Mulai Terkoreksi Melemah Dan Lama Akan Bearish, Pasar Mulai Lepas Emas

Mulai Terkoreksi Melemah Dan Lama Akan Bearish, Pasar Mulai Lepas Emas

Penyelesaian sesi perdagangan komoditi emas pada akhir minggu lalu terdapat pergerakan penguatan yang cukup dan tercatat merupakan level keuntungan selama lima sesi perdagangan berturut. Meski demikian, namun sayangnya keuntungan tersebut masih belum mampu menutupi kerugian selama awal pekan. Jatuhnya harga emas di minggu lalu sebagaimana jatuhnya harga emas pada Januari 1980 dan terjadi sekali pada Februari 1983. Selama sesi perdagangan di minggu lalu, isu tentang penjualan emas fisik oleh beberapa institusi telah mendorong harga emas spot dan emas berjangka anjlok mencapai level terendah sejak 2011. Pada sesi perdagangan hari Selasa ini (23/ 04/ 2013), harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,428.00 - $1,381.20 US.

Kontrak emas berjangka Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik $3,10 US atau 0,2%, berakhir pada $1,395.60 US per ounce, sedikit melemah dari level harga di sesi tertinggi hariannya pada $ 1,424.70 US. Spot emas ditutup naik $14.30 US atau 1.03% berakhir pada $1,405.70 US, sebelumnya harga emas diperdagangkan hingga setinggi $1,424.90 US dan harga rendahnya di $1,385.70 US. Selama seminggu sesi perdagangan emas spot mencatatkan kerugian sebesar $87.15 US atau 5.86%. Dalam perdagangan hari Senin (22/ 04/ 2013), harga emas berakhir naik diatas $1,400 US per ounce untuk tiga sesi perdagangan terakhir ini, dibantu aksi beli emas fisik yang terdorong oleh data dimana para pialang besar telah mengurangi posisi mereka disaat harga emas jatuh. Banyak pelaku pasar dan pedagang besar telah mengurangi posisi jual mereka dan mengambil keuntungan ditengah jatuhnya harga emas sebelumnya, demikian informasi yang dilaporkan dari pengelola bursa komoditi. Pihak Deutsche Bank mengingatkan pada pelaku pasar bahwa untuk pertama kalinya sejak tahun 2000. Harga emas di tahun ini akan berakhir minus dengan kondisi pasar yang mengalami perubahan struktur. “ Pada minggu - minggu ini kita menjadi saksi sebuah perubahan dalam pasar yang bisa saja terjadi sekali dalam satu generasi “, kata Michael Lewis, ahli analisa pasar dan keuangan dari Deutsche Bank. Menurut Lewis, akhir kejayaan siklus rally 12 tahunan nampaknya berakhir sehingga tahun ini pergerakan harga emas akan tumbuh negative dari tahun sebelumnya. Berbagai sentiment yang selama ini memberikan dorongan bagi kenaikan harga emas selama satu dekade, kini memudar bahkan diantaranya sudah berbalik arah geraknya, tambah Lewis. Laporan tersebut juga menunjukkan meningkatnya penjualan emas fisik setelah harga emas jatuh pada koreksi terbesar dalam tiga puluh tahun ini. Menurunnya posisi jual ini semakin memperkuat dugaan bahwa pialang-pialang besar mulai berharap harga emas akan menguat kembali segera setelah aksi jual besar-besaran sebelumnya. Sinyal-sinyal ini menunjukkan menginsyaratkan potensi perubahan posisi para pialang besar dalam waktu dekat ini menjadi posisi beli atau berbalik arah kembali. Sejumlah faktor dituding sebagai biang jatuhnya harga emas beberapa waktu lalu. Faktor tersebut mulai dari issue penjualan cadangan emas oleh bank-bank sentral dan lembaga-lembaga investasi, lalu issue pemangkasan harga emas di tahun ini oleh lembaga dan bank-bank besar. Tak terkecuali juga seperti Goldman Sachs. Barclays yang juga memangkas proyeksi harga emas tahun ini di harga $1,483 US per ons di tahun ini dan $1,450 US di tahun yang akan datang 2014. Jatuhnya suku bunga nyata, naiknya resiko premium saham Amerika, tren menurun baru bagi USD dalam jangka panjang, dan menurunnya aksi lindung nilai yang dilakukan perusahaan-perusahaan produsen emas yang selama ini menjadi alasan-alasan bagi naiknya harga emas sejak 2001, kini mulai berbalik arah. Sinyal ini mulai terbaca sejak Juli 2011, menurut Lewis saat mereka melihat tren jangka panjang dari USD yang bakal menguat. Hingga akhir tahun kemarin, dimana harga emas mulai terhempas.

Memasuki sesi perdagangan hari ini (Selasa, 23/ 04/ 2013), pasar emas spot dibuka menguat pasca pertemuan G-20 selama akhir pekan. Dalam pertemuan G-20, kelompok negara tersebut memutuskan untuk menyetujui paket stimulus ang dilakukan oleh BoJ untuk memerangi deflasi dinegara tersebut. Perlu diingat bahwa Memerangi deflasi berarti mendorong ekonomi untuk berada pada zona inflasi yang merupakan pendukung besar ekonomi untuk beralih pada aset sebagai nilai lindung. Harga emas diperkirakan akan naik menuju level harga $1,480 sebelum tertahan level resistensinya. Aksi beli emas fisik akan menjadi penopang laju kenaikan saat ini. Permintaan emas sebagai tambahan cadagangn devisa bank-bank sentral akan semakin memperkokoh laju kenaikan harga emas, meski demikian tekanan jual sewaktu-waktu bisa membuat harga emas terkoreksi khususnya berkenaan dengan pergerakan USD yang apabila menguat akan memberatkan investor asing dalam melakukan pembelian emas.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Yen Bergerak Menguat, Kondisi Politik Amerika Pengaruhi Pasar

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah bergerak menguat ke kisaran level 103.45. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tersebut, mengabaikan sinyal pelonggaran lebih lanjut dari

Fundamental 0 Comments

BoC Tentukan Keputusan, Bursa Saham Asia Dibuka Terkoreksi

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin. Gerak nilai apresiasi Loonie telah bergerak melemah di kisaran level

Fundamental 0 Comments

Kondisi Global Pengaruhi Gerak Emas

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (17/ 10/ 2014) ini, harga emas diperdagangkan flat. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar fokus menunggu laporan ekonomi global pada hari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image