Meski USD Positif Pada Sesi Pasar Asia, Pelaku Pasar Cenderung Ke Yen

Meski USD Positif Pada Sesi Pasar Asia, Pelaku Pasar Cenderung Ke Yen

401963_519236668141261_787532945_nMata uang USD diperdagangkan lebih rendah terhadap mata uang Jepang, yeng pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (24/ 09/ 2013). Hal ini adalah karena Bank Sentral mengatakan tentang niatnya untuk mengurangi program pembelian obligasi bulanan sebesar 85 miliar USD. Dalam sesi perdagangan Asia, apresiasi USD/JPY turun 0,06% menjadi 98,80 setelah perdagangan sebelumnya serendah 98,67. Kedua pasangan mata uang ini cenderung untuk mencari support di level 97,77, terendah di hari Rabu dan resistance pada level 99,67 tertinggi pada hari Jumat. Pergerakan indeks mata uang USD hari ini (Selasa, 24/ 09/ 2013) terpantau naik kendati tipis dan sedikit menekan mata uang major setelah dibuka pada 80.45 di awal perdagangan. Indeks USD naik sekitar 1 pips atau sekitar 0.01 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 80.46. Meskipun tertahan di zona degradasi, mata uang USD nampak berangsur mulai menguat di perdagangan hari Selasa (24/ 09/ 2013). Hal ini seiring fokus pasar mulai termotivasi oleh data-data fundamental ekonomi Amerika yang di ekspektasi membaik yang sedianya akan rilis sepanjang pekan ini.

Namun penguatan mata uang USD nampak terbatasi oleh prospek stimulus moneter selanjutnya dari The Fed. Hingga sesi siang, indeks mata uang USD yang menjadi parameter penghitungan nilai USD terhadap enam mata uang utama dunia, nampak menguat. Sedangkan pada sesi penutupan hari Senin kemarin, indeksUSD (DXY), tercatat sempat rally mencapai 80.52 setelah akhirnya di tutup pada level 80.46. Keputusan The Feds untuk menunda pengurangan stimulus mengejutkan Gubernur BOJ, Haruiko Kuroda, ketika ia menghadapi perjuangan yang berat pada kenaikan harga pada pelonggaran kuantitatif. Imbal hasil pada Jepang, yang menunjukan harapan pada pelaku pasar obligasi dari catatan 2 tahun suku bunga di tahun 2015, telah turun pada level terendah sejak bulan April ketika Kuroda memulai Stimulusnya di 0.24% pekan lalu. Dan menunjukan bahwa pasar tidak mengharapkan tekanan inflasi untuk mendongkrak hasil selama 2 tahun. Tingkat setara di Amerika turun ke bulan terendah dari 1.8% pada tanggal 18 September. Sementara harga konsumen Jepang naik 0.7% dari tahun sebelumnya, pengukuran pasar obligasi yang menandakan inflasi sebesar 1.36% dalam 5 tahun kedepan, turun dari target BOJ di tahun 2015 sebesar 2%. Suku nilai kedepan turun 0.095% pada tanggal 8 Maret, seminggu sebelum Kuroda diangkat sebagai Gubernur, ditengah harapan BOJ yang akan memperluas stimulus moneter untuk mengakhiri 15 tahun deflasi yang membebani belanja konsumen. Menurut survey ekonom Bloomberg Harga konsumen inti Jepang akan naik 0.7% dari tahun sebelumnya di bulan Agustus, laju yang sama pada bulan Juli. Pengukuran pada inflasi akan naik 1.3% dimulai pada bulan April 2014 dan kenaikan pada fiscal 1.9% ditahun 2015. Pada hari Senin kemarin, Presiden Bank Sentral of New York, William Dudley, mengatakan bahwa program stimulus akan tinggal di tempatnya sampai data menunjukkan bahwa pemulihan akan berkelanjutan. Penyesuaian kebijakan dapat dilakukan dengan laju pembelian aset dan bimbingan pada tingkat suku bunga pendek sehingga dapat menginformasikan tenteng prospek pemulihan yang berkelanjutan. Sementara keputusan tentang pengurangan obligasi bulanan sudah semakin dekat, mungkin ada penurunan kecil dalam obligasi pembelian di bulan Oktober. Termotivasinya para pelaku pasar terhadap fundamental pekan ini adalah data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika revisi final kuartal II 2013 yang akan dirilis Kamis (26/ 09/ 2013). Angkanya diekspektasi tetap di level 2,5% dari revisi pertama, sedangkan publikasi pertama muncul di level 1,7%. Data perumahan (S&P Chase-Shiller) yang akan di rilis hari ini diprediksi juga akan membaik. Tidak hanya itu, data durable goods dan new home sales hari Rabu diperkirakan mencatatkan angka yang positif. Terakhir di hari Jumat, pemerintah akan merilis data personal income yang akan turut memberi kontribusi atas penguatan mata uang USD. Kalender ekonomi menunjukkan bahwa Standard & Poor’s Amerika dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai kinerja sektor perumahan di Amerika yang diperkirakan dapat memberikan sinyal yang cukup menggembirakan. Indikator S&P/CS Composite-20 HPI y/y diharapkan dapat menunjukkan performa yang baik dan menggambarkan adanya peningkatan ke angka 12.5% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 12.1%. Mata uang USD terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.

Dalam kondisi pasar yang tidak menentu saat ini, para pelaku pasar lebih memilih mengamankan diri, termasuk dengan cara memilih mata uang yen. Ketidakpastian akan memaksa mata uang USD untuk terkoreksi melemah terhadap mata uang negara Jepang tersebut, dimana nilai mata uang yen akan menguat naik. Mengenai apresiasi cross, EUR/JPY turun tipis 0,05% menjadi 133,34. Untuk apresiasi mata uang AUD/JPY turun sebesar 0,28% menjadi 92,99.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Pasar Masih Hiraukan Perkembangan OPEC, Rilis Data Kanada Tekan Balik Greenback

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Kanada, yang lazim disebut dengan istilah Loonie, bergerak menjauh dari level paling lemah dalam 7 bulan terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar

Berita 0 Comments

Pasar Emas Cermati Fundamental Minggu Ini, Setelah Shutdown Terjadi Minggu Lalu

Setelah kemelut yang terjadi di kongres Amerika pada pekan lalu, ternyata tidak membuat komoditi emas menjadi investasi yang safe-heaven. Hal ini dikarenakan kondisi tersebut hanya diperkirakan untuk beberapa saat, namun

Fundamental 0 Comments

Yen Alami Banyak Tekanan, Pasar Fokus Pada BOE dan ECB

Perdagangan asar mata uang hari Kamis ini (04/ 09/ 2014), mata uang yen terpantau melemah terhadap mata uang USD. Hal ini adalah akibat dari ketika BoJ akan tetap pertahankan kebijakannya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image