Mata Uang Yen Dan Euro Masih Tertekan Pasar, USD Masih Kuat

Mata Uang Yen Dan Euro Masih Tertekan Pasar, USD Masih Kuat

Mata uang yen cenderung melemah di perdagangan awal pekan (Senin, 19/ 08/ 2013). Hal ini terjadi terutama setelah angka neraca perdagangan Jepang muncul mengecewakan dengan defisit yang kian melebar. Menurut data yang di rilis Kementrian Keuangan hari ini, neraca perdagangan mencatat defisit sebesar 1.020 triliun yen, jauh di atas perkiraan untuk defisit sebesar 785.6 milyar yen di bulan Juli. Angka tersebut merupakan level defisit paling lebar dalam 6 bulan terakhir. Namun demikian tingkat ekspor Jepang melesat hingga 12.2% di bulan Juli dari bulan sebelumnya 7.4%. Sedangkan angka impor sepanjang bulan Juli juga tercatat mengalami lonjakan hingga 19.6% dari bulan sebelumnya 11.8%.

Sementara nilai apresiasi mata uang negeri sakura tersebut hari ini di transaksikan pada kisaran level harga 97.53 setelah tergerus lemah hingga 97.84 yen dan hanya menguat sebatas 97.34. Sedangkan sesi penutupan akhir pekan lalu, kurs yen melemah hingga 97.77 dengan level terkuatnya pada 97.03, dan berakhir di tutup di level 97.53 yen. Mengenai mata uang euro ditutup sedikit melamah terhadap dolar selama sesi perdagangan (16/ 08/ 2013) kemarin, setelah sempat diperdagangkan naik tajam dan mendekati titik resistance pada 1.3365 selama sesi perdagangan Kamis (15/ 08/ 2013), ditengah kekhawatiran yang turut membayangi para investor, setelah data campuran datang dari data resmi Amerika. Selama sesi perdagangan pasar pada hari Jum’at lalu, euro diperdagangkan sedikit lebih rendah sebesar dan mencapai titik terendah hariannya pada 1.3312 dan titik tertingginya pada 1.3380. Dalam satu pekan terakhir, mata uang euro ditutup flat sebesar 0.09% dan menetap pada 1.3331. Mata uang USD diperdagangkan naik sebesar 0.16% menjadi 81.33, mencapai titik terendah hariannya pada 81.06 dan titik tertingginya pada 81.42. Sementara itu, selama satu minggu terakhir, ditutup sedikit lebih tinggi sebesar 0.22% dan menetap pada 81.33. Mata uang USD berbalik menguat apresiasinya terhadap mata uang euro dan yen, setelah terdapat laporan data yang mengindikasikan berkurangnya optimisme konsumen Amerika, sehingga mendorong risk aversion. Laporan menunjukkan konsumen, tulang punggung ekonomi Amerika, mulai bersiap menghadapi kenaikan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi yang sedikit lebih lambat. Namun itu hanyalah salah satu di antara beberapa alasan lain yang mendukung USD, termasuk penyesuaian posisi investor di tengah kenaikan imbal hasil treasury Amerika akibat spekulasi tapering oleh The Fed bulan depan. “Tanpa konsumen yang menopang pertumbuhan, Amerika akan kesulitan untuk memiliki perekonomian yang lebih kuat. Data sentimen itu memicu aksi hindar resiko,” demikian kata Michael Woolfolk, analis pasar global pada BNY Mellon di New York.

Sentiment negatif masih turut membayangi pasar perdagangan USD, karena data ekonomi Amerika yang bervariasi turut memperkuat spekulasi - spekulasi pasar apakah The Fed akan menurunkan obligasi atau tetap sebesar USD 85 hingga akhir tahun ini dan memasuki sesi perdagangan minggu ini, pasar akan terfokus pada FOMC yang akan berlangsung Kamis pukul 01.00 WIB (GMT+7). Dari data resmi hari Jum’at lalu, data negatif datang dari data resmi building permit Amerika yang menunjukkan penurunan sebesar 2.70% dari total revisi kenaikan dari defisit 7.5% menjadi 6.8%, dan diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 2.90%. Ditempat terpisah, data negatif lainnya datang dari housing starts yang mengalami penurunan sebesar 896 juta pada bulan Juli dari total revisi sebesar 846 juta, diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 900 juta. Mata uang euro hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga 1.3365 - 1.3305.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Pengaruh Besar Isu Geopolitik Warnai Pergerakan Bursa Dunia

Untuk kali pertama tahun ini, isu geopolitik berpengaruh sangat besar terhadap peta pergerakan harga produk keuangan dunia. Mulai dari saham sampai komoditi, prospeknya sangat tergantung pada kepastian perang antara kubu

Kecenderungan Pelaku Pasar Beresiko Tak Lirik Emas, Indonesia Rilis Kebijakan

Telah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari kamis (27/ 08/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Yen, mata uang milik Jepang, tengah tertekan terhadap USD. Hal ini terjadi

Berita 0 Comments

Greenback Masih Tak Mau Mengalah, G 7 Dihelat di Jepang Hari Ini

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin, meskipun hasil rilis data Amerika mengecewakan, gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak bergerak lebih tinggi terhadap major currencies. Hal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image