NFP Tidak Sesuai Harapan, USD Terkoreksi Kuat

NFP Tidak Sesuai Harapan, USD Terkoreksi Kuat

dollar-usd-amerikaGerak mata uang USD anjlok ke dekat level terendah 2-tahun terhadap mata uang euro. Selain itu, mata uang USD juga melemah terhadap major lainnya. Hal ini terpicu pasca laporan pemerintah hanya menunjukkan pertumbuhan 148.000 pekerjaan pada bulan lalu, yang mendukung harapan bahwa The Fed akan mempertahankan laju program stimulus tidak berubah di sepanjang sisa tahun ini.

Sebelumnya para analis dan pelaku pasar memperkirakan NFP akan meningkat 180.000. Meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 7,2%, level terendah sejak November 2008, dampak negatif dari kondisi federal shutdown pemerintah federal kemungkinan akan meredam setiap tanda-tanda penguatan ekonomi. “Angka pekerjaan lemah yang dirilis hari Selasa ini telah membenarkan kewaspadaan FOMC pada bulan September lalu. Pelonggaran kuantitatif mungkin masih akan berlanjut hingga setelah kuartal pertama, bahkan angka payroll berikutnya yang lemah mungkin bisa memicu spekulasi tentang penambahan stimulus,” kata Joseph Trevisani, kepala analis pasar pada WorldWideMarkets di Woodcliff Lake, New Jersey. Merosotnya mata uang USD terjadi setelah laporan pemerintah menunjukkan perekonomian negeri Paman Sam hanya mampu menyerap 148.000 tenaga kerja pada bulan September dibanding bulan sebelumnya pada angka 193.000. Sehingga kondisi itu memicu harapan bahwa Federal Reserve akan terus mempertahankan program stimulus nya hingga sepanjang sisa tahun ini. “Pasar saat ini beralih ke stimulus moneter yang kemungkinan akan dikurangi pada bulan Maret tahun depan. USD kini sedang dalam tekanan jual” kata Masato Yanagiya dari Sumitomo Mitsui Banking Corp. Departemen Tenaga Kerja Amerika memang kemarin mengatakan perekonomian Amerika menciptakan 148.000 lapangan kerja baru pada bulan September, lebih rendah dari prediksi sebesar 180.000 pekerjaan. Departemen Tenaga Kerja Amerika juga merevisi naik angka NFP bulan Agustus menjadi 193.000 dari publikasi awal yang sebesar 165.000. Sedangkan angka pekerjaan bulan Juli diturunkan menjadi 89.000 dari publikasi awal 104.000, yang merupakan kenaikan terlemah sejak Juni 2012.

Imbas perlemahan USD juga menerpa negeri Jepang yang mengalami apresiasi yen kuat atas USD. Negara Jepang terperosok dalam saat mengakhiri perdagangan hari Rabu (23/ 10/ 2013) terutama akibat tajamnya penguatan apresiasi mata uang yen terhadap mata uang USD yang tengah melemah setelah rilis data ketenaga-kerjaan Amerika yang mengecewakan. Indeks utama Nikkei N225 berakhir ditutup melemah (-1.95%) atau turun sebanyak -287.20 poin pada 14426.05. Dan indeks Nikkei-fut juga turut melemah (-1.97%) atau terkoreksi sebanyak (-290 poin) pada kisaran 14415. Sedangkan nilai kurs yen ditransaksikan pada kisaran 97.38 terhadap USD setelah menguat tajam hingga 97.25. Sementara pada sesi penutupan kemarin (Selasa, 22/ 10/ 2013), mata uang yen berakhir di level 98.18 setelah sempat terpuruk hingga ke level 98.48 terhadap USD.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Data CPI akan Tentukan Prospek Aussie Dollar

Dari sekian banyak laporan ekonomi yang akan memotori pergerakan di pasar uang, data consumer price index atau CPI Australia dianggap sebagai indikator yang paling berpengaruh terhadap prospek nilai tukar Dollar

Berita 0 Comments

Awal Minggu Emas Menguat, Pasar Masih Menunggu Hasil Pemungutan Suara Limit Hutang Amerika

Penyelesaian sesi perdagangan pasar emas pada hari Jum’at (27/ 09/ 2013) lalu ditutup dengan harga lebih tinggi, menjelang pemungutan suara untuk menaikkan limit hutang Amerika. Harga emas mengalami kenaikan hingga

Berita 0 Comments

Aussie Menyambut Baik Komentar RBA’s Stevens

Aussie melanjutkan rally setelah RBA’s Stevens tidak mengkritik nilai tukar aussie dan juga sinyalkan tidak akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Gubernur RBA, Glenn Stevens, mengatakan nilai tukar Dollar Australia

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image