Mata Uang USD Tekan Kembali Euro, Rilis Data Mendatang Bangun Asumsi Pasar

Mata Uang USD Tekan Kembali Euro, Rilis Data Mendatang Bangun Asumsi Pasar

285538_488353261222710_45250526_nPada pergerakan pasar mata uang sesi asia hari ini (Kamis, 21/ 11/ 2013), menunjukkan pergerakan mata uang USD cenderung menguat naik terhadap beberapa mata uang major lainnya.Hal ini terjadi setelah harga dibuka pada 81.01 di awal perdagangan. Indeks mata uang tersebut telah menguat sekitar 16 pips atau sekitar 0.19 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 81.17. Mata uang USD berada dalam pola menguat karena para pelaku pasar memperkirakan bahwa nanti rilis data klaim pengangguran minggu lalu akan mengalami penurunan. Klaim pengangguran pekan lalu diperkirakan berada di level 333K, turun dibandingkan klaim minggu sebelumnya yang berada di level 339K. Menjelang laporan dari Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai sektor manufaktur di Amerika Serikat, mata uang USD cenderung bergerak menguat. Asumsi dari para pelaku pasar menduga adanya perkembangan positif pada sektor ini.

Diperkirakan oleh para pelaku pasar, bahwa indikator Flash Manufacturing PMI dapat menunjukkan kinerja yang menguntungkan dan diharapkan mengalami peningkatan ke angka 52.6 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 51.8. Mata uang USD tercatat bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut. Data PMI manufaktur awal untuk bulan November di Amerika diperkirakan akan mengalami peningkatan ke level 52.6 poin. Pasar mengharapkan hasil FOMC akan mengeluarkan putusan yang tepat atas kebijakan The Fed, sehingga mampu menegaskan arah pasar. Ekspektasi yang diharapkan oleh para pelaku pasar bermacam macam, seperti yang dinyatakan oleh pihak Goldman sebagai berikut, ”Kami akan memberikan perhatian terhadap kriteria apa yang akan dipakai untuk menentukan kapan pantasnya untuk mengurangi tingkat pembelian. Secara khusus, kami akan melihat diskusi mengenai criteria berdasarkan kondisi pasar tenaga kerja, yang sekarang kelihatannya lebih kuat dari pada ketika komite bertemu sebagai akibat dari laporan payrolls bulan Oktober yang kuatyang juga memasukkan revisi balik yang positip. Kami juga akan melihat pada diskusi mengenai bagaimana forward guidance akan bisa dikembangkan pada waktu yang akan datang.” Ekpektasi lain juga diperkirakan oleh Credit Agricole. Ekpektasi tersebut adalah, bahwa notulen meeting FOMC akan memberikan petunjuk mengenai waktu dari tapering yang di perkirakan awal tahun depan dan juga perubahan potensial dalam petunjuk kedepannya. Juga memberikan pandangan dan ekspektasi mengenai pasar perumahan sebagai response terhadap beberapa pelonggaran tingkat mortgage, serta kedalaman perhatian terhadap inflasi berjalan dibawah dari obyektif The Fed sebesar 2%. Efek dari penguatan USD mempengaruhi apresiasi mata uang major lain, seperti euro. Apresiasi mata uang euro bergerak makin lesu terhadap mata uang USD pada perdagangan hari ini. Mata uang euro melanjutkan penurunan terbesar dalam tiga minggu yang terjadi kemarin karena para pelaku pasar menimbang bahwa ECB akan mengadakan program stimulus untuk mendorong ekonomi di kawasan zona eropa. Mata uang euro saat ini juga sekaligus berada di level terendah sejak tanggal 13 November. Zona euro juga akan merilis data PMI manufaktur awal dari Perancis, Jerman dan keseluruhan kawasan euro. Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan Oktober yang lalu.

Mata uang euro bergerak melemah cukup tajam, juga ditunjang oleh akibat adanya laporan dari The Fed yang menunjukkan sinyalemen atas adanya kemungkinan dimulainya penarikan stimulus The Fed dalam beberapa bulan kedepan, sehingga mata uang USD pun menguat secara global. Pergerakan mata uang euro berada di kisaran level 1.3416. Posisi euro ini melemah dengan cukup signifikan dibandingkan dengan penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.3439. Para pelaku pasar perkirakan bahwa pergerakan apresiasi mata uang EUR/ USD pada perdagangan akan cenderung melanjutkan penurunannya. Untuk hari ini nilai tukar mata uang ini berpotensi untuk bergerak di kisaran 1.3370 - 1.3450. Diperkirakan mata uang euro berpotensi mencoba ke kisaran level harga 1.3490, jika menembus resistance di kisaran level 1.3445, dan berpotensi ke level 1.3365 jika melewati support di kisaran 1.3415.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Tidak Terkesan Dengan Tenaga Kerja Australia

Aussie melemah setelah data tenaga kerja Australia isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja di Australia bertambah sebanyak 15.900 untuk bulan Juni; lebih baik dari

Forex News 0 Comments

Tingginya Permintaan Safe-haven Picu Yen Rally

Nilai tukar yen Jepang terpantau menguat di perdagangan hari Rabu (7/6) terutama akibat meningkatnya permintaan safe-haven serta pelemahan dollar AS setelah data-data ekonomi kembali mengecewakan. Dollar AS (USD) terus mengalami

CFD News 0 Comments

Pasar Waspada Menjelang Referendum Inggris, Greenback Beri Tekanan Balik Karena Terdukung Yellen

Mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan sempat bergerak melemah gerak nilai apresiasinya terhadap mata uang USD, pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image