Nikkei dan Kospi Melemah Bersama Minyak, Sterling Tengah Meradang Atas Greenback

66190_659233600865427_4414594465686129502_nTelah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu bahwa, mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, tengah tetap melanjutkan gerak penguatan nilai apresiasinya. Gerak nilai apresiasi Sterling tetap melanjutkan gerak penguatannya dalam kurun waktu 3-hari beruntun.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD tampak masih berpeluang melanjutkan gerak kenaikannya, selama stochastic dan RSI pada grafik 4-jam mampu terus bertahan di atas garis tengah. Diperlukan stabilitas di atas kisaran level 1.4410 untuk memicu penguatan lanjutan menguji ulang level harga 1.4435, sebelum mengincar kisaran level 1.4475.

Gerak nilai apresiasi Sterling dilaporkan telah sempat menyentuh level tertinggi dalam kurrun waktu 7-hari gerak nilai apresiasinya terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, setelah Janet Yellen, Ketua Federal Reserve, telah mengisyaratkan untuk tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Pernyataan dari Janet Yellen tersebut, telah mendorong para pelaku pasar melakukan tindakan memangkas posisi long pada mata uang USD.

Meski demikian, namun kekhawatiran atas isu ‘Brexit’ di Inggris, kemungkinan masih akan membatasi penguatan gerak nilai apresiasi Sterling. Langkah pemerintah Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, dikhawatirkan akan memukul pertumbuhan dan mengancam arus investasi asing.

Aliran investasi asing sangatlah dibutuhkan oleh negeri Ratu Elisabeth ini, karena hal tersebut sangat dibutuhkan Inggris untuk membiayai defisit neraca berjalan. Dilaporkan bahwa, biaya defisit neraca berjalan Inggris mencapai sekitar 4% dari output nasional dan merupakan salah satu yang terbesar di antara negara-negara maju.

Office for National Statistics (ONS) akan merilis data current account Inggris pada hari Kamis. Dalam laporan ONS tersebut, angka defisit diperkirakan melebar ke ‎£21,1 milyar di kuartal ke-4 dari ‎£17,45 milyar di kuartal sebelumnya.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang, dilaporkan telah dibuka positif. Meski demikian, namun gerak nilai harga saham di bursa Nikkei, yang sebelumnya dibuka menguat di awal sesi perdagangan pasar hari Kamis ini, gagal untuk mempertahankan keadaan tersebut. Yang terjadi adalah, gerak nilai harga di bursa saham Jepang justru malah berbalik melemah.

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, tampak masih menjadi beban yang menahan gerak penguatan nilai harga saham di bursa Nikkei. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen memiliki korelasi negatif dengan gerak nilai harga saham di Nikkei. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan tampak masih berada di kisaran level 112.35.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level harga 16850. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei bergerak melemah sekitar 0,20% menjadi 16844,55.

Hasil dari rilis data ekonomi yang variatif sejak awal pekan, tampak masih belum mampu mendongkrak gerak nilai harga saham di bursa Nikkei. Para pelaku pasar kini menanti data aktivitas bisnis Jepang atau yang dikenal dengan Tankan.
Data Tankan tersebut, akan dirilis pada hari Jumat besok, dan bisa menjadi indikator kesehatan ekonomi di Jepang. Data Tankan tersebut, terdiri dari aktivitas manufaktur dan non-manufaktur di Jepang.

Gerak nilai harga indeks saham Korea Selatan, yaitu indeks saham Kospi, dilaporkan telah bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (31/ 03/2016) ini. Kondisi tersebut terjadi, sehari setelah gerak nilai harga indeks saham Kospi menyentuh level harga tertinggi di tahun 2016.

Beberapa data-data ekonomi yang dirilis sebelumnya tampak belum mampu membawa gerak nilai harga indeks saham Kospi untuk bisa melanjutkan gerak penguatannya. Hasil dari rilis data output (year-on-year) Industri Korea Selatan telah dilaporkan naik sekitar 2,4% di bulan Februari. Hasil rilis data output (year-on-year) Industri Korea Selatan di bulan sebelumnya dilaporkan turun sekitar 1,9%.

Kenaikan hasil rilis data output (year-on-year) Industri Korea Selatan tersebut, juga ternyata lebih baik dari estimasi Reuters sebelumnya, yaitu sebesar 0%. Pertumbuhan output industri tercatat sebesar 3,3%, di bulan Februari, lebih baik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu -1,8%, dan lebih baik dari estimasi -0,2%.

Para pelaku pasar saat ini masih menanti hasil data inflasi Korea Selatan bulan Maret. Hasil data inflasi Korea Selatan bulan Maret tersebut, diperkirakan akan naik 0,1% di bulan Februari. Sementara inflasi tahunan, atau dari Maret 2015 diperkirakan sebesar 1,3%.

Gerak nilai harga indeks saham spot Kospi (KS200) dilaporkan bergerak melemah sebesar 0,5%. Gerak nilai harga indeks saham spot Kospi (KS200) dilaporkan telah menjadi 245. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Kospi Futures telah diperdagangkan di kisaran 246.35.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah kembali dilaporkan bergerak melemah. Kondisi tersebut terjadi, setelah pemerintah Amerika melaporkan bahwa, suplai minyak mentah mingguan masih bertumbuh.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan pada sesi pasar perdagangan di hari Rabu (30/ 03/ 2016) telah ditutup di level $38.30 US/ barel atau turun 0,49% dibandingkan harga penutupan sesi sebelumnya. Bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat di area 37.30 sementara resisten di kisaran 39.10.

Pihak dari Energy Information Administration (EIA) dilaporkan telah mengonfirmasi bahwa, kenaikan suplai minyak mentah Amerika menjadi total 534,8 juta barel untuk sepekan yang berakhir tanggal 25 Maret. Hasil rilis data dari institusi swasta API sebelumnya telah menyampaikan bahwa, kenaikan suplai minyak mentah Amerika adalah sebesar 2,3 juta barel. Penumpukan suplai ini menjadi kenaikan selama 7-pekan beruntun.

Kenaikan suplai berada di bawah ekspektasi sehingga harga sempat rally ke level tertinggi harian $39.85 per barel lalu perlahan menurun. Pelemahan gerak nilai apresiasi Greenback sendiri telah membantu mengurangi tekanan dalam perdagangan komoditas minyak mentah.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Pergerakan Harga Emas Cenderung Dalam Tekanan

Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas mengalami koreksi harga yang cukup tajam selama sesi perdagangan pasar di awal pekan. Kondisi tekanan ini terjadi setelah indeks mata uang USD kembali mencapai

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Komoditas Rebound, Aussie dan Indeks Saham Turut Menggeliat

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (27/ 01/ 2016) ini bahwa, hasil rilis data inflasi Australia membuat dampak positif bagi gerak nilai apresiasi mata uang Australia. Gerak nilai

Fundamental 0 Comments

Yen Tekan USD, Zona Eropa Mulai Berbenah

Pada sesi perdagangan hari Senin (27/ 10/ 2014) ini, para pelaku pasar akan fokus pada data Pending Home Sales Amerika yang diperkirakan mencatatkan kenaikan sebesar 0.5% selama periode September. Gerak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image