Minyak Balik Menguat, Aussie Terjang Greenback

885546_586282028170598_976869401990819991_oWalaupun telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Aussie bergerak melemah terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin. Meski demikian, namun gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah bergerak berbalik menguat di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (04/ 08/ 2016).

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD bahkan telah mampu mempertahankan gerak penguatan meski data penjualan ritel Australia mengecewakan. Biro Statistik Australia telah melaporkan bahwa, laporan angka penjualan ritel Australia bulan Juni naik 0,1% dari bulan sebelumnya. Pada bulan sebelumnya, telah dilaporkan bahwa angka penjualan ritel Australia tumbuh sekitar 0,2%, di bawah perkiraan para pelaku pasar yaitu sekitar 0,3%.

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD pada perdagangan pasar di hari Rabu dilaporkan telah bergerak melemah. Hal tersebut terjadi, setelah adanya rilis laporan data tenaga kerja Amerika dari versi Automatic Data Processing, Inc. (ADP).

Hasil rilis laporan data tenaga kerja Amerika dari versi Automatic Data Processing, Inc. (ADP) melaporkan bahwa, tenaga kerja Amerika tumbuh sebanyak 179.000. Hasil rilis laporan tersebut, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu sebesar 176.000 dan lebih tinggi juga dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya, yaitu sebanyak 171.000.

Keputusan pihak berwenang dari Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menurunkan suku bunga pada hari Selasa lalu, juga tampak belum mampu melemahkan gerak nilai apresiasi dari Aussie. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7618.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang, Nikkei, dilaporkan telah bergerak menguat di awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis (04/ 08/ 2016). Meski demikian, namun gerak nilai harga di bursa saham Nikkei berbalik melemah kembali. Hal tersebut terjadi, setelah Gerak nilai apresiasi mata uang Yen kembali menunjukkan tanda-tanda akan bergerak menuju penguatannya kembali.

Kikuo Iwata, Deputi Gubernur dari Bank of Japan (BoJ), telah berbicara dihadapan para pemimpin dunia usaha, mengatakan bahwa pihak BoJ telah memperkuat pelonggaran moneter untuk mencegah risiko dari eksternal yang dapat menurunkan sentimen. Stimulus dari pemerintah Jepang dikatakan akan membantu meningkatkan gaji dan perekrutan tenaga kerja.

Mengenai penambahan pembelian ETF oleh BoJ, Kikuo Iwata juga telah mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mencegah memburuknya sentimen dunia usaha dan rumah tangga, dan berharap pelonggaramn kuantatif dan kualitatif BoJ ditambah dengan stimulus dari pemerintah dapat saling melengkapi untuk mendorong perekonomian Jepang. Meski menyatakan siap untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, namun Kikuo Iwata, tidak memberikan kejelasan kapan hal tersebut akan dilakukan, membuat gerak nilai apresiasi mata uang Yen kembali menguat, dan gerak nilai harga di bursa saham Nikkei berbalik terkoreksi bergerak melemah.

Gerak nilai harga spot indeks saham Nikkei dilaporkan telah bergerak melemah, dengan terkoreksi turun sekitar 0.39% sehingga menjadi 16020,15. Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah diperdagangkan di kisaran level harga 16035.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 4% pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga komoditas minyak mentah merespon hasil rilis data yang mensinyalkan potensi kenaikan permintaan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan sempat bergerak melemah, dan telah menghapuskan hasil dari gerak penguatan nilai harganya di awal sesi perdagangan pasar. Hal tersebut terjadi, setelah hasil rilis data suplai dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1,4 juta barel pada pekan lalu.

Meski demikian, namun harga gerak nilai harga komoditas minyak mentah hampir langsung berbalik menguat dan menyentuh level tertinggi harian baru. Kondisi tersebut terjadi, berkat peralihan fokus para oelaku pasar pada penyusutan 3,3 juta barel suplai bensin, lebih besar dari ekspektasi, serta pengurangan 1,1 juta barel suplai minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang menjadi pusat pengiriman utama untuk minyak mentah berjangka.

Meski demikian, namun para analis menilai momentum pasar untuk jangka pendek masih bearish dan kegagalan mempertahankan harga di atas $40 berpotensi memicu pelemahan tajam menuju kisaran level harga $38 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup di level harga $41.17 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (03/ 08/ 2016) atau naik sebanyak $1.45 US dari level penutupan sesi sebelumnya.

Bias bullish dalam jangka pendek, gerak nilai harga komoditas minyak mentah akan bergerak untuk menguji level harga resisten terdekat, yaitu di kisaran level harga $42.00 US/ barel. Diperkirakan juga bahwa, untuk gerak pelemahan nilai harga komoditas minyak mentah akan bergerak konsisten dan berpotensi untuk menguji level harga support di kisaran level harga $39.20.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Tips Trader Forex Sukses

Dalam Trading Forex, kita mengenal yang namanya ilmu trading. Yaitu tips sukses trading forex yang menjadi acuan beberapa pelaku bisnis forex entah itu tingkat pemula ataupun tingkat pro. Dengan mengikuti

Fundamental 0 Comments

Response Pasar Saham Setelah The Fed Release

Sebagian besar saham Asia naik pada hari Senin (26/ 08/ 2013), setelah penurunan yang terjadi pada penjualan rumah hari Jum’at kemarin yang membuat sebagian kalangan berharap the Fed akan menunda

Forex News 0 Comments

Euro Bergerak Terbatas, Berpotensi Turun oleh Kebijakan Moneter Longgar ECB

Mata uang euro terpantau bergerak cenderung sideways pada perdagangan hari ini (9/6). Euro masih belum memperoleh arahan pergerakan yang jelas Pekan lalu ECB telah mengeluarkan keputusan untuk menurunkan suku bunga