Menkeu Jepang Ralat Pernyataan, Keputusan Bernanke Dinantikan Pasar

Mata uang negara Jepang, yen, mencatatkan penguatan tipis setelah hasil pertemuan BoJ menunjukan bank sentral Jepang mengambil sikap menunggu setelah tindakan penyuntikan stimulus agresif bulan lalu. Bank sentaral Jepang ini kembali mempertahankan komitmen peningkatan monetary base sebesar 60 hingga 70 trilliun yen per tahun. Ini sesuai prediksi dan tidak berubah dari pertemuan sebelumnya pada 26 April silam. Monetary base merupakan instrumen kebijakan BoJ yang mulai diterapkan sejak awal bulan April.

BoJ masih optimis dengan keberlanjutan pemulihan ekonomi Jepang seraya utarakan kebijakan pelonggaran moneter akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan pasar keuangan Jepang. “Aktivitas ekonomi telah meningkat. Penurunan ekspor telah berhenti seiring perekonomian dunia mulai membaik. Meski demikian, perekonomian Jepang masih dibayangi ketidak-pastian oleh masalah utang zona eropa dan outlook pertumbuhan ekonomi Amerika. BoJ akan tetap menjalankan kebijakan pelonggaran hingga target inflasi 2% tercapai. BoJ akan menyesuaikan kebijakan sesuai perkembangan situasi ekonomi,” demikian pernyataan BoJ yang telah dirilis. USD/ JPY kini diperdagangkan di kisaran level harga 102.45, menjauhi level tinggi harian 102.63. USD terapresiasi terhadap mata uang yen setelah Menkeu Jepang menarik pernyataan hari sebelumnya yang mengindikasikan jika pelemahan mata uang telah cukup. Pada sesi pasar hari Selasa (21/ 05/ 2013), USD melanjutkan penguatannya terhadap mata uang yen setelah menteri keuangan Negara Jepang membantah pernyataan sebelumnya yang mengatakan pelemahan yen sudah sukup, namun rally pada USD masih terbatas menjelang testimonial oleh Gubernur Fed. Spekulasi bahwa bank sentral Amerika tersebut akan memangkas pembelian obligasinya lebih cepat dari perkiraan telah meningkat mengingat sinyal membaiknya pasar tenaga kerja Amerika. Bernanke akan melakukan testimonial pada Kongres dan pernyataannya akan menjadi petunjuk mengenai kapan skema tersebut akan berakhir. Jika Bernanke kembali mengutarakan langkah kebijakan moneter yang longgar, dollar dapat memangkas sejumlah gainnya terhadap sebagian besar mata uang utama. Bagaimanapun, petunjuk apapun mengenai peluang pemangkasan program pembelian tahun ini akan memberikan indeks dollar dorongan naik yang cukup kuat, menurut trader. “Kami sedang mengamati Bernanke dan menanti petunjuk mengenai kapan mereka akan menarik QE. Jika ia memberikan petunjuk dalam waktu dekat, dollar akan meneruskan rally. Jika tidak, mungkin dollar akan sedikit terkoreksi,” demikian yang diucapkan oleh Andrew Dilz, trader mata uang asing apda Tempus Inc di Washington.

Para pelaku pasar juga masih menantikan pengumuman kebijakan dari BoJ. Kebijakan BoJ tersebut diperkirakan akan menghasilkan keputusan baru tentang rencana pembelian obligasi guna mengekang lonjakan yield negara Jepang. Kehati-hatian pasar menjelang testimoni Ketua The Fed, Ben Bernanke masih membatasi penguatan dollar. Fokus investor juga tertuju ke rilis Fed dalam FOMC meeting minutes. Berikut menurut kacamata pandang Kathy Lien, direktur manajer pada BK Asset Management di New York, Pandangan Bernanke akan memberi kejelasan tentang apakah ekspektasi pasar terhadap pengurangan QE telah berlebihan atau tidak.”

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Imbas Pernyataan Para Petinggi The Fed Atas Apresiasi USD

Apresiasi USD mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi Asia setelah petinggi The Fed mencoba meredakan kekhawatiran pasar akan segera berakhirnya stimulus. Pada minggu lalu, Gubernur Bank Sentral Amerika, Ben Bernanke,

Berita 0 Comments

Yen Melempem ke 1 Pekan Terendah terhadap Dollar AS

Mata uang yen Jepang terpantau melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu ini (16/4). Yen melempem dan mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari satu minggu belakangan di tengah

Kondisi Global Beri Tekanan Pada Emas

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (21/ 11/ 2014) ini, gerak harga emas telah dilaporkan mengalami kenaikan pada sesi Asia dengan diperdagangkan lebih tinggi ketika pasar masih melihat dukungan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image