiraukan Rilis Data Positif

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tengah mengalami gerak penguatan atas Greenback. Para pelaku pasar tampaknya mulai mengabaikan hasil jajak pendapat terbaru mengenai dukungan Brexit atau Inggris keluar

Fundamental 0 Comments

Review Pasar Perkirakan USD Akan Terkoreksi Oleh Major

Mata uang Inggris, Poundsterling, menguat apresiasinya hingga ke level tertingginya atas USD dalam tujuh bulan ini. Keadaan ini terjadi setelah data tingkat pengangguran Inggris dinyatakan dan lebih baik dari perkiraan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image