Mata Uang USD Terhempas, Semua Rival Mulai Bergerak Positif Meski Emas Terseok

Dilaporkan di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin (18/ 05/ 2015) ini, bahwa gerak harga emas dalam kondisi pergerakan yang stabil cenderung flat. Para pelaku pasar masih tetap mengamati secara lebih lanjut akan adanya isyarat pada pergerakan nilai apresiasi mata uang harga USD menjelang saat Federal Reserve akan mengadakan pertemuannya pada pekan ini. Penurunan nilai apresiasi mata uang USD terjadi, setelah rilis data menunjukkan produksi industri Amerika jatuh untuk yang ke lima kalinya di bulan April dan laporan lain yang menunjukkan indeks sentiment konsumen Amerika terpantau memburuk, dengan tercatat di kisaran rendah dalam tujuh bulan di bulan ini.

Permintaan komoditas emas di pasar global juga dilaporkan dalam kondisi bergerak menurun sekitar 1% dalam tiga bulan pertama. Laju pembelian perhiasan emas di negara konsumer emasa tertinggi ke dua di dunia, yaitu negara India, ternyata juga telah gagal untuk benar-benar mampu menutup dan mengimbangi gerak penurunan permintaan emas pasar global setelah angka permintaan komoditas emas dari negara China juga turun. Dewan perdagangan komoditas emas pasar global mengatakan bahwa permintaan emas terlaporkan berjumlah 1,079.3 metrik ton di kuartal pertama, turun dari angka sebelumnya, yaitu 1.090 metrik ton pada tiga bulan pertama tahun 2014. Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman bulan Juni berada dalam keadaan harga flat sekitar 0,07% di kisaran level harga $1,221.40 US/ troy ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Senin (18/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 558 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 499 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari hari Senin (18/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 259.300.000, pecahan 250 gram - Rp 129.750.000, pecahan 100 gram - Rp 51.950.000, pecahan 50 gram - Rp 26.000.0000, pecahan 25 gram - Rp 13.025.000, pecahan 10 gram - Rp 5.240.000, pecahan 5 gram - Rp 2.645.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 558.000. Juga telah dilaporkan bahwa, gerak harga perak berjangka untuk pengiriman Juli naik 0.40% ke level $17.633 US/ troy ons. Pada sesi perdagangan pasar pekan lalu, gerak harga perak bergerak positif, dengan melonjak sebanyak 6.67% secara berturut-turut untuk ketiga kalinya. Untuk tembaga dilaporkan bahwa untuk pengiriman Juli turun 0.20% menjadi $2.936 US/ pon.

Departemen Perdagangan Amerika telah melaporkan, bahwa penjualan ritel Amerika berjalan dalam kondisi stagnan pada April. Penurunan penjualan ritel terjadi untuk penjualan di sejumlah sektor, kecuali otomotif dan bahan bakar hanya mampu bergerak naik sebanyak 0,2 % saja. Sebelumnya, banyak estimasi dari para pelaku pasar yang telah memprediksikan, bahwa akan ada angka kenaikan atas data ritel Amerika. Seperti halnya dari MarketWatch yang telah memprediksi bahwa data ritel Amerika akan naik 0,1 %, dan 0,4 % untuk otomotif dan bahan bakar. Menyusul penurunan data ekonomi tersebut, gerak nilai apresiasi mata uang USD pun akhirnya turut bergerak turun, melemah dan mengalami perdagangan terburuknya di pekan ini. Di akhir sesi perdagangan pasar Amerika minggu lalu, akibat negative data rilis Amerika, membawa angin segar bagi nilai apresiasi mata uang Euro. Mata uang Euro telah memangkas kerugian nilai apresiasinya atas mata uang USD pada hari Jumat lalu, dan berada di jalur menuju penguatan mingguan ke-5 beruntun, setelah indeks aktivitas manufaktur The Fed New York bulan Mei ternyata lebih lemah dari perkiraan para pelaku pasar dan mengikis outlook pertumbuhan ekonomi Amerika di kuartal ke-2. Data Federal Reserve Bank of New York mengatakan bahwa indeks manufaktur Empire State naik menjadi 3,9 di bulan Mei dari 1,19 bulan sebelumnya. Data itu juga menambah keraguan para pelaku pasar tentang waktu kenaikan pertama suku bunga dari Federal Reserve. Sebelumnya mata uang Euro sempat tergelincir di bawah kisaran level $1.14 setelah terhentinya laju kenaikan yield Bund Jerman, kendati gap dengan yield Treasury Amerika masih bertahan di 153 basis poin. Sentimen juga terbebani oleh komentar dari Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengatakan jika bank sentral akan “menjalankan program pembelian obligasi secara penuh” dan akan mempertahankannya “selama diperlukan”. Telah dilaporkan hari ini, bahwa nilai indeks USD terpantau masih bergerak stabil di kisaran level 93,39. University of Michigan (UoM) mengatakan dalam laporan awal bahwa indeks sentimen konsumen jatuh ke level terendah tujuh bulan sebesar 88,6 bulan ini dari 95,9 pada bulan April. UoM juga mengatakan bahwa ekspektasi inflasi untuk 12 bulan ke depan mencapai 2,9% bulan ini dari 2,6% pada bulan April. Telah dilaporkan bahwa gerak apresiasi mata uang EUR / USD naik 0,20% ke 1,1427, dekat dengan titik tinggi tiga bulan pada sesi perdagangan hari Kamis lalu yaitu level 1,1444. Dilaporkan juga bahwa nilai gerak apresiasi mata uang GBP / USD naik 0,13% ke level 1,5795, kembali mendekati puncak enam bulan pada sesi pasar hari Kamis lalu dari level 1,5816.

