Minggu Ini USD Dominasi Pasar, Voting Ditunggu Pasar

Minggu Ini USD Dominasi Pasar, Voting Ditunggu Pasar

401963_519236668141261_787532945_nDi hari Jumat (19/ 09/ 2014) ini, gerak apresiasi mata uang USD telah diperdagangkan menguat terhadap sebagian besar major currencies. Namun apresiasi USD jatuh terhadap sterling, karena para pelaku pasar masih memperhatikan dan punya harapan atas Skotlandia akan tetap berada pada bagian Inggris. Dilaporkan bahwa kemarin waktu sesi Amerika, apresiasi USD diperdagangkan bervariasi lebih rendah terhadap sebagian besar major currencies. Hal ini karena didukung oleh harapan untuk kebijakan moneter ketat oleh data Amerika.

The Fed pada hari Rabu lalu telah mengatakan bahwa kemungkinan akan menutup program pembelian obligasi bulanan pada bulan Oktober dan akan menaikkan suku bunga pada tahun 2015. Suku bunga akan berada di atas nol untuk waktu yang cukup setelah menutup program pelonggaran. Tetapi bank sentral Amerika juga menyarankan bisa mulai mendaki biaya pinjaman lebih cepat daripada yang diantisipasi setelah memutuskan untuk memulai pengetatan kebijakan. Telah juga dirilis dalam laporannya, Departemen Tenaga Kerja Amerika mengatakan jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal pada pekan yang berakhir 13 September turun 36,000 menjadi 280.000. Itu adalah merupakan level terendah sejak pertengahan Juli, dari jumlah revisi pekan sebelumnya sebesar 316.000. Para pelaku pasar telah memperkirakan klaim pengangguran turun sebesar 11.000 menjadi 305.000 minggu lalu. Departemen Perdagangan Amerika mengatakan bahwa jumlah izin bangunan yang dikeluarkan bulan lalu turun 5.6% menjadi 998.000 unit dari jumlah bulan Juli dari 1.057.000. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa izin bangunan turun sebesar 0.4% menjadi 1.045.000 unit pada bulan Agustus. Laporan ini juga menunjukkan bahwa perumahan Amerika mulai jatuh sebesar 14.4% bulan lalu untuk memukul 956.000 unit dari jumlah bulan Juli dari 1.117.000 unit, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan ke 1.040 juta. Dari Amreika dilaporkan, parlemen Amerika memberikan persetujuan untuk mempersenjatai pemberontak Syria sebagai bagian dari kampanye Amerika untuk memerangi militan ISIS. Kongres dan Senat Amerika telah meloloskan Undang-Undang yang mewujudkan keinginan Presiden Barack Obama untuk melatih dan mempersenjatai kelompok pemberontak di Syria. Kelompok ISIS telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Syria di tengah minimnya kemampuan militer Irak dan Syria untuk melawan kelompok tersebut. Kelompok ISIS bahkan telah memenggal kepala wartawan berkewarganegaraan Amerika dan Inggris sebagai wujud antipati terhadap kekuatan Barat. Presiden Obama berterima kasih atas persetujuan parlemen dan utarakan ini menunjukan bahwa Amerika bersungguh-sungguh melawan kelompok militan ISIS. Barack Obama juga mengatakan ada lebih dari 40 negara termasuk negara Arab yang telah bergabung dengan koalisi Amerika untuk memerangi klompok ISIS. Negara Perancis bahkan telah mengirimkan pesawat tempurnya untuk bergabung dengan jet Amerika melakukan serangan udara di Irak. Selama berlangsungnya perdagangan apresiasi mata uang EUR/ USD diperdagangkan melemah 0.15% di level 1.2908. Apresiasi mata uang GBP/ USD diperdagangkan menguat 0.47% di level 1.6474. Untuk apresiasi mata uang USD/ JPY diperdagangkan menguat 0.41% di level 109.14, dan untuk apresiasi mata uang USD/ CHF diperdagangkan menguat 0.14% di level 0.9350. Mata uang USD juga menguat apresiasinya AUD sebesar 0.26% di level 0.8966. Apresiasi mata uang USD/ CAD diperdagangkan menguat 0.14% di level 1.0952, dan apresiasi mata uang NZD/ USD di level 0.8143. Indeks USD diperdagangkan menguat 0.06% di level 84.45.

Para pelaku pasar hari ini akan terfokus pada hasil Referendum Skotlandia. Berdasarkan informasi sementara, hasil voting menunjukkan bahwa sebesar 49.01% memilih setuju dan 50.9% memilih untuk tidak setuju. Proses voting Referemdum sendiri telah dimulai sejak kemarin. Jika ternyata hasil voting menunjukkan bahwa mayoritas peserta memilih untuk setuju merdeka dari Inggris, maka hal ini akan menjadi perpecahan negeri Inggris untuk yang pertama kalinya sejak 307 tahun berlangsung. Berdasarkan informasi sementara, hasil voting menunjukkan bahwa sebesar 49.01% memilih setuju dan 50.9% memilih untuk tidak setuju. Proses voting Referemdum sendiri telah dimulai sejak kemarin.

About author

You might also like

Fundamental

Trump Cenderung Pada Powell, Permintaan Emas Turun Saat Diwali

moncler black friday canada Dilaporkan bahwa Ketua The Fed New York, William Dudley, telah mengatakan pada sebuah kesempatan pada pidato panel terkait tren ekonomi di hari Rabu bahwa reformasi pajak

Forex News 0 Comments

Kinerja BEI 2016 Dibuka Presiden, Arab Saudi Bersitegang Dengan Iran

Gerak nilai apresiasi Greenback pada perdagangan awal di tahun 2016 ini, pada sesi perdagangan pasar di hari Senin ini, dilaporkan bergerak di dekat level tertinggi dalam dua pekan major currencies.

USD Dominasi Kembali Pasar, Major Terkendala Dilema Kendala Masing – Masing

Indeks USD kemarin menguat ke level 82.93, sebelum data dirilis indeks USD berada dikisaran 82.78. Departemen Tenaga Kerja Amerika kemarin baru saja merilis jobless claim. Data tersebut dilaporkan bahwa penagngguran

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image