Nikkei Pimpin Pelemahan Bursa Kawasan Asia, Pelaku Pasar Pesimis Atas Minyak,

0a0a_0aa_0002_02751_0a0aaa01_0021275_06785546_n_1426068017-xdxysasaki_nozomi_ypzcGerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah berada di bawah tekanan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, setelah adanya laporan bahwa salah satu petinggi Bank of England (BoE), Martin Weale, tengah mendukung stimulus dalam waktu dekat untuk perekonomian Inggris.

Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling melanjutkan gerak pelemahannya terhadap Greenback. Hal tersebut terrjadi, setelah Financial Times melaporkan bahwa Martin Weale, anggota independen Monetary Policy Committee, telah berubah pikiran mengenai timing stimulus pasca data PMI yang dirilis pada hari Jumat lebih buruk dari pikirannya.

Pihak berwenang dari BoE akan mengumumkan kebijakan tanggal 4 Agustus nanti. Tindakan tesebut dilakukan, setelah BoE menahan diri tidak melonggarkan kebijakan pada pertemuan bulan Juli.

Perubahan pandangan Martin Weale, yang dikenal paling hawkish diantara petinggi-petinggi BOE lainnya, pastinya akan mempengaruhi gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling. Selain itu, kondisi ekspektasi tersebut akan terus berlanjut hingga pertemuan MPC dan laporan inflasi BoE pekan depan, demikian menurut asumsi para analis.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Jepang tengah memipin gerak pelemahan dari nilai harga bursa saham di kawasan Asia pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei terseret oleh penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen, setelah adanya laporan dari media local. Dilaporkan oleh media tersebut bahwa, indikasi paket stimulus pemerintah yang sangat dinantikan mungkin tidak akan memenuhi ekspektasi pasar.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 telah terkoreksi melemah, bergerak anjlok lebih dari 200 poin, atau sekitar 1.3%. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan telah menuju kisaran level harga 16,405.89.

Dilaporkan oleh harian bisnis Nikkei bahwa, pihak pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe sedang mempertimbangkan untuk menyuntikkan dana melalui pengeluaran fiskal langsung senilai 6 trilyun Yen, atau setara dengan $ 56.7 milyar US ke dalam perekonomian dalam beberapa tahun kedepan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat estimasi awal, menurut Nikkei, dan mungkin akan diumumkan sesegera tanggal 2 Agustus.

Paket stimulus fiskal akan didanai melalui anggaran tambahan, rencana belanja tahun fiskal 2017 dan fasilitas pinjaman lainnya, menurut laporan Nikkei. Meski demikian, stimulus tersebut mungkin akan mengecewakan pasar yang menantikan stimulus fiskal sebesar 10 hingga 20 trilyun Yen.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Senin, dengan minyak Amerika tergelincir ke level terendah 3-bulan. Hal tersebut terjadi, oleh karena meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar bahwa melimpahnya stok minyak global dan produk suling akan menekan gerak nilai harga komoditas minyak di pasar.

Data dari perusahaan Genscape menunjukkan bahwa, angka kenaikan cadangan sebanyak 1.1 juta barel di Cushing. Chusing adalah merupakan basis pengantaran di Oklahoma untuk minyak mentah berjangka Amerika dalam pekan sampai 22 Juli, demikian ucap trader yang melihat angka tersebut.

Para pelaku pasar menjadi kurang optimis bahwa pasar akan seimbang dengan cepat di tengah tingginya tingkat surplus di produk suling, khususnya bensin. Para pelaku pasar berasumsi pesimis, meskipun diperkirakan permintaan di musim mengendarai di Amerika akan mencapai rekor tingginya.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika berakhir turun sebesar $1.06, atau sekitar 2.4%, di kisaran level harga $43.13 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika sebelumnya sempat menyentuh level $42.97 US/ barel, dimana angka tersebut adalah level terendah sejak 26 April. Level penutupan tersebut adalah yang terendah sejak 25 April, ketika minyak WTI berakhir di kisaran level harga $42.64 US/ barel.

About author

You might also like

Greenback Perkasa Atas Yen, Minyak Merangkak Naik

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tampak masih terus bertahan di dekat level puncak 10-1/2 bulan, naik 0,15% ke level 118.05 pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu.

Berita 0 Comments

Sterling Pertahankan Penguatan Jelang Data Sektor Jasa

Pada perdagangan kemarin sterling berhasil menguat terhadap dollar dan menghentikan penurunan dalam lima hari beruntun setelah data aktivitas konstruksi Inggris menunjukkan peningkatan. Aktivitas sektor konstruksi Inggris pada bulan Januari menyentuh

Berita 0 Comments

Yen Melempem ke 1 Pekan Terendah terhadap Dollar AS

Mata uang yen Jepang terpantau melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu ini (16/4). Yen melempem dan mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari satu minggu belakangan di tengah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image