Minyak dan Bursa Saham Menggeliat, Apresiasi Yen Terkoreksi

946059_644074825642839_65381070_nApresiasi mata uang Jepang, Yen, pada sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (09/ 09/ 2015) pagi ini, dilaporkan tampak melemah. Hal tersebut terjadi, karena kondisi pemulihan benchmark indeks saham Jepang, Nikkei 225. Nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan menguat 0.15% di kisaran level 119.99.

Nilai apresiasi mata uang USD sedikit menguat terhadap mata uang Yen pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ini, karena ditopang oleh gerak penguatan di bursa saham Eropa dan Amerika. Gerak penguatan nilai saham di bursa Eropa dan Amerika terjadi, di tengah pemulihan global dalam minat terhadap aset beresiko. Kondisi ini pula yang juga mendorong gerak reli terhadap mata uang komoditas seperti mata uang Australia, Aussie dan mata uang Kanada, Loonie.

Walaupun begitu, para pelaku pasar tampak masih tetap berhati-hati dan memperhatikan dengan seksama, pergerakan nilai saham di bursa China yang terus bisa menguatkan mata uang dari negeri sakura tersebut. Saham China menunjukkan tanda stabilitas, dengan terpantaunya saham Shanghai naik 2,9% di hari yang lalu, gertakan empat hari secara terus menggerus.

Telah dirilis juga mengenai data upah riil di Jepang tercatat naik pada bulan Juli di tahun ini dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Upah riil Jepang naik 0.3% dalam basis tahunan di bulan Juli. Kenaikan ini merupakan yang pertama kalinya dalam 27 bulan terakhir.

Mata uang Australia, Dolar Australia, atau lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak menguat di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Rabu (09/ 09/ 2015) pagi ini. Hal tersebut dipicu oleh indeks sentimen konsumen yang menurun tipis.

National Australia Bank pada hari Selasa melaporkan indeks kondisi bisnis Australia naik 5 poin menjadi +11 di bulan Agustus dari bulan Juli. Angkan indeks tersebut berada di level tertinggi sejak akhir 2009. Namun disisi lain indeks kepercayaan bisnis turun menjadi +1, dari sebelumnya +4, dan menjadi yang terendah sejak pertengahan 2013.

Kembalinya risk appetite para pelaku pasar membuat bursa saham menguat dan turut memberikan sentimen positif bagi mata uang Aussie. Selain itu membaiknya kondisi bisnis Australia turut membantu aussie bangkit dari level terendah sejak April 2009. Nilai apresiasi mata uang AUD/ USD cenderung bergerak menguat 0.35% di level 0.7043.

Dilaporkan bahwa Indeks Westpac sentimen konsumen di bulan September turun menjadi -5.6% dari 7.8%. Deputi Gubernur RBA Philip Lowe dijadwalkan untuk berbicara pada acara CEDA di Melbourne. Yang akan memberikan pidato pada kondisi ekonomi dan prospek perekonomian Australia.

Penguatan gerak nilai saham di bursa saham China di akhir sesi perdagangan pasar, telah memberikan sentimen positif bagi bursa di Eropa, yang disusul juga oleh bursa Amerika. Ditambah lagi dengan adanya rilis data ekonomi yang positif dari zona Eropa. Selain itu, peranan lain yang mendukung kondisi ini adalah gerak nilai harga minyak mentah yang menguat membuat bursa Eropa dan Amerika bergerak secara rally.

Dengan adanya kondisi absennya data-data ekonomi penting dari Amerika dalam dua hari terakhir, membuat Greenback melemah. Greenback diperkirakan belum akan banyak bergerak hingga rapat moneter Federal Reserve pada pekan depan. Indeks USD dilaporkan turun 0,04% level di 95.88.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

OPEC Tetapkan Rencana, Presiden Korea Terkait Oleh Isu Korupsi

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD yang sempat tertekan terhadap mata uang Yen, kini berbalik menguat di sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa (22/ 11/ 2016). Hal

Fundamental 0 Comments

USD Masih Perkasa, Kredit Perumahan Australia Tekan Aussie

Mata uang USD diperdagangkan menguat ke level tertinggi apresiasinya terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini karena imbas serangkaian data ekonomi di minggu lalu, yang mendukung mata uang negeri Paman

Fundamental 0 Comments

Inggris Berkutat Dengan Kondisi Brexit, Emas Merangkak Naik

Telah dilaporkan bahwa sektor perbankan di Inggris dapat bertahan jika Inggris menarik diri dari Uni Eropa dengan “disorderly Brexit” pada tahun 2019, menurut Bank of England. Semua pemberi pinjaman terbesar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image