Mata Uang Yen Terdampak Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak, Pasar Tengah Tunggu Rilis Data Amerika

0a0a_0aa_0002_02751_0a0aaa01_0021275_06785546_n_1426068017-xdxysasaki_nozomi_ypzcGerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan masih diperdagangkan di kisaran dekat level tinggi dalam kurun waktu sepekan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah menantikan hasil rilis data pengangguran yang dirilis nanti malam.

Hasil rilis data pengangguran yang dirilis nanti malam, sangat berpotensi besar untuk mampu menguatkan pandangan para petinggi Federal Reserve yang cukup optimis mengenai perekonomian Amerika. Data Amerika lainnya yang akan dirilis pada sesi perdagangan pasar Amerika nanti malam antara lain adalah rilis laporan pesanan barang modal Amerika dan laporan hasil klaim pengangguran.

Hasil rilis data yang bilamana ternyata positif, maka akan mampu menguatkan peluang bagi The Fed untuk terus mengetatkan kebijakan. Hal tersebut tentu saja akan melambungkan gerak nilai apresiasi Greenback. Gerak nilai indeks USD dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran 96.18. Level tersebut merupakan penapaian yang berada dekat level tinggi 96.23, level tertinggi sejak 16 Maret.

Pencapaian dari gerak nilai indeks USD sampai ke level tertingginya di angka 96.23 pada 16 Maret tersebut terjadi, setelah adanya pernyataan dari James Bullard. James Bullard adalah merupakan Presiden The Fed bagian St. Louis.

Telah dilaporkan bahwa James Bullard menyatakan bahwa dia sanagt mendukung peluang kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini. Dalam wawancaranya tersebut, James Bullard telah mengatakan bahwa Federal Reserve seharusnya mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan selanjutnya di bulan April.

Pada kesempatan lain sebelumnya, telah dilaporkan bahwa Patrick Harker telah mengatakan bahwa dirinya lebih memilih setidaknya ada 3 kenaikan sebelum akhir tahun. Patrick Harker adalah juga merupakan salah seorang petinggi The Fed. Patrick Harker adalah merupakan Presiden Federal Reserve bagian Philadelphia.

Departemen Perdagangan Amerika telah melaporkan bahwa, angka penjualan rumah baru telah naik. Namun meski demikian kondisinya, tampaknya gerak nilai apresiasi Greenback tidaklah terlalu banyak merespon akan hasil rilis data tersebut. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai indeks USD telah bergerak menguat sekitar 0,5%.

Telah dilaporkan bahwa laporan angka penjualan rumah baru telah naik sebesar 2%, sehingga angka menjadi sebesar 512.000 unit di bulan Februari. Penjualan rumah baru di bulan Januari telah direvisi menjadi 502.000 dari hasil rilis sebelumnya, yaitu di angka 494.000 unit.

Laporan angka penjualan rumah tunggal melonjak sebesar 38,5% di wilayah West. Walaupun demikian, namun laporan penjualan rumah tunggal wilayah Northeast dilaporkan tengah turun sekitar 24,2%, dan turun sebesar 17,9% di Midwest. Penjulan di wilayah paling padat South dilaporkan juga turun sebesar 4,1%.

Laporan ini melengkapi rilis hari Senin yang menunjukkan penurunan penjualan rumah second sebesar 7,1% di bulan Februari. Para ekonom yang telah disurvei oleh Reuters yang berkontribusi 9,2% terhadap pasar perumahan, sebelumnya memperkirakan penjualan rumah baru akan naik menjadi sebesar 510.000 di bulan Februari.

Gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225, dilaporkan telah mampu berhasil menghapus kerugian dari gerak penurunannya sebelumnya. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 telah diperdagangkan secara menguat yaitu sebesar 0.22%.

Hal tersebut terjadi, karena ditopang oleh adanya pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Kondisi tersebut terjadi, di tengah kecemasan para pelaku pasar atas penurunan gerak nilai harga komoditas minyak dan adanya spekulasi rate hike oleh Federal Reserve.

Telah pula dilaporkan berkenaan dengan gerak nilai harga saham dari perusahaan Mitsubishi Corp. dan Mitsui & co. bahwa, ke dua perusahaan tersebut diperkirakan akan merilis laporan kerugian bersih pertama untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret. Kerugian tersebut terjadi, karena adanya akibat dari kerugian dalam proyek sumber daya alam. Dilaporkan bahwa, angka kerugian yang telah diderita oleh perusahaan grup Mitsubishi diperkirakan akan mencapai angka lebih dari 100 milyar yen atau setara dengan $887 juta US.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen kembali melemah ke kisaran 112.75. Keadaan tersebut telah membantu gerak nilai harga dari saham-saham perusahan di sektor eksportir untuk mampu memangkas pelemahan.

Adanya sentimen bearish karena dipicu oleh penurunan gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI ke bawah level $40 US/ barel. Hal tersebut terjadi, setelah adanya rilis laporan dari Energi Informasi Administration (EIA) pada kemarin malam.

Pihak dari Energy Information Administration telah melaporkan bahwa, stok minyak mentah Amerika meningkat sebesar 9,4 juta barrel mencapai rekor tertinggi sebesar 532,5 juta barrel pada pekan lalu. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi kenaikan yaitu sebesar 3,1 juta barrel dalam survey Reuters. Juga telah dilaporkan bahwa, stok minyak mentah di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, tengah mengalami penyusutan untuk pertama kalinya dalam 7 minggu dengan turun sebesar 1,3 juta barrel.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah merosot lebih dari 3% pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, setelah pemerintah Amerika melaporkan bahwa persediaan minyak mereka melonjak 3 kali lipat di atas ekspektasi. Pencapaian angka prsediaan tersebut, adalah menjadi kenaikan mingguan ke-6 beruntun.

Kondisi tersebut berkontribusi pada gerak pelemahan nilai harga komoditas minyak mentah. Keadaan yang terjadi ini memicu kembali kekhawatiran para pelaku pasar tentang terjadinya banjir pasokan komoditas minyak di pasar. Hal tersebut tentunya akan sangat mengancam keberlanjutan gerak rally nilai harga dalam 2 bulan terakhir.

Meski demikian kondisi yang tengah terjadi, namun laporan dari pihak EIA tersebut tidak sepenuhnya bearish. Di sisi teknikal, kegagalan dalam melewati hadangan MA-200 hari dalam beberapa sesi terakhir nampaknya telah menempatkan ’emas hitam’ di bawah tekanan bearish. Stochastic dan RSI yang mulai bergerak turun dari area overbought juga mengindikasikan harga tengah berada dalam fase koreksi menuju setidaknya area $37.75 US.

Secara fundamental juga kondisi tersebut tersebut memungkinkan, mengingat kondisi stok bensin dilaporkan turun sebesar 4,6 juta barrel. Besarnya stok permintaan untuk bahan bakar motor selama 4-minggu terakhir juga melonjak sebesar 7% jika dibandingkan dengan kondisi setahun lalu.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Yen Tengah Perkasa, Minyak Tengah Terkapar

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilapporkan bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen bergerak melesat ke level terkuat sejak Agusrus. Hal tersebut terjadi adalah

Umum

Aussie Berpotensi Menggeliat Kembali, Minyak Tampak Akan Koreksi Lagi

This special model is superbly produced comfort and protection. It has been achieved by together with a full-length cushion foam midsole. The articulated Max Air unit offers maximum cushioning and

CFD News 0 Comments

Greenback Terkoreksi Kuat, Para Oposan USD Menggeliat

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah bergerak menguat untuk hari kedua terhadap mata uang USD pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, karena merespons keputusan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image