Dari China, di hongkong dilaporkan bahwa Hang Seng 33 Composite Index telah dibuka melemah pada sesi awal pekan ini, setelah pada pekan lalu berhasil mencatat penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan terkahir. Gerak rally index Hang Seng 33 Composite Index pada hari Jumat lalu yang hampir mencapai 2% membantu indeks saham Hong Kong tersebut mencatat penguatan mingguan. Beredarnya rumor yang yang menyebutkan dalam waktu dekat akan dirilis koneksi perdagangan antara bursa saham Shenzhen dan bursa saham Hong Kong membuat Hang Seng 33 Composite Index mampu melesat pada hari Jumat. Koneksi perdagangan tersebut akan memudahkan investor untuk bertransaksi, sama halnya dengan koneksi perdagangan Shanghai - Hong Kong. Sektor properti kembali memberikan tekanan ke bursa, setelah Chinna melaporkan harga rumah turun 6,3% di bulan April dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan penurunan harga terjadi di 48 dari 70 kota. Untuk spot Hang Seng index saat ini dilaporkan melemah sekitar 0,62% menjadi 27650,11. Sedangkan Hang Seng 33 Composite Index Futures diperdagangkan dikisaran 27606 pada pukul 09.05 WIB, dengan level tertinggi harian 27772 dan terendah 27549 saat berita ini ditulis.

Mengenai harga komoditas minyak, dilaporkan bahwa gerak harga minyak mengalami kenaikan di perdagangan sesi pasar Asia pada Senin (18/ 05/ 2015) pagi ini, para pelaku pasar menunggu lebih lanjut perkiraan permintaan dari Amerika. Harga minyak Amerika telah kembali rebound hari, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa produksi serpih minyak Amerika telah memuncak dan mungkin mulai jatuh dalam beberapa bulan mendatang. Di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, dilaporkan bahwa harga minyak berjangka untuk pengiriman Juli bergerak naik sekitar 0,14% ke level $590.81 US/ barel. Berbeda dari pergerakan harga minyak di pekan lalu, harga minyak berjangka sempat mengalami penurunan meskipun berakhir lebih tinggi. Hal ini karena didorong oleh pelemahan gerak mata uang USD. Dilaporkan untuk minyak brent untuk pengiriman Juli, menambahkan 0,2%, ke level $66.97 US/ barel di ICE Futures exchange, dimana nilai kontrak sempat naik sekitar 0,98%. Data dari EIA pada awal minggu menunjukkan stok minyak jatuh untuk minggu kedua. Terpantau menurun ke level 2,2 juta barel minggu lalu. Namun laporan tersebut juga menunjukkan bahwa produksi minyak Amerika meningkat selama seminggu dengan di 9,4 juta barel per hari. Harga minyak mentah berakhir menguat tipis setelah performa yang lemah di awal perdagangan dan hampir tidak bereaksi pada laporan rig minyak yang jumlahnya kembali berkurang. Harga minyak mentah juga berhasil membukukan penguatan sembilan mingguan beruntun. Di awal sesi harga minyak diperdagangkan turun seriring penguatan Dollar dan kembalinya kecemasan banjir persediaan. Namun harga minyak kemudian menguat tajam setelah USD terpukul serangkaian data negatif ekonomi Amerika. Sementara itu, jumlah rig yang digunakan untuk pengeboran minyak turun sebanyak delapan rig menjadi 600 rig di pekan ini, setelah pada dua pekan sebelumnya turun masing-masing sebanyak 11 rig dan 24 rig. Dalam periode yang sama di tahun lalu, terdapat 1.531 rig yang dioperasikan. Pergerakan harga di pekan ini menjadi rekor penurunan 23 pekan beruntun.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Pernyataan Bernanke Pengaruhi Koreksi USD

Mata uang USD melanjutkan pelemahan versus mata uang euro setelah komentar Ketua The Fed, Ben Bernake, memperkecil kemungkinan bank sentral Amerika akan menghentikan program stimulus lebih awal dari yang diperkirakan.

Fundamental 0 Comments

Komentar Yellen Pengaruhi Gerak USD, Gerak Yen Tertekan Di Pasar

Pergerakan mata uang USD melemah dan menyentuh level rendah dalam sepekan apresiasinya terhadap mata uang euro. Hal ini terjadi, setelah calon gubernur Federal Reserve, Janet Yellen mengatakan performa perekonomian dan

Forex News 0 Comments

Greenback Pukul Balik Tipis Yen dan Euro, Shangahi Composite Bergerak Positif

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat terhadap terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro pada sesi perdagangan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image