Microsoft-Nokia, Perkawinan Beda Strata

Microsoft pekan ini akhirnya sukses menuntaskan proses pengambilalihan Nokia, raksasa produsen ponsel asal Finlandia. Kabar ini menjadi semakin kolosal karena melibatkan ‘mahar’ senilai 79 triliun Rupiah ($7.2 miliar) dalam klausul proposal. Perkawinan antara Microsoft dan Nokia diibaratkan sebagai penyatuan keluarga beda kasta. Di lantai bursa, Microsoft menyandang status AAA atau rating kredit tertinggi yang dilekatkan oleh agensi pemeringkat kepada perusahaan-perusahaan dengan kinerja paling cemerlang. Hanya ada empat emiten, termasuk Microsoft, yang memegang predikat AAA untuk saat ini selain ADP, Exxon Mobil dan Johnson & Johnson. Reputasi perusahaan besutan Bill Gates sangat berbanding terbalik dengan citra saham anak perusahaan barunya, Nokia, yang justru mengemban rating kredit ‘junk’ atau sampah. Sebutan terburuk bagi saham yang diperjualbelikan di lantai bursa.

 

Nokia tidak bisa disebut pemain kecil di industrinya. Dengan penghasilan tahunan mencapai $20 miliar dan jumlah tenaga kerja sekitar 32.000 orang, produsen ponsel ini mempunyai pangsa pasar luas di seluruh dunia. Nokia berpotensi menambah pendapatan Microsoft sekitar sepertiga dari total penghasilan terkini dan menaikkan angka penjualan produk sampai seperempat dari total raihan Microsoft di tahun 2012. Namun terlepas dari langkah strategis yang diambil CEO Steve Ballmer, mencuat pertanyaan tentang rating kredit AAA yang dimiliki oleh Microsoft. Pelaku pasar penasaran apakah masuknya Nokia ke kantong bisnis Microsoft justru akan membuat reputasi sahamnya menurun. Tiga lembaga rating yang paling berpengaruh di dunia, Standard & Poor’s, Fitch Ratings dan Moody’s, belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar akusisi kedua perusahaan. Rating kredit selama ini dipakai oleh investor untuk menilai kualitas keuangan dan kemampuan bayar hutang suatu perusahaan go public. Semakin bagus peringkat suatu emiten, maka semakin kecil pula risiko kebangkrutan dan gagal bayar hutangnya kepada investor. Emiten dengan peringkat kredit rendah lebih memiliki risiko gagal bisnis yang besar sehingga investor juga layak untuk mendapatkan dividen lebih besar dalam investasinya. Apabila nantinya Microsoft harus mengorbankan rating kreditnya turun beberapa urutan ke bawah, maka itu terjadi lebih karena buruknya manajemen keuangan Nokia. Produsen seri ponsel Lumia itu menanggung kerugian hingga 3.3 miliar Euro ($4.3 miliar) dalam delapan kuartal terakhir dan kehilangan banyak konsumen setia. Padahal sejak pertama kali berdiri, Nokia sempat menjadi jawara pasar handset┬ájagad raya selama 14 tahun. Dua agensi rating memberi predikat ‘junk’ atau sampah dalam rekomendasinya terhadap saham Nokia tahun lalu. Fitch dan S&P melihat penurunan angka penjualan produk, kualitas layanan dan kenaikan jumlah kerugian sebagai alasan utama di balik buruknya prospek bisnis perseroan. Fitch bahkan menegaskan kembali rating ‘junk’ untuk Nokia pada periode rating bulan lalu karena performa usahanya belum juga berbalik positif. Hanya Moody’s yang masih mempertahankan peringkat kredit Nokia di ambang bawah ‘investment grade’. Sementara untuk saham Microsoft, baik S&P dan Moody’s memberikan nilai sempurna AAA dan Fitch melekatkan atribut AA+ berkat kinerja laba yang konsisten dari produsen software terbesar dunia ini.

 

Menarik untuk diketahui apakah akusisi Nokia oleh Microsoft berdampak pada kualitas rating saham masing-masing. Selain histori bisnis, investor patut mencermati perpindahan posisi eksekutif dan strategi bisnis Nokia di bawah asuhan Bill Gates, Steve Ballmer dan Stephen Elop. Jika Microsoft berhasil mendongkrak nama besar Nokia di industri ponsel cerdas dunia dalam lima tahun ke depan, maka ‘perkawinan beda strata’ ini bisa berujung bahagia. *Harga saham Microsoft (MSFT)ditutup pada level $31.88 atau anjlok 4.55% di sesi perdagangan New York, Selasa (03/09) kemarin. Sementara saham Nokia (NOK) melonjak sampai 31.2% ke posisi $5.12 per unit. Di bursa Eropa, saham Nokia melambung nyaris 34% pasca pengumuman akusisi.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Rebound Pasca Pidato Stevens

Aussie berbalik menguat terhadap dollar pasca pidato Gubernur Reserve Bank of Australia yang tidak secara langsung mengungkapkan kondisi ekonomi Australia maupun nilai mata uang aussie. Stevens sebelumnya diperkirakan akan menegaskan

Forex News 0 Comments

Euro Bergerak Terbatas, Berpotensi Turun oleh Kebijakan Moneter Longgar ECB

Mata uang euro terpantau bergerak cenderung sideways pada perdagangan hari ini (9/6). Euro masih belum memperoleh arahan pergerakan yang jelas Pekan lalu ECB telah mengeluarkan keputusan untuk menurunkan suku bunga

Aussie Menguat Tipis, Minyak Cenderung Flat

Mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak menguat tipis gerak nilai apresiasinya di awal sesi perdagangan pasar hari Kamis ini. Apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image