Minyak Tergencet Stock OPEC, Aussie Berangsur Tekan Greenback

Australian dollar_3Pergerakan nilai apresiasi mata unag Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, pada sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (13/ 10/ 2015) ini, tampak masih melanjutkan gerak dominasinya atas Greenback, atau mata uang USD. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin telah bergerak menguat sekitar 0,4%. Telah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (13/ 10/ 2015) ini, apresiasi ke dua mata uang tersebut tercatat pada pagi tadi sempat berada di kisaran level 0.7355.

Beberapa pelaku pasar mata uang sebelumnya telah memproyeksikan apabila gerak nilai apresiasi mata uang Australia ini akan mencapai 0.75, menyusul kemungkinan ditundanya kenaikan suku bunga Amerika, dan karena beberapa factor-faktor lainnya. Analis dari BK Asset Management mengatakan nilai apresiasi mata uang Aussie kemungkinan akan menuju 0.75 jika harga komoditas terus naik disisa tahun ini. Sementara analis dari Morgan Stanley juga memprediksi aussie akan menyentuh 0.75 setelah kecemasan akan pelambatan ekonomi global terlihat mulai mereda.

Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Aussie atas mata uang USD ini, tercatat bahwa, hingga sesi perdagangan pasar di Senin kemarin telah berhasil mencatatkan angka penguatan dalam kurun waktu 10 hari secara beruntun. Nilai apresiasi dari Aussie kini kokoh bertengger di dekat level tertinggi dua bulan.

Para pelaku pasar kini tengah menanti data tingkat keyakinan bisnis Australia bulan September. Pada waktu sebelumnya, laporan tersebut dirilis dan menunjukkan penurunan. Selain itu data neraca perdagangan China juga akan menggerakkan pasangan mata uang hari ini.

Deputi Gunbernur Reserve Bank of Australia, Philip Lowe, beberapa saat yang lalu menunjukkan keyakinan akan ketahanan ekomomi Australia. Lowe mengatakan fundamental ekonomi saat ini kuat, dan dapat menjadi dasar untuk optimis menghadapi tantangan kedepannnya.

Telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (13/ 10/ 2015) ini bahwa, Philip Lowe, Deputi Wakil Gubernur Reverse Bank of Australia (RBA) mengatakan bahwa ekonomi Australia solid dan ada pondasi untuk kita bersikap optimis, meskipun dengan adanya perubahan struktural di dalam kondisi global. “Pesan utama saya adalah bahwa fundamental kita saat ini cukup kuat dan itu berikan kami dasar untuk menjadi optimis untuk masa depan,” demikian yang diucapkan oleh Philip Lowe. Pernyataan ini disampaikan oleh Philip Lowe pada pidatonya di CFA Institute Australia Investment Confrence di Sydney pada hari Selasa.

Philip Lowe pada saat yang sama juga menambahkan bahwa, tidak ada dari kita yang miliki bola kristal, jadi kami tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Apa yang dapat kami yakinkan bahwa kami berada di tempat terbaik untuk mendapat keuntungan dari fundamental kami yang kuat jika ekonomi fleksibel dan jika ekonomi mampu beradaptasi untuk perubahan dunia dimana kita menemukan diri sendiri.

Philip Lowe pun juga telah menegaskan kembali mengenai pesan terbaru dari RBA. Pesan baru tersebut adalah, bahwa penurunan gerak nilai apresiasi di dalam Aussie membantu menyeimbangkan kembali ekonomi dari investasi pertambangan. Fleksibilitas di dalam perubahan dalam nilai tukar itu penting, ucap Lowe.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini, tampak masih bergerak di dekat level terendah tiga pekan terhadap major currencies. Hal tersebut terjadi, karena memudarnya ekspektasi bahwa pihak berwenang Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga paling cepat pada bulan ini. Dilaporkan bahwa indeks USD sedikit lebih tinggi di sesi perdagangan Asia untuk dikisaran 94.90, namun masih di dekat level terendah kemarin di 94.61.

Analis di salah satu sekuritas di Eropa mengatakan bahwa saat ini banyak pelaku pasar yang mulai yakin bahwa Federal Reserve dapat menunda kenaikan suku bunga sampai 2016 dan pandangan ini sangat membebani gerak nilai apresiasi Greenback. Namun analis tersebut masih melihat adanya peluang bullish pada mata uang USD untuk jangka panjang karena asumsi dia, The Fed hanya menunda bukan membatalkan rencana mereka untuk naikan suku bunga pertama kali sejak 2006, dalam jangka pendek ” ini dapat menjadi pekan yang menderita untuk Greenback.

