Minyak Merangkak Naik, Yen Tertekan Greenback Minggu Lalu

12688047_1044741755581938_2599658383496146814_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah bergerak melemah ke level terendah dalam sebulan terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, setelah pembantu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang perlu untuk menunda kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan tahun depan.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen melemah untuk hari kedua terhadap Greenback, setelah adanya komentar dari ketua The Fed, Janet Yellen, pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Jumat minggu lalu. Janet Yellen mengatakan bahwa, suku bunga yang lebih tinggi pada bulan depan terlihat “tepat”. Tingkat permintaan terhadap mata uang USD melonjak ke level tertinggi sejak November pada pekan lalu. Hal tersebut terjadi, karena para pejabat The Fed yang mendukung kemungkinan pengetatan kebijakan paling cepat di bulan Juni.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia pagi ini, telah bergerak di level 110.85. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah bergerak naik sebesar 0.45%. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY terlihat memiliki level resisten terdekat di kisaran level 111.80 dan level support terdekat di kisaran level 110.10.

Gerak nilai harga di indeks saham Nikkei, Jepang, dilaporkan bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin ini. Gerak nilai harga indeks indeks patokan menuju ke level tertinggi dalam sebulan.

Hal tersebut terjadi, karena meningkatnya ketidakpastian di Amerika Serikat terhadap kenaikan suku bunga yang telah mengirim gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak lebih kuat terhadap mata uang Yen. Kondisi tersebut meningkatkan sentimen positif terhadap eksportir.

Gerak nilai harga di indeks saham Nikkei 225 dilaporkan telah sempat bergerak menguat sekitar 0.5% di level 16,925 pada pagi tadi. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen melemah ke level 110.80, setelah ketua Fed Janet Yellen mengatakan peningkatan yang berkelanjutan di dalam ekonomi Amerika akan menjamin kenaikan suku bunga lainnya “dalam beberapa bulan mendatang.”

Analis pasar di Okasan Securities Co. di Tokyo telah mengatakan bahwa, reaksi pasar saham telah berubah dan dengan pemikiran saat ini. Pemikiran yang ada saat ini adalah, bahwa ekonomi Amerika cukup kuat untuk bertahan dengan suku bunga yang lebih tinggi.

Walaupun kita mulai mengetahui ada kemungkinan kenaikan suku bunga, kita tampaknya tidak melihat adamya aksi jual di saham dalam waktu dekat. Perkiraan untuk kenaikan suku bunga telah membuat dollar lebih kuat dan mempersolid pasar saham global, dan itu adalah faktor yang menyebabkan kokohnya gerak nilai harga saham di bursa Jepang.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah tampak mulai diselimuti oleh sikap optimis para pelaku pasar. Para pelaku pasar telah mengurangi prediksi atas pelemahan gerak nilai harga komoditas minyak mentah, seiring gerak nilai harga komoditas tersebut yang terus bergerak menguat hingga menyentuh level harga $50 US/ barel.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah naik hingga 7,4 % di Bursa Berjangka Komoditi New York selama bulan ini. Hal tersebut terjadi, karena merespons penurunan produksi di Amerika dan hambatan produksi di Kanada dan Nigeria.

Dari posisi terendahnya di Februari, harga minyak telah menguat 90 %. Menurut data Commodity Futures Trading Commission bahwa, posisi jual di bursa New York sangat berkurang sejak Juni tahun lalu. “Jika Anda memasang posisi short sejak Februari lalu maka sangat rugi besar,” ujar Kyle Cooper, Kepala Riset IAF Advisors and Cypress Energy Capital Management di Houston, Senin. “Ada sejumlah trader yang tetap nekat di posisi short namun sebaliknya banyak yang menahan posisi hold. Ini mengindikasikan perbaikan fundamental.”

Gerak nilai harga komoditas minyak kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) di Bursa Berjangka Komoditi New York bangkit 0,6 % selama laporan mingguan CFTC. Gerak nilai harga komoditas minyak kontrak berjangka WTI dilaporkan telah ditutup di kisaran harga $49,33 US/ barel pada akhir pekan lalu.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan bergerak naik di tengah gangguan produksi. Produksi minyak Nigeria telah menyentuh posisi terendah dalam 27 tahun terakhir setelah militan meningkatkan serangan pada pipa-pipa kilang di sepanjang delta sungai Niger. Sementara kebakaran di Kanada menghentikan produksi 1,2 juta barel/ hari.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Melesat Ke Level Tertinggi 7 Bulan

Dollar menguat tajam dan menyentuh level tertinggi 7 bulan terhadap yen pada perdagangan sesi Asia pagi ini, naiknya risk appetite investor membuat Nikkei melambung ke level tertinggi satu bulan, membuat

Berita 0 Comments

Emas Akan Menjadi Ajang Aksi Spekulasi Pelaku Pasar

Gerak harga emas dilaporkan telah mampu bergerak menguat tajam pada sesi perdagangan pasar di akhir pekan lalu, dan juga telah berhasil mencatatkan nilai angka keuntungan yang sangat signifikan walaupun indeks

Forex News 0 Comments

Euro Flat Pasca Penguatan Tajam

Euro diperdagangkan flat pada perdagangan sesi Asia, setelah pada perdagangan mengalami penguatan harian terbesar dalam dua minggu terakhir. Keputusan European Central Bank untuk mempertahankan tingkat suku bunga, pada level 0,25%,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image