Nikkei Terdongkrak Fuji TV, Minyak Cenderung Bertahan

12688047_1044741755581938_2599658383496146814_nGerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen dilaporkan telah terkoreksi melemah terhadap Greenback pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah bergerak melemah sekitar 0.6% ke kisaran level 105.25 terhadap mata uang USD, terkoreksi dari level tinggi hari Selasa di sekitar level104.00.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen mengalami pelemahan, dalam situasi dimana adanya ekspektasi para pelaku pasar atas stimulus moneter signifikan dari Bank of Japan (BoJ) pada akhir pekan ini. Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY terjadi, sehari setelah mata uang Jepang tersebut berhasil mencetak gerak kenaikan terbesar dalam 1 bulan, akibat kekecewaan para pelaku pasar terhadap besaran rencana stimulus fiskal pemerintah.

Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bahwa pihak berwenang dari Bank of Japan (BoJ) akan mengumumkan pelonggaran kebijakan tambahan pada hari Jumat. Pengumuan BoJ tersebut, termasuk memangkas suku bunga lebih dalam lagi ke area negatif dan menambah jumlah pembelian aset beresiko seperti bursa saham dan obligasi pemerintah.

Namun bersamaan dengan itu, sebagian para pelaku pasar lainnya juga meyakini bahwa tambahan stimulus, yang akan menjadi pelonggaran kebijakan keempat bagi Kuroda. Kemungkinan stimulus BoJ tidak dapat terus menekan gerak nilai apresiasi mata uang Yen turun mengingat penguatan mata uang Yen meski setelah kejutan BoJ di bulan Januari untuk memperkenalkan tingkat suku bunga negatif.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Jepang telah bergerak secara rebound tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, menjelang keputusan BoJ, begitu juga laporan earnings perusahaan besar di Jepang dan di Korea Selatan.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan telah bergerak menguat, melejit sekitar 2.32%, atau sekitar 260 poin. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 telah bergerak menguat, menuju ke kisaran level harga 16,744.39.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 bergerak menguat, karena mendapat dorongan naik setelah perusahaan Fuji TV melaporkan bahwa paket stimulus fiskal yang akan dirilis dapat berjumlah 27 trilyun Yen atau sekitar $254 milyar US, dan dapat diumumkan segera pada hari Rabu siang. Sebelumnya para pelaku pasar memperkirakan bahwa, paket stimulus BoJ senilai 10 hingga 20 trilyun Yen.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen melemah setelah adanya rilis laporan dari perusahaan Fuji TV tersebut. Meski demikian, namun kemudian gerak nilai apresiasi mata uang Jepang tersebut kembali bergerak menguat, setelah Menteri Keuangan Jepang membantah isu bahwa pihaknya setelah mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi tenor 50-tahun. Namun gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang masih relatif melemah cukup menopang performa gerak nilai harga di bursa saham Jepang.

Gerak nilai harga komoditas minyak berjangka dilaporkan bertahan di dekat level terendah dalam kurun waktu tiga bulan pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa, dengan minyak West Texas Intermediate berakhir di bawah $43 US/r barel. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar masih dalam kondisi resah terhadap prospek aktivitas pengeboran minyak Amerika yang meningkat dan diperkirakan akan ada perlambatan di dalam aktiviitas kilang domestik.

Gerak nilai harga komoditas minyak WTI untuk kontrak bulan September di New York Mercantile Exchange, dilaporkan telah berakhir turun sebesar 21 sen, atau sekitar 0.5%, dengan gerak nilai harga berakhir di level $42.92 US/ barel. Pencapaian gerak nilai harga tersebut, adalah merupakan level penutupan terendah untuk kontrak aktif sejak 25 April.

Para pelaku pasar saat ini tengah menunggu data terbaru bergkenaan dengan persediaan minyak Amerika yang akan keluar pada hari Rabu dari pihak Energy Information Administration (EIA). Kelompok industri American Petroleum Institute (API) juga akan merilis data dari pihak mereka sendiri pada akhir perdagangan pasar di hari Selasa.

Para analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan bahwa, para pelaku pasar akan melihat penurunan sebanyak 2.6 juta barel untuk cadangan minyak mentah. Mereka juga melihat penurunan sebanyak 700.000 barel untuk persediaan bensin dan kenaikan sebanyak 400.000 barel untuk minyak suling, yang termasuk minyak pemanas.

About author

You might also like

Pasar Nantikan Data Rilis Pada Sesi Amerika

Pasar global saat ini mengalami perkembangan yang cukup kompleks. Kondisi geopolitik yang terjadi berimbas di segala sektor ekonomi. Para pelaku pasar merespon waspada karena adanya rumor pasar bahwa Federal Reserve

Forex News 0 Comments

Akibat Deflasi di Bulan November Yen Melempem ke 28 Bulan Terendah

Pada perdagangan hari ini yen makin bergerak melemah terhadap dolar AS (28/12). Mata uang Jepang tersebut anjlok ke posisi terendah dalam 28 bulan belakangan setelah data hari ini menunjukkan bahwa

Fundamental 0 Comments

Sterling Tunggu Rilis Data, China Luncurkan Kebijakan Baru

Gerak harga emas kembali diperdagangkan lebih rendah, merespon hasil data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil yang campuran dan tertekan turun oleh lemahnya harga minyak kembali pada level terendah sejak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image