Federal Reserve seharusnya menunda setiap kenaikan suku bunga sampai jelasnya masalah perlambatan global, masalah di China dan resiko internasional agar tidak mendorong pemulihan saat ini keluar dari jalurnya, ucap Gubernur The Fed Lael Brainard, salah satu orang yang sangat mempertahankan perlambatan kenaikan kebijakan suku bunga.

Lael Brainard telah mengatakan bahwa, “saya melihat adanya resiko terhadap outlook ekonomi yang cenderung menuju ke sisi negatifnya. Resiko penurunan membuat kemungkinan semakin kuat untuk terus berhati-hati dalam menjaga pemulihan ekonomi Amerika dan menentang dukungan yang prematur terhadap kebijakan yang sangat vital. Brainard juga menambahkan bahwa saat ini hanya “waktunya untuk menonton dan menunggu” bukan naikan suku bunga”.

Komentara dia dan para pembuat kebijakan moneter lainnya menunjuk pada perdebatan yang sengit menjelang pertemuan The Fed bulan Oktober dan Desember, di tengah bank sentral Amerika sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menaikan suku bunga atau menundanya dalam menghadapai apa yang Brainard katakan masih adanya tren “deflasi” di seluruh dunia.

Berbeda dengan pernyataan Lael Brainard, dua pembuat kebijakan moneter yang berpandangan sering berlawanan dengan yang apa yang sarankan oleh bank pada hari Senin kemarin mereka mendukung kenaikan suku bunga pada bulan Desember, selama data ekonomi tidak mengecewakan dan kenaikan suku bunga dilakukan secara bertahap. Wakil ketua The Fed Stanley Fischer pada hari Minggu kemarin mengatakan bahwa dia juga perkirakan suku bunga akan naik di tahun 2015.

Sebanyak empat puluh enam dari 66 analis mata uang yang di survei Reuters pada pekan lalu mengatakan bahwa perlambatan lebih lanjut dapat berikan resiko yang signifikan terhadap penguatan dollar dan dua orang lainnya mengatakan resiko ini akan sangat besar sekali. The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan selama dua hari di periode Oktober 2015 pada tanggal 27-28 dan pertemuan selanjutnya akan dilakukan di bulan Desember.

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini bahwa, gerak nilai harga minyak mentah telah gagal untuk tetap mempertahankan gerak penguatan harganya. Gerak koreksi harga minyak mentah terjadi di awal sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin.

Kondisi ini terjadi, setelah rilis data menunujukkan bahwa, produksi minyak dari para anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tengah naik pada bulan lalu. Gerak nilai harga minyak mentah WTI pada sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin, dilaporkan telah ditutup pada level $47,44 US/ barel, dengan level terendah harian $47.04 US, dan tertinggi $50,13 US.

Penguatan gerak nilai harga minyak mentah, sebelumnya telah terdorong buletin bulanan OPEC yang memperkirakan output minyak Amerika akan turun di 2016, dan menjadi yang pertama dalam delapan tahun terakhir. Namun perhatian para pelaku pasar langsung beralih ke output OPEC yang menunjukkan kenaikan 109.000 barel per hari di bulan September, menjadi 31,57 juta barel per hari.

Berlebihnya suplai membuat gerak nilai harga minyak terkoreksi dan bergerak merosot. Selain itu keengganan produsen minyak menurunkan output untuk mempertahankan pangsa pasar semakin memperburuk sentimen minyak.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Meski Stabil, Angin Belum Berpihak ke Rupiah

Rupiah hari ini (Jumat 06/03) nyaris tidak bergeming dari posisi penutupannya kemarin terhadap US Dollar. Terbuka kemungkinan pelemahan susulan dalam beberapa hari ke depan seiring dengan menguatnya indikasi pengetatan moneter

Pasar Lebih Memilih Emas Dibanding Aussie, Minyak Turut Berimbas Pada Saham Asia

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD tengah memasuki kondisi konsolidasi tanpa ada peristiwa penting yang akan mempengaruhi gerak nilai apresiasi Aussie. Ada sedikit risiko sehingga para pelaku pasar beralih

Komoditas 0 Comments

Pelaku Pasar Masih Fokus Atas China, Gerak Harga Minyak Terkoreksi

Gerak nilai saham Asia bergerak secara negatif pada awal sesi perdagangan pasar hari Kamis (10/ 09/ 2015)ini. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar yang tengah mencerna beberapa data ekonomi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image