Minyak Berpotensi Tertekan Kembali, Pasar Global Cenderung Lemah

0Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, bergerak melemah anjlok ke level terendahnya sejak “flash crash” pada 7 Oktober lalu. Hal tersebut terjadi, seiring peringatan Gubernur BoE, Mark Carney, bahwa para investor menginginkan jaminan premium dalam melakukan pembelian aset Inggris.

Mark Carney menyatakan hal tersebut, dalam kesempatannya berbicara di depan Komite Ekonomi untuk mendiskusikan konsekuensi ekonomi pada voting Brexit. Ucapan testimoni dari Mark Carney datang ketika hubungan antara pihak BoE dengan pemerintah semakin menegang.

Keteganan hubungan antara pemerintah Inggris dengan pihak BoE terjadi, setelah PM Theresa May memperingatkan bahwa stimulus quantitative easing telah memberikan dampak terbalik pada pensiunan dan orang yang menabung. Mark Carney kemudian membalas bahwa pihak BoE masih independen dan tidak menerima instruksi dalam pengambilan kebijakan.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah sempat mencapai level tertinggi 7-bulan. Hal tersebut terjadi, akibat spekulasi para pelaku pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan di akhir tahun.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD terapresiasi terhadap major currencies dan masih dalam jalur penguatan bulanan untuk bulan Oktober. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember naik ke 73 %, yang merupakan probabilitas tertinggi sejak bulan Juni.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di sebagian besar bursa saham Asia terkoreksi melorot, sementara gerak nilai harga indeks saham berjangka Amerika telah bergerak berbalik lemah.

Hal tersebut terjadi, setelah perusahaan Apple Inc, perusahaan terbesar dunia melaporkan penurunan penjualan tahunan pertamanya sejak tahun 2001. Katalis negatif bursa saham lainnya adalah pelemahan harga minyak dunia ke level terendah dalam 3 minggu terakhir, sehingga menyeret gerak nilai harga saham perusahaan sektor energi.

Perusahaan Apple Inc anjlok gerak nilai harga sahamnya, sekitar 2.9% pada sesi perdagangan pasar, setelah gerak nilai harga saham di bursa Wall Street ditutup. Keadaan tersebut telah menyeret gerak nilai harga indeks saham Nasdaq futures.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nasdaq futures terkoreksi melemah -0.3%. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah bergerak melemah untuk 3 hari berturut-turut.

Gerak pelemahan nilai harga komoditas minyak mentah terjadi, akibat spekulasi para pelaku pasar berkenaan dengan keputusan pihak Rusia. Keputusan yang diambil oleh pihak Rusia adalah, bahwa pihak Russia tidak akan bergabung dalam rencana pemangkasan output yang diprakarsai oleh pihak OPEC.

Secara keseluruhan, gerak nilai harga di pasar global telah mengalami penurunan volatilitas dengan berbagai swing harga di pasar aset saham, mata uang, dan komoditas, menurun ke level terendahnya sejak tahun 2014. Penurunan volatilitas tersebut bertepatan dengan berkurangnya ketidakpastian terhadap kebijakan moneter dan politik Amerika.

Peluang kemenangan Hillary Clinton pada pemilu Amerika mendatang meraih rekor tinggi yaitu sekitar 86.5 %. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed dilaporkan naik sekitar 73%.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah, anjlok lagi di sesi perdagangan pasar di hari Rabu, terseret oleh laporan kenaikan stok cadangan minyak Amerika dan adanya kenaikan produksi minyak di Nigeria. Hal lain yang mendukung pelemahan gerak nilai harga komoditas minyak mentah adalah, keraguan para pelaku pasar atas rencana produsen OPEC untuk memangkas output sehingga secara keseluruhan memacu spekulasi berlimpahnya supply minyak global sedangkan dari sisi permintaan masih lemah.

Dilaporkan bahwa sejauh ini gerajk nilai harga komoditas minyak mentah Amerika berjangka melorot sebesar -1.24% ke kisaran level harga $49.33 US/ barrel, merosot dibanding penutupan sehari sebelumnya yaitu di kisaran level $49.96 US/ barrel. Stok cadangan minyak Amerika yang dilaporkan oleh pihak dari API, menunjukkan kenaikan 4.8 juta barrel, melampaui estimasi 1.7 juta barrel.

Dari data resmi inventory pihak EIA akan dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Amerika nanti malam. Apabila ternyata rilis data EIA juga menunjukkan kenaikan, maka gerak nilai harga komoditas minyak mentah akan berpotensi melemah kembali.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Peluang Grexit Jatuhkan Euro Usai Penguatan 2-Sesi

Euro melemah terhadap kokohnya penguatan Greenback untuk pertama kalinya dalam 3-hari merisaukan Yunani yang mungkin akan berakhir bangkrut dan keluar dari kurs tunggal. Pemerintah Yunani pada hari Selasa kembali menyatakan

Apresiasi AUD/ USD Jelang NFP Berinteraksi Melemah, Pasar Cenderung Lepas Yen

Mata uang USD menguat ke level tertinggi 6-minggu di atas 100 per yen pada hari Kamis kemarin. Hal ini dipicu spekulasi bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi Amerika akan memaksa Federal Reserve

Forex News 0 Comments

Euro Melemah Atas Ketegangan Di Ukraina

Euro berada di jalur untuk penyelesaian penurunan mingguan terhadap sebagian besar mata uang utama di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina dan investor mempertimbangkan apakah Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan tambahan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image